Home / Hukrim

Sabtu, 25 September 2021 - 19:47 WIB

Dalami Motif Pembunuhan Perempuan Asal Kutim, Polisi Lakukan Autopsi Uji DNA Orang Tua

Proses evakuasi penemuan belulang yang diduga merupakan Julia masih terus diselidiki pihak kepolisian dengan melakukan proses autopsi malam tadi

Proses evakuasi penemuan belulang yang diduga merupakan Julia masih terus diselidiki pihak kepolisian dengan melakukan proses autopsi malam tadi

Kaltimminutes.co Samarinda – Kabar kematian perempuan muda berparas ayu bernama Juwanah alias Julia (25) pada Jumat (24/9/2021) kemarin tentu menggegerkan.

Sebab kondisi jenazah yang ditemukan di semak belukar, Jalan AP Mangkunegara, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara ini dengan kondisi tragis sisa belulang.

Diketahui, perempuan asal Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur itu tewas ditangan Rendi yang melakukan pembunuhan dengan cara menikam korban sebanyak tiga kali.

Kendati pelaku mengakui perbuatannya, namun pendalaman motif dan pengumpulan alat bukti tetap dilakukan aparat berwajib.

Pada malam tadi, sekira pukul 22.30 Wita hingga Sabtu (25/9/2021) dini hari, Unit Inafis Polresta Samarinda bersama dokter forensik RSUD AW Sjahranie melakukan proses autopsi.

Dari proses tersebut, diungkapkan Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena, melalui Kasubnit Inafis Aipda Harry Cahyadi ditemukan adanya tali yang melilit dibagian bawah rambut korban.

“Tali yang ditemukan itu sepanjang satu setengah meter,” ucap Harry.

Untuk luka tikam yang diduga menjadi sebab kematian korban pun masih diselidiki dan dipastikan kebenarannya. Hanya saja, dari proses autopsi juga, Harry menambahkan jika tulang pipi korban diketahui patah yang diduga bekas tindak kekerasan pelaku kepada Julia.

“Kami masih mencocokan robeknya baju korban dengan lebar pisau milik pelaku yang ditemukan di TKP. Yang pasti ditemukan, jika tulang pipi kanannya patah dan diduga akibat sikutan yang dilakukan pelaku,” bebernya.

Pada proses autopsi tadi malam juga, diektahui pihak keluarga korban turut menghadiri meski harus menahan duka yang begitu hebat.

Baca Juga :  Jadi Kurir Sabu, Pemuda di Samarinda Diciduk Polisi, 7 Poket Sabu Diamankan

Pada kesempatan itu pula, tim forensik kepolisian dan rumah sakit berplat merah coba mengkonfirmasi pakaian jenazah dengan yang terakhir dikenakan Julia.

Selain itu juga, Harry menegaskan jika rangkaian autopsi malam tadi belumlah sepenuhnya rampung dilaksanakan. Sebab pada Senin (27/9/2021) nanti akan diagendakan pencocokan sampel DNA orang tua Julia.

“Berutujan untuk memastikan jenazah yang ditemukan benar adalah korban atau tidak,” tegasnya.

Untuk diketahui, adapun barang milik korban Julia yang ditemukan ialah patahan anting di telinga sebelah kiri, baju kerah shanghai bermotif kembang, kain biru dongker model pasmina dan beberapa pakaian dalam.

Sebagai informasi, usai proses autopsi malam tadi pihak keluarga korban juga terlihat dimintai keterangan oleh aparat kepolsiian dengan tujuan mencocokan waktu menghilangnya Julia dengan penemuan jenazah belulang tersebut.

Namun demikian, polisi berseragam oranye malam tadi pun enggan lebih dulu membeberkan informasi lanjutan tersebut. Sebab guna menunjang proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Diwartakan sebelumnya, Informasi hilangnya seorang perempuan cantik asal Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur berujung tragis. Perempuan muda bernama Juwanah alias Julia itu pasalnya ditemukan setelah 16 hari menghilang.

Namun mirisnya perempuan 25 tahun itu ditemukan dengan kondisi telah meninggal, dan jenazahnya sisa belulang di semak belukar, Jalan AP Mangkunegara, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara pada Jumat (24/9/2021) pagi tadi.

Informasi dihimpun, Julia pertama kali dikabarkan menghilang sejak 9 September kemarin yang disebar melalui media sosial dan sejumlah aplikasi chatting. Setelah ditemukan dengan kondisi tragis, Korps Bhayangkara memastikan bahwa perempuan berparas ayu itu tewas dibunuh oleh seorang pria bernama Rendi (25).

Baca Juga :  Jual Satwa Dilindungi Secara Online, Pria di Samarinda, Dibekuk Polisi

Terkait kronologi pembunuhan, diketahui awalnya pelaku mengajak korban berkeliling dengan menggunakan mobil milik perusahaan tempatnya bekerja.

Setelah bersama, Rendi yang berstatus sebagai sopir perusahaan ini mengendarai mobil dan menikmati suasana Kota Tepian sekira satu jam lamanya.

Saat sedang berjalan menyusuri ruas jalan Kota Tepian itu, rupanya Rendi telah membekali dirinya dengan sebilah badik sebagai sarana melancarkan aksi pembunuhannya.

Senjata tajam yang dibawa Rendi pun akhirnya dikeluarkan saat kendaraan roda empat yang mereka kendarau berhenti di tempat sepi, tepatnya di Jalan Kadrie Oening, dekat SMA Negeri 1. Di sana, Rendi tanpa basa-basi langsung menikam pundak kanan Julia sebanyak dua kali.

Tak berhenti sampai di situ, Rendi langsung memacu kendaraannya menuju arah Jalan Suryanata. Akan tetapi saat itu Julia masih sempat sadarkan diri dan mulai menjerit kesakitan, tepat ketika mereka telah mencapai Jalan Suryanata Rendi kembali menikam bagian perut korban. Lalu menghajar wajah dengan menggunakan siku lengannya.

Julia pun dikabarkan tak lagi bisa melawan akibat serangan terakhir Rendi tersebut. Selanjutnya Rendi kembali memacu mobilnya menuju jalan poros Samarinda-Tenggarong.

Jasad korban lantas di buang pelaku sekitar dua puluh meter dari bibir jalan. Yang mana sebelumnya, pelaku sudah lebih dulu melucuti harta benda korban berupa perhiasan kalung, cincin, gelang, handphone dan uang. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Libatkan Mabes Polri, Polresta Samarinda Usut Dugaan Ujaran Kebencian ke Pemkot Samarinda

Hukrim

Utang Tak Mampu Dibayar, Cucu Seorang Kakek di Bogor Jadi Jaminan

Hukrim

Taruh Kunci di Resepsionis, Motor Tamu Hotel Digasak Maling

Hukrim

Dor ! Terdengar Suara tembakan, Salah Satu Pengunjung THM di Samarinda Nyaris Kena Peluru

Hukrim

Mantap!!! Sepekan, Polisi Ciduk 7 Pengedar Sabu, 19 Poket Dijadikan Barang Bukti

Hukrim

Dari Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi PT AKU, Penegak Hukum Temukan Perusahaan Fiktif

Hukrim

Januari hingga Oktober 2020, Polresta Samarinda Gagalkan 16 Kilogram Sabu di Kota Tepian

Hukrim

Update Lahan Bekas AMPI Kaltim, Kejari Samarinda Ungkap Penyelesaian Masih Berjalan