Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Ragam

Cegah Stunting, 14.693 Siswi di Balikpapan Serentak Minum Tablet Tambah Darah

17
×

Cegah Stunting, 14.693 Siswi di Balikpapan Serentak Minum Tablet Tambah Darah

Sebarkan artikel ini
Siswi di Kota Balikpapan secara serentak meminum tablet tambah darah (TTD)

Kaltimminutes.co, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan, ikut berpartisipasi dalam Pemecahan Rekor MURI Minum Tablet Tambah Darah (TTD) Serentak di Sekolah Seluruh Indonesia.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk kegiatan Aksi Bergizi dan dirangkai dengan teleconference Menteri Kesehatan dengan Pimpinan Daerah, perwakilan sekolah dan perwakilan siswa, Rabu (26/10/22).

Example 300x600

“Serentak kegiatan pemberia penambahan gizi penambah darah, di Kota Balikpapan ada 47 sekolah secara serentak melakukannya,” ujar Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, saat meninjau pelaksanaan pemecahan rekor muri tersebut di SMPN 1 Balikpapan dan SMAN 1 Balikpapan.

Menurutnya kegiatan hari ini juga untuk mencegah stunting pada anak, dengan komitmen ini diharapkan anak-nak dapat tumbuhnya dengan sehat.

“Ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk menjadikan anak yang cerdas, sehat, dan kuat,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Balikpapan ini mengatakan tentunya dengan nilai gizi yang ditanamkan dan diberikan kepada anak-anak sekolah ini dapat menjadikan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih unggu lagi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, mengatakan total siswi di Kota Balikpapan ada 26.946 siswi, dari jenjang SMP SMA, MTs dan sederajat. Dari total tersebut siswi yang meminum tablet penambah darah hari ini ada 14.693.

“Kegiatan ini akan berlangsung terus, untuk di Balikpapan menetapkan tiap hari Jumat, pemerintah menyiapkan vitaminnya dari pusat atau APBD Kota Balikpapan, dari puskesmas ke sekolah melalui UKS,” kata Andi Sri Juliarty.

Kita harapkan di rumah masing-masing siswi juga bisa meminum secara mandiri, tujuan jangka pendek juga untuk serta mencegah anemia.

“Tujuan jangka panjang kita menyiapkan calon ibu yang sehat, sehingga mencegah kasus stunting,” katanya.

Ia juga meminta siswi dapat mengkonsumsi makanan yang bergizi, dan olahraga yang teratur. Dibutuhkan komitmen pihak sekolah dan semua pihak membimbing siswi ini menjadi pembina UKS. (*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *