Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Hukrim

Balita di Loa Bakung Tewas Setelah Tertimpa Beton Roboh

3
×

Balita di Loa Bakung Tewas Setelah Tertimpa Beton Roboh

Sebarkan artikel ini

Kaltimminutes.co, Samarinda – Pasangan suami istri Benediktus (32) dan Maria Imakulata (25) mengalami saat-saat yang memilukan. Betapa tidak, buah hati mereka yang bernama Maria Novanti Mone (4), harus tewas tertimpa runtuhan dinding beton pada Kamis (27/2/2020) dini hari, sekira pukul 03.00 Wita.

Kejadian ini terjadi di Jalan KH Hasyim Ashari, RT 33, Kelurahan Loa Bakung, Sungai Kunjang di kediaman mereka, tepatnya yang merupakan sebuah Mess PT Hartati Jaya Plywood (HJP) yang telah gulung tikar pada 2010 lalu.

Example 300x600

Diduga bangunan tempat mereka bermukim telah lapuk termakan usia, hingga saat di mana Maria Novanti harus menjadi korbannya akibat tertimpa langsung reruntuhan puing beton hingga mengalami luka berat di kepala, dan menyebabkannya meninggal dunia.

Sedangkan Maria Imakulata sang ibu, yang tidur tepat bersisian dengan anaknya, mengalami patah tulang di kedua pahanya. Informasi dihimpun dari Sumitro (51) tetangga Benediktus menuturkan, saat itu dirinya terbangun lantaran mendengar suara gaduh yang terjadi.

“Tapi saya enggak paham karena mereka ngomong pakai bahasa daerah,” jelasnya.

Coba mencari tahu keadaan yang terjadi di kediaman Benediktus, Sumitro subuh hari tadi keluar dan mengetuk pintu tetangganya. Ketika pintu terbuka, tatapan Sumitro terbelalak karena melihat Benediktus menggendong buah hatinya dengan berlumuran darah.

Sementara itu, istrinya diketahui menggeser badannya hingga ke dekat pintu untuk mencari pertolongan. Beruntung tetangga mereka lainnya, merupakan seorang sopir truk dan segera mengantarkan keluarga ini menuju rumah sakit terdekat.

Sementara itu, Ketua RT 33, Bayu Kurniawan mengatakan saat mengetahui hal tersebut dirinya langsung menuju ke lokasi kejadian.

Bayu menduga, pemicu robohnya tembok tersebut diduga akibat mess yang telah termakan usia. Belum lagi ditambah getaran dari kendaraan besar yang kerap melintasi kawasan tersebut.

“Selain itu ada juga akar pohon yang membuat bangunan retak dan semakin rawan,” duganya.

Selanjutnya diketahui, jenazah Maria Novanti Mone telah dikebumikan. Sedangkan sang ibu yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit terpaksa harus melanjutkannya di rumah keluarga mereka, di Gang Pusaka, Kelurahan Karang Asam Ulu, Sungai Kunjang karena terhalang pembiayaan administrasi medis.

“Makanya dibawa ke rumah keluarganya. Ya, memang mereka lagi perlu uluran tangan untuk kondisi sekarang, semoga ada yang berbesar hati,” tutupnya. (rkm//)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *