Home / Ragam

Senin, 17 Januari 2022 - 20:38 WIB

Harga Minyak Goreng Mahal, Pemkot Samarinda Distribusikan 500 Liter Minyak Goreng Murah Setiap Kelurahan

Ilustrasi Minyak Goreng (Sumber Foto: Liputan6.com)

Ilustrasi Minyak Goreng (Sumber Foto: Liputan6.com)

Kaltimminutes.co, Samarinda – Minyak goreng mengalami kenaikan harga sejak bulan Desember 2021 hingga awal Januari 2022.

Diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Samarinda Sugeng Charuddin, Senin (17/1/2022). Kenaikan ini menurutnya karena dipicu gejolak global karena pasokan minyak nabati dunia menurun.

“Kenapa harga minyak goreng ini naik? Pertama, karena faktor bahan baku. Kedua, karena persoalan harga minyak goreng bukan hanya terjadi di Kota Samarinda tetapi se-Indonesia akibat gejolak global tadi,” ucap Sugeng sapaannya.

Bedasarkan pantauan Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Kota Samarinda, harga minyak goreng di pasaran saat ini berada pada kisaran harga Rp 20.000 per liter. Akibat kenaikan harga minyak goreng ini  maka kenaikan inflasi di kota Samarinda mencapai 2,3 persen.

Baca Juga :  Target PAD Samarinda, Wali Kota Andi Harun Minta OPD Bekerja Maksimal

Melihat fenomena tadi, Sekda mengintruksikan agar pemerintah bisa hadir ditengah masyarakat untuk melakukan strategi khusus atau langkah jitu agar masyarakat kurang mampu bisa tetap mendapatkan minyak goreng.

“Salah satunya melalui gerakan yang dipelopori Kementerian Perdagangan menjual dengan harga murah. Alhamdulillah Kota Samarinda sendiri mendapat jatah 30 ribu liter minyak goreng dari Kementerian Perdagangan yang nantinya distribusikan kepada seluruh warga yang memerlukan dengan harga murah, utamanya kategori warga tidak mampu,” paparnya.

Baca Juga :  Diduga Langgar Aturan Perekrutan Atlet, Kontingen Kutim Gugat Penggunaan Atlet Luar Daerah di Porprov Berau

Dimana dari 30 ribu liter tadi, jelas Sugeng setiap Kelurahan hanya mendapat jatah 500 liter minyak goreng dan akan dijual dengan harga Rp 14.000 per liter. Dalam mendistribusikannya pun sambung dia, akan menggunakan strategi yang sama seperti kenaikan bawang putih tahun lalu. Dimana Pemkot akan melibatkan Rukun Tetangga (RT) setempat.

“Strateginya menjualnya nanti hampir mirip dengan bawang putih kemarin, bedanya untuk minyak goreng kan sedikit sehingga pergerakannya lebih masif dan hanya di peruntukkan masyarakat yang kurang mampu.” Terangnya.

(*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Anggota DPRD Posting Sisi Positif Omnibuslaw, Pokja 30: Itu Menyakiti Perasaan Publik

Ragam

Pimpin Upacara Penyambutan Purna Tugas Satgas Yonif Raider 613/Raja Alam, Ini Harapan Pangdam VI/Mlw 

Ragam

Andi Harun Apresiasi Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Mal Lembuswana, Begini Katanya

Ragam

Belum Ada Izin Mendagri, Pelantikan 15 Kepsek di Samarinda Terancam Tidak Sah

Ragam

Pembangunan Drainase MT Haryono Tak Dilanjutkan Pemprov Kaltim, Kadis PUPR Sebut Telah Diambil Alih Pemkot Balikpapan

Ragam

Balikpapan Alami Peningkatan Covid-19, Kapolda Kaltim Imbau Masyarakat Batasi Kegiatan di Luar

Ragam

Formula E Diklaim Tak Pakai APBD, PDIP dan PSI Beri Tanggapan

Ragam

Dorong Penanganan Banjir di Samarinda, Novan Syahronny Imbau Perusahaan Batu Bara Beri Kontribusi