Home / Advertorial

Kamis, 27 Mei 2021 - 14:52 WIB

Masih Gunakan Sistem Zonasi, Dewan Minta Mekanisme PPDB 2021 Diperjelas

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Yaqub

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Yaqub

Kaltimminutes.co, Samarinda – Terkait mekanisme penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2021, Komisi IV DPRD Kaltim bersama Dinas Pendidikan Kaltim menggelar rapat koordinasi beberapa waktu yang lalu.

Adapun agenda rapat tersebut membahas terkait rambu-rambu penerimaan siswa khususnya untuk SMA, SMK, sederajat.

Rusman Yaqub, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, menyampaikan PPDB 2021 masih akan menggunakan sistem zonasi.

“Jadi semua rambu-rambu sudah di buat, berdasarkan juknis Kepala Dinas Pendidikan Kaltim,” kata Rusman, Rabu (26/5/2021) kemarin.

Ia juga menambahkan untuk teknis mekanisme penerimaan akan diserahkan kepada masing-masing kabupaten/kota.

Beberapa ketentuan bisa diambil, apakah sistem zonasi akan menggunakan jarak rumah dan sekolah, ataupun menggunakan peta.

Baca Juga :  Sinergi TNI-Polri Jelang Idul FItri, Wakil Ketua Dewan Beri Apresiasi

“Mekanisme teknisnya itu diserahkan ke masing-masing kabupaten/kota, karena mereka yang akan menyesuaikan dengan ketentuan yang di daerahnya masing-masing,” katanya.

Rusman Yaqub meminta dengan tegas agar mekanisme penerimaan itu diperjelas seterang mungkin.

Sementara, terkait kuota siswa di tiap sekolah, Politisi PPP Kaltim itu menegaskan kuota penerimaan sudah diatur dalam juknis, berapa besaran persentasenya di tiap kategori.

“Kuota penerimaannya sudah normatif. Misalnya afirmasi sekian persen, prestasi sekian persen, zonasi sekian persen. Itu sudah baku,” jelasnya.

Bukan tanpa masalah, PPDB sistem zonasi memberikan ruang masalah nantinya.

Rusman menyebut hal itu lantaran saat ini Indonesia sudah menerapkan peniadaan ujian nasional.

Baca Juga :  RDP Bersama PUPR dan BPJN, DPRD Kaltim Soroti Perbaikan Jalan Tanah Datar

Sehingga nilai raport dan prestasi menjadi syarat penting dalam penerimaan siswa.

“Ada memang masalah di situ, sekarang tidak ada ujian nasional, nilai raport akan jadi rujukan penerimaan,” sambungnya.

Terlebih prestasi, mesti diperjelas prestasi yang dimaksud di bidang akademik atau non akademik.

Non akademik, menilik prestasi siswa baik di olahraga maupun kesenian, dan minat bakat lainnya.

“Berprestasi kan ada dua akademik atau non akademik, olahraga maupun seni, indikator prestasinya apa, harus jelas,” tegasnya.

“Perlu diperhatikan, kalau dia berprestasi dia boleh di semua zona, itu perlu dipahami juga,”terangnya (Advertorial)

Share :

Berita Terkait

Advertorial

Jaga Silaturahmi, Wakil Ketua DPRD Kaltim Gelar Buka Puasa Bersama Dengan Wartawan, Ini Pesannya

Advertorial

Penasaran Kinerja Keuangan BUMD di Samarinda, Andi Harun Siapkan Waktu Diskusi ke BPK Kaltim

Advertorial

Soroti Silpa Terus Naik Setiap Tahun, Wakil Ketua DPRD Kaltim Minta Pemprov Maksimalkan Penyaluran Bantuan

Advertorial

Eratkan Silaturahmi, Pemkot dan DPRD Samarinda Buka Puasa Bersama, Ini Pesan Andi Harun
Andi Harun Wali Kota Samarinda saat diwawancara awak media, Rabu (16/6/2021)

Advertorial

Rekomendasi Dewan Terkait LHP BPK RI, Walikota Samarinda: Semua Saran Konstruktif

Advertorial

Evaluasi Proses Beasiswa Kaltim Tuntas, DPRD Kaltim Minta Kuota Penerima BKT Segmen Khusus Ditambah

Advertorial

Enam Daerah Wacanakan Pemekaran DOB, Samsun: Bisa Berikan Dampak Positif ke Masyarakat

Advertorial

Sidak ke Jalan Tanah Datar, Komisi III Geram, Sebut Negara Tak Peduli dengan Kaltim