Home / Hukrim

Jumat, 8 April 2022 - 22:44 WIB

Brimob Gadungan Tipu 6 Wanita, Diamankan Polres Berau

AT seorang pria yang mengaku sebagai anggota Brimob yang berhasil melakukan penipuan terhadap 6 wanita dan 1 di antaranya berbadan dua. (IST)

AT seorang pria yang mengaku sebagai anggota Brimob yang berhasil melakukan penipuan terhadap 6 wanita dan 1 di antaranya berbadan dua. (IST)

Kaltimminutes.co, Samarinda  – Seorang pria berinisial AT harus berhadapan dengan Unit Opsnal Satreskrim Polres Berau pada Kamis (7/4/2022) kemarin, setelah mengaku sebagai personel Bimob gadungan.

AT yang berusia 34 tahun itu sejatinya berprofesi sebagai tukang mebel dan untuk mendapatkan uang lebih dirinya berpura-pura menjadi anggota Brimob dan berhasil menipu beberapa wanita.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Ferry Putra Samodra bahwa pria kelahiran Samarinda itu telah menipu 6 orang wanita.

“Dari hasil pengembangan ada enam korban, satu di antaranya hamil,” ungkap Ferry dalam siaran persnya, Jumat (8/4/2022).

Lanjut dijelaskannya, kasus penipuan AT terbongkar berkat laporan warga yang mengatakan jika ada seorang anggota Brimob yang tidak membayar makanan.
Satreskrim yang menerima laporan tersebut kemudian memastikan ke Brimob Batalyon C Pelopor terkait aduan tersebut.

Tetapi diketahui, tidak ada anggota Brimob yang melakukan perbuatan tersebut. Tak berhenti sampai disitu, polisi yang terus melakukan penyelidikan kembali menemukan aduan dari seorang perempuan yang mengaku sebagai kekasih AT.

Baca Juga :  Kronologis Seorang Pria di Berau Tewas dengan Dua Luka Tikam, Terlibat Cekcok Setelah Pesta Miras

“Dia (korban) mengaku dipacari pelaku, setelah dikroscek ulang ternyata yang bersangkutan tidak ada keanggotaan atas nama pelaku,” lanjut Ferry.

Atas dasar laporan tersebut, Satreskrim Polres Berau bersama Brimob Batalyon C Pelopor pun segera melakukan tindaklanjut terhadap perilaku AT.

Walhasil, setelah beberapa waktu diburu AT berhasil dirungkus dari pelariannya di dalam kawasan hutan Berau. Setelah diamankan, petugas gabungan lantas menggeledah kos milik AT dan ditemukan adanya atribut lengkap milik Brimob yang digunakan untuk menipu para korbannya.

Selain itu polisi juga menemukan barang bukti lain berupa 1 buah senjata panjang mainan, 1 buah body face lengkap dengan lambang gegana brimob, 2 lembar kaos hitam, 1 jaket berlogo Brimob, dan 1 buah tas warna merah.

Selain itu juga ditemukan baju dinas PDL warna hitam berpangkat Bharatu dan 1 rekaman video milik AT menggunakan baju dinas Brimob. Polisi menyebut, jika AT melakukan aksinya itu dengan modus berkenalan dengan para korbannya melalui aplikasi dating.

“Setelah berkenalan, kemudian pelaku mulai melakukan tipu muslihatnya dengan rayuan, dan sebagainya hingga dipacarilah korban. Kemudian pelan-pelan dia mulai meminta uang kepada korban untuk kebutuhan pribadinya,” jelasnya.

Baca Juga :  Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi PT AKU, Terungkap Kerja Sama Tanpa Persetujuan Dewan Pengawas

Meski dari penyelidikan korban berjumlah 6 orang, namun diduga masih ada 3 korban lainnya yang belum melapor, sebab tiga orang lainnya berada di luar Kabupaten Berau.

“Tetapi dari hasil pemeriksaan yang masuk unsurnya itu ada enam orang,” jelas Ferry.

Sementara itu, kepada awak media AT mengaku jika ketertarikannya menjadi Brimob gadungan saat dia iseng mengedit fotonya berseragam Korps Bhayangkara tersebut.

“Ternyata pas saya pasang banyak yang mengira saya brimob,” kata dia.

Berbekal dukungan di media sosial, AT lantas memulai aksi penipuannya dengan cara membeli atribut Brimob di toko online.

Diduga AT sudah melakukan aksinya selama satu tahun atau tepatnya sejak tahun 2021. Kendati mengaku menyesal, namun perbuatan AT tetap harus dipertanggungjawabkan dihadapan hukum.

Atas perbuatannya, tersangka kemudian dijerat dengan Pasal 378, Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman paling lama 8 tahun kurungan penjara.

(*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Tega Aniaya Nenek 66 Tahun, Seorang Cucu di Kukar Diamankan Pihak Kepolisian

Hukrim

Ditetapkan sebagai Tersangka, Bupati Bogor Ade Yasin Sebut Menanggung Ulah Anak Buah

Hukrim

Dinyatakan Bersalah, Pemberi Suap Bupati AGM Divonis 2 Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Juta

Hukrim

Tega Gagahi Putri Kandungnya hingga Hamil, Seorang Ayah di Kutim Diamankan Petugas

Hukrim

Setubuhi Cucu Disabilitas hingga Hamil, Kakek 72 Tahun di Samarinda Mendekam di Balik Jeruji Besi

Hukrim

Diduga Terima Suap untuk Hilangkan Surat Panggilan Pengadilan, Tiga Pegawai ESDM Dilaporkan ke Polisi

Hukrim

Pria di Bulungan Rudapaksa dan Bunuh Lansia, Pelaku Dibekuk Usai Tiga Hari Melarikan Diri

Hukrim

Karyawan Bank Bergaji Rp60 Juta Nekat Lakukan Aksi Perampokan, Rupanya Terlilit Utang Sebesar Rp5 Miliar