Home / Advertorial

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 00:26 WIB

Tinjau Konsesi Milik PT TBB, Komisi III DPRD Samarinda Minta Perusahaan Perhatikan Pengelolaan Air di Lubang Tambang Miliknya

Suasana kunjungan lapangan ke lokasi tambang oleh Komisi III DPRD Samarinda

Suasana kunjungan lapangan ke lokasi tambang oleh Komisi III DPRD Samarinda

Kaltimminutes.co, Samarinda – Pada Kamis (14/10/2021) dan Jumat (15/10/2021) Komisi III DPRD Samarinda, mengagendakan tinjauan lokasi perusahaan tambang batu bara.

Tujuan tinjauan lapangan pada hari Jumat, Komisi III mendatangani perusahaan tambang di Samarinda Utara, yakni konsesi milik PT Tiara Bara Borneo (TBB).

PT TTB merupakan pemegang IUP yang beroperasi di Kota Tepian.

Dalam tinjauan ini, rombongan dewan yang berjumlah 8 orang, dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani.

Di lapangan, Komisi III menyisir seluruh lubang tambang yang ada di lokasi tersebut.

“Jadi begini Pak, ini kan ada lubang pit tambang, nanti ketika hujan biarkan saja dulu air tertampung di situ, setelah hujan reda, barulah air dipompa ke alam,” penyampaian Anhar, Anggota Komisi III kepada Purnomo Tri Cahyono, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT TBB.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Samarinda Apresiasi Langkah Pemkot Usulkan Pembiayaan 5 Proyek Infrastruktur ke Pemerintah Pusat

Sementara untuk target kunjungan lapangan ini, Komisi III berharap mendapat data menyeluruh terkait pengelolaan lingkungan penambangan oleh pihak perusahaan.

Di area perusahaan, para anggota dewan juga sempat berbincang dengan warga yang tinggal tidak jauh dari tanggul steling pum perusahaan

Warga bercerita tentang banjir yang kerap terjadi di permukiman mereka.

“Tolong diperhatikan warga sekitar Pak, jarak rumah warga dengan tambang ini sangat dekat sekali. Yang penting diatur air dari kolam biar enggak langsung besar mengalir ke anak sungai saat hujan,” saran Anhar lagi kepada Purnomo.

Baca Juga :  Evaluasi Proses Beasiswa Kaltim Tuntas, DPRD Kaltim Minta Kuota Penerima BKT Segmen Khusus Ditambah

Menanggapi masukan dari politisi PDI P tersebut, Purnomo mengatakan bakal menindaklanjuti masukan tersebut.

Menurut perwakilan perusahaan itu, air hujan yang masuk ke pit ia pastikan tidak keluar ke parit permukiman warga. Selain itu jika hujan datang, penambangan berhenti dua hari.

“Aturan pemerintah soal lingkungan hidup kami ikuti. Sedimen pump, steling pump, pumping, manajemen air sudah kami lakukan,” terangnya.

Selain itu kata Purnomo, laporan berkala juga sudah disampaikan kepada ESDM dan Gakkum DLH.

“Kami sudah memenuhi semua,” katanya. (advertorial)

Share :

Berita Terkait

Advertorial

Gelar Reses, Suriani Tampung Aspirasi Warga Sambutan Soal Penanganan Banjir hingga Semenisasi Jalan

Advertorial

Truk Bandel Antre BBM hingga ke Badan Jalan, Ketua Komisi I DPRD Samarinda Minta Polisi Tindak Tegas

Advertorial

Direktur PDPAU Dilantik, DPRD Samarinda Harapkan Beri Kontribusi ke PAD Atau Mending Ditutup

Advertorial

Tindak Lanjuti Tinjauan Lokasi Perumahan dan Perusahaan Tambang, Komisi III DPRD Samarinda Akan Bentuk Pansus Penanganan Banjir

Advertorial

Warga Sungai Kunjang Usulkan Penanganan Banjir di Reses Anggota DPRD Samarinda, Novi Sebut Akan Usulkan ke APBD 2022

Advertorial

DPRD Kaltim Gelar Paripurna PAW, Sumkawati Resmi Dilantik Jadi Anggota Dewan, Gantikan Alm Muspandi

Advertorial

Ketua Komisi III DPRD Samarinda Sumbang Ide Pengendalian Banjir, Bangun Banyak Kanal untuk Percepat Aliran Air ke Sungai

Advertorial

Andi Afif Rayhan Akan Berpindah ke Komisi I DPRD Samarinda, Tambang Ilegal Bakal Disorot