Home / Hukrim

Rabu, 7 Desember 2022 - 21:42 WIB

Edarkan Narkoba, Tiga Residivis di Samarinda Kembali Diciduk Polisi

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli saat memimpin rilis ungkapan kasus sabu dari tiga pelaku yang merupaka  residivis kasus serupa. (IST)

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli saat memimpin rilis ungkapan kasus sabu dari tiga pelaku yang merupaka residivis kasus serupa. (IST)

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kasus peredaran narkoba di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) kembali diungkap pihak kepolisian.

Kasus teranyar itu, petugas dari Unit Reskrim Polsek Samarinda Kota mengamankan tiga pelaku yang diketahui telah beraksi mengedar sejak setahun terakhir dan berstatus resdivis kasus serupa.

Ketiganya adalah Samsul Bahri (30), Deki Ferdiansyah (21) dan Muhammad Irfandi (19) yang dibekuk pada Minggu (20/11/2022) lalu dengan barang bukti 17 poket sabu.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli mengatakan pengungkapan itu bermula dari laporan masyarakat di Jalan Rajawali, Kecamatan Sungai Pinang kerap kali terjadi penyalahgunaan narkoba.

Dari laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan di sekitar lokasi hingga dilakukan penggerebekan di salah satu indekos.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia, Kejagung Tetapkan Dua Tersangka

“Saat itu ditemukan pelaku bernama Deki, dan dilakukan penggeledahan. Ditemukan dua poket sabu dan 1 timbangan,” ucap Kombes Pol Ary saat menggelar pers rilis di Halaman Polsek Samarinda Kota, Rabu (7/12/2022).

Saat diinterogasi, Deki mengaku bahwa barang haram itu milik seseorang bernama Samsul Bahri.

Dari keterangannya, pengembangan dilakukan ke kediaman Samsul di Jalan Hasan Basri, Gang 1, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang.

“Di sana kami kembali amankan dua pelaku lainnya, Samsul dan Irfandi. Dari Samsul kami mengamankan 15 poket sabu siap edar, dari dompet kecil yang dipegang pelaku, uang tunai Rp 200 ribu,” ungkapnya.

Baca Juga :  [Siaran Pers] Soal Drama Polemik Perpanjangan Izin IUPK PT Arutmin, PWYP Indonesia Sebut Pemberian SK IUPK Tidak Mengejutkan

Kombes Pol Ary mengungkapkan bahwa peran masing-masing pelaku yakni, Samsul sebagai pemilik barang. Sedangkan, dua orang lainnya merupakan kurir yang mengedarkan.

“Sudah setahun beraksi, dan memang ketiganya ini merupakan residivis dengan kasus yang sama,” imbuhnya.

Sementara, saat ditanya terkait dari mana asal mula barang haram tersebut, Kombes Pol Ary menjelaskan bahwa masih dalam pedalaman pihaknya.

“Ini masih kami dalami, karena pelaku masih belum mau bicara,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, ketiganya dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara.

(*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Kasus Pembunuhan Pemulung di TPA Bukit Pinang Samarinda, Pelaku Jalani 15 Adegan Rekonstruksi

Hukrim

Dalami Kasus Dugaan Korupsi Ekspor Minyak Goreng, Kejagung Geledah 10 Lokasi

Hukrim

Polres Bontang Bekuk Dua Pengedar Narkoba, Pelaku Pesan Sabu dari Lapas Narkotika Samarinda

Hukrim

Laporkan Ferdinand Hutahaean ke Bareskrim Polri, KNPI Sebut Sangat Tidak Pancasilais

Hukrim

Dua Pria Edarkan 10,04 Gram Narkoba dengan Sistem Jejak, Berhasil Diamankan Pihak Kepolisian

Hukrim

Dor ! Terdengar Suara tembakan, Salah Satu Pengunjung THM di Samarinda Nyaris Kena Peluru

Hukrim

KPK Kembali Tetapkan Abdul Gafur Mas’ud sebagai Tersangka, Kali Ini Terkait Kasus Dugaan Korupsi Penyertaan Modal Benuo Taka

Hukrim

Berawal dari Kekesalan Istri, Pasutri Asal Sukabumi Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Injak Alquran