Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Hukrim

Ayah di Berau Tega Habisi Nyawa Anak Kandung, Motifnya Masih Didalami Pihak Kepolisian

25
×

Ayah di Berau Tega Habisi Nyawa Anak Kandung, Motifnya Masih Didalami Pihak Kepolisian

Sebarkan artikel ini
Ayah sadis di Sambaliung yang tega menghabisi buah hatinya yang masih berusia 3 tahun. (IST)

Kaltimminutes.co – Kasus pembunuhan kembali mengegerkan warga di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur pada Rabu (10/7/2024) pagi tadi. Sebab dari peristiwa berdarah itu, pelaku diketahui adalah ayah kandung dari balita berusia 3 tahun yang tewas menjadi korban.

“Iya betul, pelaku adalah ayah kandung korban. Sekarang sudah kami amankan,” ucap  Kapolres Berau AKBP Steyven jonly Manopo, melalui Kapolsek Sambaliung, AKP Amin Maulani.

Example 300x600

Meski pelaku telah diamankan namun pihak kepolisian masih mendalami motif sadis pelaku  bernama BA (35) yang tega menghabisi buah hatinya tersebut.

“Motifnya masih dalam penyelidikan,” tambahnya.

Lanjut dijelaskannya, aksi kejam pelaku itu pertama kali diketahui oleh sang istri yang tak lain ibu kandung korban. Kala itu, ibu korban yang mendengar suara anaknya tengah mendengkur cukup nyaring.

Penasara, ibu korban lalu menuju kamar sang anak. Namun, betapa terkejutnya dia saat mendapati wajah anaknya tengah disekap pelaku, dengan kondisi leher berlumur darah.

“Ibu korban langsung berteriak meminta pertolongan kepada tetangga sekitar untuk menyelamatkan anaknya,” katanya.

Meski sempat ditolong warga dengan membawa korban ke RSUD Dr Abdul Rivai, namun dipastikan nyawa bocah malang itu tak lagi tertolong.

Sementara saat diamankan, polisi mendapati keterangan dari pelaku. Yang mana kala itu pelaku tega menghabisi korban dengan cara menggorok leher sang buah hati menggunakan pisau dapur. Agar korban tak mengeluarkan suara, pelaku saat itu membekap wajah korban.

Meski telah diamankan, namun motif pelaku melakukan aksi kejinya itu masih terus diselidiki kepolisian. Meski sejumlah saksi mengatakan, kalau diduga kuat pelaku nekat melakukan aksinya karena depresi.

“Mungkin depresi, pelaku sering bengong dan melamun. Tapi pastinya masih terus kami dalami,” tandasnya.

(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *