Home / Advertorial

Minggu, 10 Oktober 2021 - 11:48 WIB

Ketua Komisi III DPRD Samarinda Sumbang Ide Pengendalian Banjir, Bangun Banyak Kanal untuk Percepat Aliran Air ke Sungai

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani

Kaltimminutes.co, Samarinda – Penanganan banjir terus menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Samarinda.

Berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Samarinda guna banjir bisa terkendali di Kota Tepian.

Program-program telah disusun mulai dari pengerukan sungai, normalisasi drainase, penyiapan polder air, naturalisasi sungai, dan banyak lagi dirancang guna menuntaskan persoalan banjir.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani, turut menyumbangkan ide penuntasan banjir di Ibu Kota Provinsi Kaltim ini.

Angkasa Jaya menyebut selain menormalisasi dan perbaikan drainase, Samarinda memerlukan pembangunan kanal-kanal guna mempercepat aliran air ke Sungai Mahakam.

“Perlu dibangun kanal-kanal baru hingga tembus ke Sungai Mahakam. Buat beberapa titik. Ketika hujan turun, air langsung mengalir ke sungai,” kata Angkasa Jaya, Sabtu (9/10/2021).

Baca Juga :  Pertanyakan Proyek Gorong-gorong Simpang Lebuswana Belum Dikerjakan, Komisi III Segera Panggil Dinas PUPR Samarinda

Angkasa Jaya menyampaikan, ide membangun banyak kanal di Samarinda bermula kala obrolan lawas dirinya bersama Ahmad Amins, kala masih menjabat sebagai Wali Kota Samarinda.

Tujuan dibangunnya kanal-kanal itu, untuk mengembalikan fungsi rawa yang tertutup setelah masifnya pembangunan di Samarinda.

“Tahun 70an itu, Samarinda penuh dengan hutan dan rawa. Jadi begitu dia hujan, diendapkan di hutan baru lari ke rawa. Itu gak ada banjir, walaupun Samarinda sudah rendah waktu itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Sejak Diberlakukan Instruksi Wali Kota, Kasus Covid-19 Samarinda Mulai Melandai

Perkembangan pembangunan Kota Samarinda yang pesat mengakibatkan rawa tertutup, dan hutan berkurang.

Sayangnya menurut Angkasa Jaya, pesatnya pembangunan tidak dibarengi penyiapkan aliran air baik drainase dan kanal yang baik. Sehingga air tidak bisa mengalir maksimal ke sungai utama.

“Sayangnya kita tidak menyiapkan denah pembangunannya. Saluran alam, sungai-sungai itu bukannya tambah lebar, tapi tambah sempit,” tegasnya.

“Ini drainase kita ada, sungai alam kita ada, tapi ketika hujan turun begitu besar, tapi dia (drainase dan polder air) tidak menampung. Air lalu meluap dan membuat genangan ke mana mana,” pungkasnya. (advertorial)

Share :

Berita Terkait

Advertorial

Isi Kekosongan, Jawad Sirajuddin Dipercaya Jadi Ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Kaltim
Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun saat melaksanakan kegiatan sosialisasi Perda di Samboja, Minggu (7/3/2021) kemarin.

Advertorial

Jalankan Program Sosialisasi Perda, Muhammad Samsun Ingin Masyarakat Tahu Tentang Pajak Daerah

Advertorial

Di Rakor Penanganan Banjir, Andi Harun Beri Prioritas untuk Tiga Lokasi Ini

Advertorial

Soroti Silpa Terus Naik Setiap Tahun, Wakil Ketua DPRD Kaltim Minta Pemprov Maksimalkan Penyaluran Bantuan

Advertorial

Jalan Poros Tanah Datar Rusak Parah, DPRD Kaltim Ingatkan Daerah Wajib Lakukan Kontrol
Ilustrasi pemberian bantuan/ IST

Advertorial

Pendataan Warga Kurang Mampu, Pemkot Samarinda Bakal Lakukan Survei

Advertorial

PTM Digencarkan Pemkot Samarinda, Komisi IV Ingatkan Jaminan Kesehatan Guru Mesti Diperhatikan
Andi Harun dalam salah satu sidang paripurna di DPRD Samarinda/ IST

Advertorial

Walikota Hadiri Sidang Paripurna di Dewan, Realisasi Anggaran Dinas PUPR Capai 90 Persen