Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Ragam

Efek Samping Vaksin AstraZeneca Jadi Perbincangan, Kemenkes Imbau Masyarakat Tak Perlu Khawatir

11
×

Efek Samping Vaksin AstraZeneca Jadi Perbincangan, Kemenkes Imbau Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Sebarkan artikel ini
Kepala Biro (Kabiro) Komunikasi Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi

Kaltimminutes.co – Baru-baru ini heboh kabar efek samping vaksin Covid-19 AstraZeneca yang bisa menimbulkan pembekuan darah.

AstraZeneca, perusahaan yang memproduksi vaksin Covid-19 dengan merek Covishield, mengakui produknya itu dapat menyebabkan efek samping langka. Termasuk pembekuan darah dan jumlah trombosit yang rendah.

Example 300x600

Hal ini lantas mendapat respon dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kemenkes memastikan dampak vaksin AstraZeneca terjadi paling lama 6 bulan setelah waktu penyuntikan.

Hingga saat ini, Kemenkes memastikan belum ada warga Indonesia yang terkena dampak vaksin AstraZeneca.

Demikian Kepala Biro (Kabiro) Komunikasi Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam keterangannya, Senin (6/5/2024).

“Paling lama adalah enam bulan sesudahnya, jadi kalau sudah lebih dari enam bulan mendapatkan vaksin Astrazeneca, kalau ada penyakit pembekuan darah itu bisa dipastikan bukan Astrazeneca,” ucap Nadia.

Nadia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak merasa khawatir perihal dampak dari vaksin AstraZeneca.

Sebab hingga kini, Kemenkes belum menemukan gejala adanya pembekuan darah akibat Vaksin AstraZeneca.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena kami belum menemukan gejala atau menyimak laporan terkait adanya pembekuan darah,” ujar Nadia.

Selain itu, lanjut Nadia, pembekuan darah akibat vaksin AstraZeneca terjadi pada orang-orang yang punya riwayat kehamilan dengan keguguran berulang.

“Sebenarnya pembekuan darah ini terjadi pada orang-orang yang punya risiko tadi, orang yang punya riwayat kehamilan dengan keguguran berulang, orang yang punya riwayat sakit karena pembekuan darahnya tidak baik. Pada orang-orang yang seperti ini sebaiknya tidak diberikan vaksin Astrazeneca,” jelas Nadia.

Lalu Nadia dikonfirmasi, bagaimana fakta adanya kasus dampak vaksin AstraZeneca yang terjadi di Inggris.

Nadia menuturkan, respons imunitas masing-masing orang terhadap vaksin AstraZeneca berbeda.

“Sebenarnya, standarnya yang perlu kita lihat adalah secara genetik vaksin ini kan respons masing-masing orang imunitas berbeda ya, dan berpengaruh dengan genetik ras serta pola hidup ya, karena kan kalau kita lihat angka kejadian pembekuan darah di Eropa jauh lebih tinggi dibandingkan orang Asia,”pungkasnya.

(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *