Kaltimminutes.co, Samarinda – Pemerintah Republik Indonesia telah melakukan evakuasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) di Wuhan, China. Sebanyak 243 warga yang saat ini berada di Natuna, untuk menjalani karantina selama 15 hari.
Dari ratusan warga yang dikarantina di Natuna, ada 14 mahasiswa asal Kaltim yang juga turut dievakuasi.
Komisi IV DPRD Kaltim, turut melakukan pemantauan terhadap kondisi mahasiswa asal Bumi Etam tersebut.
Rusman Yaqub, Ketua Komisi IV Kaltim menyebut, pihaknya mempercayakan penanganan wara yang dikarantina ini kepada Kementerian Kesehatan dan kementerian terkait. Dijelaskan Rusman, bahwa kondisi 14 warga Kaltim di Natuna dalam keadaan sehat, dan berkomunikasi dengan baik dengan pihak keluarganya.
“Kami percayakan kepada Kementerian Kesehatan RI dan kementerian terkait untuk menangani karantina 14 mahasiswa Kaltim di Natuna. Karena semua warga Indonesia yang tengah dikarantina di Natuna, masih bisa komunikasi dengan pihak keluarga dengan baik,” kata Rusman Yaqub, dikonfirmasi Jumat (7/2/2020).
Ditanya terkait rencana penjemputan 14 warga Kaltim di Natuna pasca karantina, Rusman Yaqub menyatakan, bila pemerintah pusat menyerahkan penjputan tersebut ke pemerintah daerah masing-masing yang warganya ada di Natuna.
Maka DPRD Kaltim akan mendorong Diskes dan Dinsos Kaltim untuk berkoordinasi dengan kementerian terkait rencana penjemputan.
“Bila pemerintah pusat menyerahkan penjemputan ke pemerintah daerah masing-masing warga yang dikarantina. Maka Dinas Kesehatan Kaltim atau dinas sosial, untuk berkoordinasi ke kementerian melakukan penjemputan itu,” jelasnya.
Yang tidak kalah penting, Ketua DPW PPP Kaltim ini juga menyebut, masyarakat jangan sampai memberi stigma negatif kepada 14 warga Kaltim yang tengah menjalani masa karantina ini. Sebab, hal tersebut bisa memberikan tekanan sosial hingga berdampak pada psikologi mereka.
“Ketika 14 mahasiswa itu telah dinyatakan bebas dari virus itu oleh pemerintah, mestinya masyarakat harus percaya. Jangan diberi stigma negatif atau dihindari, karena mereka bisa dapat tekanan sosial itu, sehingga bisa berdampak pada psikologis mereka,” tegasnya.
“Jadi bila sudah dinyatakan dengan otentik negatif terpapar virus corona, ya masyarakat tidak perlu lagi mendramatisir. Berarti kan ditangani dengan baik,” pungkas Rusman Yaqub. (rkm//)
















