Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Ragam

Ada 168 Tambang Ilegal Sejak 2018 hingga 2022, Jatam Kaltim Duga Ada Kelompok yang Merestui

32
×

Ada 168 Tambang Ilegal Sejak 2018 hingga 2022, Jatam Kaltim Duga Ada Kelompok yang Merestui

Sebarkan artikel ini
Mareta Sari, Dinamisator Jatam Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Sejak tahun 2018 hingga 2022, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, mendata 168 titik tambang ilegal di Kaltim.

Mareta Sari, Dinamisator Jatam Kaltim, menyebut 168 titik tambang ilegal itu tersebar di empat kabupaten/kota.

Example 300x600

Hal ini pun dianggap jadi ancaman kepada ruang hidup masyarakat Bumi Mulawarman.

“Artinya sepanjang empat tahun kebelakang terjadi pertumuhan drastis aktivitas “perampokan batu bara” terjadi 40 hingga 50 titik tambang ilegal per tahun,” kata Mareta, Kamis (22/12/2022).

Jatam Kaltim menduga suburnya aktivitas tambang ilegal di Kaltim, lantaran ada kelompok-kelompok yang merestui aktivitas tersebut.

“Dugaan kami, selama ini ada kelompok-kelompok yang merestui aktivitas pertambangan ini, pasca tidak ada lagi perizinan baru tambang batu-bara yang dikeluarkan oleh Pemprov Kaltim,” lanjutnya.

Kondisi ini diperparah dengan pihak kepolisian yang lamban menindaklanjuti laporan dugaan tambang ilegal oleh warga.

Dari 11 laporan yang masuk di kepolisian, saat ini baru ada dua penindakan oleh pihak kepolisian.

“Ada 11 laporan yang masuk di kepolisian, baru dua laporan yang ditindak kepolisian. Penegak hukum seakan tidak serius menindak tambang ilegal,” jelasnya.

Untuk itu, Jatam Kaltim mendorong pihak kepolisian, dan pemerintah pusat, memberikan desakan kepada Pemprov Kaltim serius menindaklanjuti tambang ilegal.

“Pihak kepolisian dan pemerintah daerah harus menolak aktivitas pertambangan ilegal dan mengusut tuntas jejaringnya,” pungkasnya. (*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *