Home / Advertorial

Selasa, 20 April 2021 - 19:24 WIB

Antisipasi Lonjakan Pasien di RS Utama, Sutomo Jabir Minta Pemprov Perhatikan Puskesmas di Daerah

Anggota DPRD Kaltim, Sutomo Jabir/infobenua.id

Anggota DPRD Kaltim, Sutomo Jabir/infobenua.id

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kepemimpinan Isran Noor-Hadi Mulyadi memiliki visi misi yang begitu memihak kepada masyarakat.

Akan tetapi, kondisi yang ada masih jauh dari yang diharapkan masyarakat.

Hal ini dikatakan anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sutomo Jabir.

Sutomo Jabir mengakui bahwa Kaltim masih jauh dari ketahanan pangan dan fasilitas yang kompeten di tingkat Kecamatan.

Dia juga menyebut penilaiannya ini bukan tanpa alasan.

Banyak fakta lapangan yang nyatanya setiap tahun terus berulang, semisal kenaikan harga cabai yang tak mampu diantisipasi pemerintah.

“Hal itu menunjukan kalau kita masih jauh dari swasembada pangan, apalagi berdaulat di bidang itu. Tentu, masih sangat jauh,” kata Jabir (20/4/2021).

Baca Juga :  Tarik Ulur 2 MYC Usulan Pemprov, Sabani Tegaskan Tak Berkaitan dengan Pilkada

Menurutnya Kaltim yang memiliki lahan begitu luas seharusnya mampu dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pemerintah untuk meningkatkan hasil panen petani dan memaksimalkan potensi di bidang peternakan untuk kebutuhan daging.

Kaltim yang dirasa memiliki semua bekal ini seharusnya tak lagi kerepotan ketika pasokan cabai dan daging dari luar daerah mengalami permasalahan perbuahan iklim yang tak bisa dibendung.

Tidak hanya tentang kesiapan pangan, Jabir juga menyorot minimnya fasilitas kesehatan di pelosok Kaltim yang saat ini masih dirasa begitu minim.

Sutomo Jabir memberi perbandingan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di Provinsi lain, seperti di Pulau Jawa yang mana telah mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Pemprov Usulkan Bangunan Baru di RSUD AWS Samarinda, Ketua Komisi IV Akui Belum Pernah Diajak Bicara

“Seharusnya Pustu itu bisa menyelesaikan permasalahan kesehatan di tingkat kecamatan, daripada menumpuk dirumah sakit besar. Saya pikir pemerintah harus memikirkan aspek kebutuhan di bawah ini. Agar bisa ada pemerataan,” harapnya.

Selain fasilitas Pustu yang kurang memadai, minimnya infrastruktur jalan bagi masyarakat di pelosok Kaltim juga menambah ironi.

“Ini sebenarnya sebuah ironi. Coba saja kalau kita keliling. Jalan hancur pendidikan terbatas. Saya mendorong kebijakan memihak kebutuhan di sana,” pungkasnya.

Perhatian kepada kabupaten kota, khususnya yang berada di pojokan Kaltim harus mendapat perhatian khusus.

Sutomo bahkan menyinggung jika penyerapan anggaran, banyak kebutuhan masyarakat pelosok yang tiba-tiba menghilang ketika musrembang tingkat provinsi digelar. (Advertorial)

Share :

Berita Terkait

Advertorial

Di Rakor Penanganan Banjir, Andi Harun Beri Prioritas untuk Tiga Lokasi Ini
Ely Hartati Rasyid, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Senin (19/4/2021)

Advertorial

Pemerintah Pusat Larangan Aktivitas Mudik Lebaran, Ely Hartati Rasyid Ajak Masyarakat Kaltim Menahan Diri

Advertorial

Imbas Keterlambatan Lelang Proyek, Komisi III DPRD Kaltim Ingatkan Jangan Sampai Pekerjaan Asal-asalan

Advertorial

Patuhi Aturan Pusat, Ketua DPRD Kaltim Tidak Gelar Open House Saat Lebaran

Advertorial

Pantau Situasi Kota Samarinda, Andi Harun Bersama Jajarannya Lakukan Gowes

Advertorial

Kaltim Silpa Rp2,95 Triliun, DPRD Kaltim Minta Pemprov Evaluasi OPD Gagal Jalankan Program

Advertorial

Pengelolaan Sampah, Pemkot Siapkan TPA Baru Tahun Depan
Andi Harun saat hadir dalam pembahasan penanggulangan bencana di Samarinda/ IST

Advertorial

Koordinasikan Perihal Penanganan Bencana, FGD Digelar Pemkot di Aula Rumah Jabatan Walikota