Home / Hukrim

Jumat, 5 November 2021 - 18:09 WIB

Akibat Kasus Penganiayaan Muhammad Kace, Dua Petugas Rutan Diberi Sanksi

ilustrasi lapas / berkatnewstv.com

ilustrasi lapas / berkatnewstv.com

Kaltimminutes.co – Kasus penganiayaan terhadap tersangka penistaan agama, Muhammad Kace berbuntut di tahannya dua petugas rumah tahanan (Rutan) Bareskrim Polri bernama Bripka Wandoyo Edi dan Bripda Saep Sigit.

Hal itu dikarenakan  Keduanya dianggap lalai saat bertugas hingga terjadi penganiayaan terhadap tersangka, Muhammad Kace.

Dalam keterangan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri, Kombes Ahmad Ramadhan menyebutkan bahwa keputusan itu didasarkan pada hasil sidang disiplin yang dijalankan keduanya pada Rabu 3 November 2021.

“Hasil sidang disiplin pelanggaran disiplin terhadap 2 anggota jaga tahanan pada tanggal 3 Nopember 2021 telah memberikan sanksi penempatan khusus (patsus) selama 7 hari di Div Propam Polri,” kata Ramadhan saat dikonfirmasi, Jumat (5/11).

Dalam perkara ini, kata dia, keduanya bukan ditahan sebagaimana merupakan hukuman bagi pelanggar tindak pidana. Menurutnya, kedua polisi yang berperkara itu bersalah dalam dugaan pelanggaran disiplin karena dinilai lalai mengawasi Rutan Bareskrim Polri.

Baca Juga :  Polisi Gagalkan Pengedaran 1.028 Pil Ekstasi di Samarinda, Dua Orang Diburu

“Bukan ditahan. Kalau ditahan itu kan tindak pidana. Tapi ini istilahnya penempatan khusus. Kalau tahanan itu dia pidana, dia kan bukan melanggar pidana tapi melanggar disiplin,” jelasnya.

Bareskrim menetapkan lima tersangka dalam perkara itu termasuk Irjen Napoleon Bonaparte. Dalam kasus yang disidik oleh Bareskrim, tak ada petugas tahanan yang dijerat sebagai tersangka

Empat tersangka lainnya merupakan tahanan ataupun narapidana yang ditempatkan di Rutan Bareskrim.

Mereka ialah tahanan kasus uang palsu berinisial DH, lalu narapidana kasus Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) berinisial DW, narapidana kasus penipuan dan penggelapan berinisial H alias C alias RT dan narapidana kasus perlindungan konsumen berinisial HP.

Baca Juga :  Diduga Lakukan Penipuan Bermodus Arisan Online, Istri Polisi di PPU Dijadikan Tersangka

Ia menjelaskan bahwa Napoleon dipersangkakan melanggar Pasal 170 jo 351 KUHP tentang penganiayaan dan pengeroyokan. Merujuk Pasal 170, tersangka diancam pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Sementara, sejumlah aparat kepolisian yang menjaga tahanan diproses oleh Propam. Kepala Rutan Bareskrim Polri, AKP Imam Suhondo dan anak buahnya melanggar Peraturan Pemerintah nomor 2 tahun 2003 pasal 4 (d) dan (f). Yakni, pelanggaran tidak melaksanakan disiplin, tidak melaksanakan SOP dalam melakukan jaga tahanan, serta pelanggaran terkait peraturan kedinasan. (*)

Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Kasus Penganiayaan Kace, Dua Petugas Rutan Ditempatkan di Sel Khusus”.   https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211105142632-12-717147/kasus-penganiayaan-kace-dua-petugas-rutan-ditempatkan-di-sel-khusus.

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Era Jokowi-Ma’ruf, Sudah Tiga Jurnalis Dipenjara Pakai Jerat UU ITE

Hukrim

Kaget Listrik Padam, Ternyata Kantin dan Koperasi Rutan Klas II A Hangus Dilalap Api

Hukrim

Imbas Aksi Demo Berujung Ricuh, Polisi Buru Peserta Aksi Anarkis

Hukrim

Dugaan Kasus Cek Kosong Menjerat Hasanuddin Mas’ud, Pengamat Hukum Unmul Sebut Sudah Berada dalam Ranah Penipuan

Hukrim

Bisnis Prostitusi Online Terus Menjamur, Polisi Kembali Amankan 15 Pelaku

Hukrim

Tambang Ilegal di Berau Meresahkan Warga, Jatam Kaltim Desak Kepolisian Tindak Tegas

Hukrim

Kasus Prostitusi Anak Dibawah Umur di Samarinda, Muncikari Terancam Kurungan 15 Tahun Penjara

Hukrim

Dibahas Dalam Persidangan, Ismunandar Disebut Minta Sejumlah Rupiah Untuk Maju di Pilbup Kutim