Home / Advertorial

Rabu, 20 Oktober 2021 - 01:59 WIB

Truk Parkir di Badan Jalan Jadi Penyebab Kecelakaan, Pemilik Kendaraan Dianggap Lalai dan Terancam Hukuman Pidana

Kejadian lakalantas, kendaraan roda 4 menabrak truk yang parkir di badan jalan saat mengantre BBM jenis solar di Samarinda, Selasa dini hari (19/10/2021)

Kejadian lakalantas, kendaraan roda 4 menabrak truk yang parkir di badan jalan saat mengantre BBM jenis solar di Samarinda, Selasa dini hari (19/10/2021)

Kaltimminutes.co, Samarinda – Truk parkir disaat tengah antre pengisian BBM, berulang kali telah memakan korban jiwa.

Pasalnya saat antre, truk tersebut bahkan berada di badan jalan. Kondisi ini membuat potensi kecelakaan sangat besar terjadi.

Terbatu, pada Selasa (19/10/2021) dini hari, dua orang pengendara roda empat menjadi korban kecelakaan, setelah menabrak truk yang terparkir.

Akibat kecelakaan itu, 1 orang meninggal dunia di lokasi kejadian. 1 lagi dalam keadaan kritis dan langsung dilarikan ke rumah.

Kecelakaan yang terus berulang, menarik perhatian DPRD Samarinda.

Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, Anggota DPRD Samarinda, kecelakaan tersebut diakibatkan oleh kelalaian sang sopir truk melakukan kelalaian.

Baca Juga :  Upaya Pemkot Samarinda Tingkatkan PAD, DPRD Samarinda Tanggapi Positif 

Kelalaian yang dimaksud adalah sang oknum sopir dianggap tidak bertanggungjawab memakai badan jalan untuk lahan parkir mengantri pengisian bahan bakar minyak (BBM).

“Pada dasarnya setiap orang dilarang memanfaatkan ruang jalan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan. Apalagi sampai jadi penyebab kecelakaan,” kata Afif, sapaan akrabnya dihubungi Selasa (19/10/2021).

Dalam ranah hukum, pemilik kendaraan dapat dijerat dengan hukum pidana.

Pertama, UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 287 ayat 1 yang berbunyi : “Parkir sembarangan dapat dikenakan Pasal 287 ayat (1), melanggar rambu-rambu atau marka dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling lama Rp 500.000”.

Baca Juga :  Apresiasi Kerja FKPM, Wakil Ketua DPRD Samarinda Sebut FKPM Berperan Ciptakan Situasi Kondusif Masyarakat

Kedua, UU Lalu Lintas Pasal 310 ayat (4) yang berbunyi : “Dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

“Jelas ini bisa dipidanakan. Karena masuk dalam unsur kelalaian,” paparnya. (advertorial)

Share :

Berita Terkait

Advertorial

Wawali Samarinda Terima Aspirasi dari Kalangan Tenaga Kerja Sosial 

Advertorial

Komisi I Duga Banyak Aset Bergerak Masih Dikuasai Pejabat yang Sudah Pensiun, Pansus Segera Cek Data di BPKAD Samarinda

Advertorial

Direktur PDPAU Dilantik, DPRD Samarinda Harapkan Beri Kontribusi ke PAD Atau Mending Ditutup

Advertorial

Pansus LKPJ Gubernur Kaltim Bergerak, Bakal Panggil BKD Soal Resapan Anggaran di Tahun 2020

Advertorial

Tindak Lanjuti Tinjauan Lokasi Perumahan dan Perusahaan Tambang, Komisi III DPRD Samarinda Akan Bentuk Pansus Penanganan Banjir

Advertorial

Rusmadi Apresiasi Warga Loa Bakung, Swadaya Budidaya Pepaya

Advertorial

Dinas PUPR Samarinda Kembangkan Aplikasi SiPaRet, Laila Fatihah: Jadi Contoh untuk OPD Lain Berinovasi

Advertorial

Godok Raperda Keolahragaan, DPRD Samarinda Dorong Peningkatan Fasilitas Olahraga dan Pemberian Bonus Atlet Berprestasi