Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Ragam

Belum Ada Temuan di Kaltim, RSUD AWS Samarinda Siapkan Fasilitas Hadapi Penyebaran COVID-2019

233
×

Belum Ada Temuan di Kaltim, RSUD AWS Samarinda Siapkan Fasilitas Hadapi Penyebaran COVID-2019

Sebarkan artikel ini

 

Kaltimminutes.co, Samarinda – Wabah virus corona (COVID-2019), telah menjangkiti Indonesia. Dua orang di Depok, dinyatakan positif terpapar corona.

Di Kaltim, sudah ada 4 warga yang dipantau intens di Balikpapan, karena diduga suspek virus corona.

Penanganan dilakukan oleh berbagai pihak, baik KKP dan Diskes Kaltim yang memperketat pintu masuk ke Kaltim, hingga RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, yang tengah mempersiapkan fasilitas medis.

dr Arysia Andhina, Humas RSUD AWS Samarinda, menyampaikan pihaknya memiliki perlengkapan medis standar internasional untuk penanganan pasien COVID-2019.

Salah satu peralatan medis yang disiapkan adalah baju proteksi atau baju pelindung anti virus. Baju pelindung yang menyerupai baju astronot ini disiapkan untuk penanganan pasien COVID-2019.

“Kami di AWS punya baju astronot. Saya kurang tahu berapa jumlah pastinya, tapi kami sudah siapkan itu untuk melakukan penanganan bila ada kasus COVID-2019 ditemukan di Kaltim,” kata Arysia.

Selain itu, AWS Samarinda juga dilengkapi fasilitas ventilasi udara bagi pasien pengidap corona yang mengalami gagal pernafasan. Sebab diketahui, gagal nafas adalah kondisi paling parah untuk pasien corona.

“Misalnya pasien gagal nafas, kami siapkan ventilator udara untuk pasien. Karena kan kondisi paling parah dari corona ini kan gagal nafas,” jelasnya.

Untuk ruang isolasi, RSUD AWS Samarinda menyiapkan dua ruang isolasi, yakni satu ruangan khusus pasien suspek dan ruangan konfirmasi, bila pasien tersebut telah dinyatakan positif corona.

“Kita tidak berharap ada temuan kasus corona di Kaltim, pun bila terjadi sekelas suspek pun harus kami isolasi. Tahapannya ada tiga, pemantauan, suspek, dan konfirmasi. Kami siapkan dua ruangan isolasi, ruang suspek dan ruang konfirmasi,” bebernya.

Tahapan penanganan yang diduga terpapar virus corona, pihak rumah sakit, bekerjasama dengan KKP dan Diskes Kaltim, untuk melakukan pemantauan terhadap warga yang dicurigai terpapar corona. Setelah pemantauan yakni dilakukan screening terdapat yang bersangkutan, status warga tersebut bisa saja ditingkatkan menjadi suspek, atau dicurigai terjangkit corona.

Pada status suspek ini, pasien langsung diisolasi di AWS Samarinda.

“Bila nantinya sudah dianggap suspek, maka yang bersangkutan tidak lagi masuk UGD, namun langsung masuk ruang isolasi,” tegasnya.

Di ruang isolasi suspek, pasien akan menjalani pemeriksaan darah dan pengecekan mendalam lainnya. Hasil pengecekan tersebut akan dikirim ke Jakarta, untuk pengecekan lanjutan selama beberapa hari. Hasil dari pengecekan dari Jakarta inilah, akan diketahui pasien tersebut positif corona atau tidak.

“Dalam ruangan isolasi akan dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap pasien, mulai dari cek darah hingga pemeriksaan lainnya. Hasil pengecekan ini akan dikirim ke Jakarta. Setelah beberapa hari akan didapat hasil konfirmasi. Bila positif, pasien akan masuk ruangan khusus lainnya, yakni ruang konfirmasi,” pungkasnya. (rkm//)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *