Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Hukrim

Aksi Amoral Pria Paruh Baya di Samarinda, Cabuli Anak Tiri Berkali-kali

8
×

Aksi Amoral Pria Paruh Baya di Samarinda, Cabuli Anak Tiri Berkali-kali

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kekerasan seksual yang dilakukan seorang pria di Samarinda pada anak tirinya

Kaltimminutes.co, Samarinda — Aksi tak terpuji dilakukan seorang pria paruh baya kepada anak tirinya di Samarinda, Kalimantan Timur.

Kasus ini diungkap jajaran Polresta Samarinda usai ibu kandung korban membuat laporan ke pihak kepolisian.

Example 300x600

Tindak amoral itu terbongkar saat sang istri, ibu kandung korban memergoki suaminya sedang mencabuli sang anak. Akibatnya, sang istri yang tidak terima langsung melaporkan hal itu ke Polsek Samarinda Ulu.

“Betul, kasusnya ini terbongkar saat kepergok sama istrinya. Setelah itu dilaporkan ke kami, bersama anaknya (korban),” ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Ulu AKP Yasir, Selasa (20/2/2024) hari ini.

Setelah diamankan, pelaku berusia 52 tahun itu akhirnya mengakui semua perbuatannya. Kepada petugas, pria 52 tahun itu mengaku sudah cukup lama mencabuli si anak tiri.

Sekiranya, saat korban masih duduk di bangku sekolah dasar, hingga kini si anak tiri sudah menginjak usia 19 tahun.

Kejadian terakhir, diketahui pada Rabu (17/2/2024) kemarin.  Saat itu pelaku mendatangi korban yang berada di dalam kamar. Dengan cepat pelaku masuk dan segera mengunci pintu kamar korban agar leluasa melancarkan nafsunya.

Tetapi, belum sempat disetubuhi aksinya itu ketahuan oleh istrinya yang saat itu hendak membuang sampah dan aksi itu terlihat dari jendela kamar korban. Hal itu sontak membuat ibu korban geram dan langsung menggedor pintu kamar korban, minta suaminya keluar.

“Pengakuannya sudah berkali-kali disetubuhi, seminggu tiga kali dilakukan perbuatannya terhadap anak tirinya,” katanya.

Agar aksinya berjalan mulus, pelaku selalu menyertakan ancaman kepada sang anak saat melakukan aksi bejatnya tersebut.

“Iya selalu diancam, makanya dia ketakutan, setelah ketahuan baru anak ini mau ngomong,” tandasnya.

Akibat perbuatannya, pria paruh baya itu harus meringkuk di balik kurungan besi. Guna mempertanggungjawabkan perbuatan bejat pelaku kepada anak tirinya tersebut.

(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *