Home / Advertorial

Rabu, 26 Mei 2021 - 19:50 WIB

Evaluasi Proses Beasiswa Kaltim Tuntas, DPRD Kaltim Minta Kuota Penerima BKT Segmen Khusus Ditambah

Rusman Yaqub, Ketua Komisi III DPRD Kaltim/ presisi.co

Rusman Yaqub, Ketua Komisi III DPRD Kaltim/ presisi.co

Kaltimminutes.co, Samarinda – Komisi IV DPRD Kaltim bersama pihak pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) menggelar rapat koordinasi evaluasi terkait proses pendaftaran BKT.

Sebagaimana diketahui, pendaftaran BKT ditutup pada 12 Mei 2021 lalu, setelah dibuka sejak bulan Maret.

Saat ini pihak pengelola beasiswa sedang melakukan proses seleksi administrasi.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Yaqub berkomitmen pihaknya selalu memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan beasiswa  andalan Pemprov Kaltim ini.

Rusman Yaqub menerangkan banyak menerima keluhan masyarakat pada pelaksanaan BKT tahun-tahun sebelumnya.

Yang dikeluhkan, pihak yang tidak lolos proses administrasi tidak diberitahu oleh pengelola kenapa mereka tidak dinyatakan lulus jadi penerima beasiswa.

Baca Juga :  Pemberian Gaji di Perusda MMP Hasil Pengelolaan PI 10 Persen, Disorot DPRD Kaltim, Siap Panggil hingga Lakukan Audit Investigasi

“Makanya komisi IV meminta supaya itu setelah mendaftar secara online, sudah melalui verifikasi administrasi itu diumumkan kriteria penilaiannya apa saja, sehingga orang tidak lulus dia bisa mengetahui alasannya,” ucap Rusman, Rabu (26/5/2021).

Komisi IV meminta pengelola BKT transparan, baik dalam proses pendaftaran, seleksi administrasi, hingga proses penilaian.

“Transparansi itu dari awal hingga akhir, apapun keputusannya orang tahu prosesnya,” imbuhnya.

Selain itu, Komisi IV DPRD Kaltim juga meminta Pemprov Kaltim menambah jumlah porsi penerima beasiswa bagi anak keluarga tidak mampu, korban KDRT, korban pelecahan seksual, dan disabilitas.

Baca Juga :  4 Staf Bappeda Terkonfirmasi Positif, Aswin: Kantor Bappeda Kami Tutup Sementara

Rusman Yaqub menerangkan jumlah penerima untuk segmen khusus ini masih rendah.

“Kami minta porsi anak miskin lebih banyak, anak akibat KDRT, kemudian diabilitas berkebutuhan khusus, porsi penerimanya masih rendah,” tegasnya.

Hal itu terlihat saat pendaftaran BKT 2021, pendaftar beasiswa dari korban KDRT hanya satu orang.

Dirinya menegaskan pengelola beasiswa harus mengevaluasi proses pendaftaran sampai sosialisasi program.

“Apakah tidak mendaftar karena ketidaktahuan jadi harus sosialisasi, atau memang mengakses informasi kesulitan. Jadi tidak boleh mengandalkan pendaftaran online kepada segmen-segmen khusus,” katanya. (Advertorial)

Share :

Berita Terkait

Advertorial

Enam Daerah Wacanakan Pemekaran DOB, Samsun: Bisa Berikan Dampak Positif ke Masyarakat
Ilustrasi banjir/ IST

Advertorial

Antisipasi Banjir, Pemkot dan Pemprov Tinjau dan Data Jumlah Bangunan di Sekitar Sungai
Ely Hartati Rasyid, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Jumat (12/2/2021)/Ho

Advertorial

Kasus Covid-19 Melandai, DPRD Kaltim Terus Ingatkan Protokol Kesehatan dan Jangan Sombong

Advertorial

Seno Aji Naik ke Wakil Ketua DPRD Kaltim, Kursi Ketua Badan Kehormatan Beralih ke Ekti Imanuel

Advertorial

Jalan Poros Tanah Datar Rusak Parah, DPRD Kaltim Ingatkan Daerah Wajib Lakukan Kontrol

Advertorial

Pemprov Kaltim Buka Seleksi Direksi Perusda, Nindya Listiyono Harapkan Komisi II Dilibatkan

Advertorial

Sidak ke Jalan Tanah Datar, Komisi III Geram, Sebut Negara Tak Peduli dengan Kaltim

Advertorial

Penasaran Kinerja Keuangan BUMD di Samarinda, Andi Harun Siapkan Waktu Diskusi ke BPK Kaltim