Home / Hukrim

Sabtu, 13 November 2021 - 18:57 WIB

Dalami Kasus Kematian Rabiatul Adawiyah , Empat Orang Kembali Diperiksa Polisi Terkait Prostitusi Online

ilustrasi prostitusi Online / reqnews.com

ilustrasi prostitusi Online / reqnews.com

Kaltimminutes.co, Samarinda – Meski pihak kepolisian telah mengungkap kasus prostitusi teranyar. Namun penyelidikan berkas perkara kematian Rabiatul Adawiyah (21) di kamar Hotel MJ bernomor 508 masih terus dilakukan.

Korban pembunuhan ini belakangan diketahui bekerja sebagai wanita tuna susila (WTS). Perempuan muda asal Kalimatan Selatan ini diketahui tewas ditangan tamunya usai melakukan transaksi. Terakhir polisi sudah menetapkan dua tersangka didalam kasus berbeda tersebut.

Ia adalah Rudi sebagai tersangka pembunuh dan Erwin mucikari korban. Dan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO.

Kedua tersangka ini ditangkap diwaktu yang berbeda. Erwin yang ‘menjual’ korban untuk memberikan pelayanan esek-esek kepada Rudi, ditangkap pada 28 September lalu.

Baca Juga :  Polisi Jaring 22 Pelajar Diduga Hendak Ikut Aksi Penolakan Pengesahan UU Cipta Kerja

Sementara Rudi pembunuh korban, baru berhasil ditahan setelah 21 hari menjadi buronan polisi. Keduanya kini telah mendekam di Sel Tahanan Polsek Samarinda Kota.

Tak berhenti sampai di situ, polisi masih mendalami perihal kasus prositusi online melalui Aplikasi MiChat tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolsek Samarinda Kota, AKP Creato Sonitehe Gulo saat dikonfirmasi Sabtu (13/11/2021) siang tadi.

Dikatakannya, jika pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang, yang diduga memiliki kaitan dengan bisnis prostusi online dengan korban.

Baca Juga :  Karena Mencurigakan, Seorang Pria Tertangkap Bawa Sabu di Bandara APT Pranoto Samarinda

“Sejauh ini sudah ada empat orang yang kami periksa, ini dari hasil patroli cyber kami,” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya masih sebatas memintai keterangan dari keempat orang tersebut dan belum ada penetapan tersangka baru

“Saat ini masih kami dalami lagi. Belum ada yang ditetapkan tersangka. Karena kasus seperti ini kan agak rumit, tidak bisa sembarangan,” tegasnya.

Sementara itu disinggung mengenai peran keempat orang tersebut sebagai mucikari atau penggunaan layanan esek-esek, Gulo memilih enggan berspekulasi.

“Kami masih butuh waktu dulu untuk menyelesaikan penyelidikan, nanti kalau ada perkembangan baru bisa kami sampaikan” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Ketahuan Miliki 3 Poket Sabu, Pria di Samarinda Diciduk Polisi

Hukrim

Usai Tabrak Polisi, Bandar Narkoba Ditangkap di Semarang

Hukrim

Pengedar Narkotika Dapat Vonis Tinggi di PN Samarinda, Dua Pelaku Beri Respon Berbeda

Hukrim

Tetangga Diserang Pakai Sajam hingga Meninggal, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Hukrim

Persetubuhan Anak di Bawah Umur, Remaja Pelaku Persetubuhan Tak Ditahan, Hanya Dikenakan Wajib Lapor

Hukrim

Jadi Pengangguran, Pria Ini Nekat Bobol Rumah

Hukrim

Pria di Samarinda Dikejar Warga, Diduga Curi Handphone di Warung

Hukrim

Ban Mobil Seorang Pria di Samarinda Hilang, Dikira Ditindak Petugas Dishub, Ternyata?