Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Advertorial

Gelar Hearing dengan Para Pedagang PKL Tepian Mahakam, DPRD Kota Samarinda Sebut Premanisme dan Jukir Liar yang Harus Ditindak

18
×

Gelar Hearing dengan Para Pedagang PKL Tepian Mahakam, DPRD Kota Samarinda Sebut Premanisme dan Jukir Liar yang Harus Ditindak

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fuad Fakhruddin

Kaltimminutes.co, Samarinda – DPRD Samarinda Hearing dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Samarinda dan Ikatan Pedagang Tepian Mahakam (IPTM) pada Senin (3/10)

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fuad Fakhruddin mengatakan bahwa masalah di Tepian Mahakam itu lebih terfokus pada prakti premanisme dan juru parkir liar.

Example 300x600

“Jukirnya yang bermasalah, artinya yang ditindak seharusnya jukir,” kata Faud.

Berdasarkan pemaparan masing-masing pihak, Komisi II DPRD Samarinda disebutnya, meminta pemkot untuk mengkaji ulang penertiban PKL di Taman Tepian Mahakam yang per hari ini, sudah tidak boleh lagi menggelar rombong mereka.

“Karena menurut informasi mereka (pedagang, Red) minta diberikan ruang untuk komunikasi tapi langsung ditindak seperti itu,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua IPTM Samarinda, Hans Meiranda Ruauw, merasa sangat bersyukur karena pihaknya dapat diterima dengan baik.

Ia juga menceritakan kronologi terkait penutupan Tepian Mahakam itu sejak awal diizinkan berjualan.

“Ada perbedaan sudut pandang antara pemerintah yang menutup dengan kami yang menilai itu tidak tepat,” ujar Hans

Menurutnya, IPTM yang sebelumnya membawahi 27 lapak PKL dari 81 anggota telah melaksanakan kewajibannya.

Yaitu berjualan dan menjaga taman dan melarang parkir pengunjung di Tepian Mahakam.

“Penutupan ini tentu cukup berat, tapi kami menghormati prosedur yang sedang diupayakan oleh DPRD, artinya kami tutup dulu mengikuti pemerintah,” pungkasnya.

(Advertorial)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *