Home / Hukrim

Kamis, 25 November 2021 - 11:25 WIB

Diduga Terima Suap untuk Hilangkan Surat Panggilan Pengadilan, Tiga Pegawai ESDM Dilaporkan ke Polisi

Kepala Dinas ESDM Kaltim Christianus Benny (tengah) datang bersama Kuasa Hukumnya Agus Talis Joni, SH., MH., CIL (kanan) saat berada di Polresta Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (24/11/2021) siang / tribunnews.com

Kepala Dinas ESDM Kaltim Christianus Benny (tengah) datang bersama Kuasa Hukumnya Agus Talis Joni, SH., MH., CIL (kanan) saat berada di Polresta Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (24/11/2021) siang / tribunnews.com

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Christianus Benny, bersama kuasa hukumnya melaporkan tiga pegawainya atas dugaan korupsi ke markas Polres Samarinda, Selasa, 23 November 2021.

Ketiga pegawainya tersebut adalah Seorang ASN yang berinisial RO serta dua Honorer berinisial ES dan MHA.

Benny mengungkapkan laporan tersebut lantaran menduga ketiga pegawainya tersebut telah melakukan tindak pidana menerima suap dari perusahaan tambang sehingga memusnahkan berang bukti berupa relas dari Pengadilan Samarinda  atas ugatan 10 perusahaan tambang batubara yang ditujukan ke Kepala Dinas ESDM Kaltim.

Benny mengaku dirinya sebagai tergugat dalam kasus tersebut sangat dirugikan karena dirinya tidak pernah menrima surat dari pengadilan sehingga ia tidak pernah menghadiri sidang.

“Yang jelas yang dirugika dalam kasus ini adalah saya sebagai tergugat. Kemudian lagi misal institusi kami ESDM. Karena tanggal 10 Desember 2020, semua proses izin semuanya  sudah tidak di kami lagi, sudah di pusat,” pungkasnya

Benny menduga perusahaan tambang telah melakukan cara yang tidak bagus dengan memanfaatkan oknum ESDM untuk menghilangkan surat relas tersebut.

“Sampai sekarang saya tidak pernah menerima surat relas itu, kalau misalnya kita terima surat relas selesai. Artinya misalnya si perusahaan A datang kirim relasnya, sedangkan itu perusahaan-perusahaan yang mati, artinya selesai secara hukum. Cuma mereka dengan cara yang tidak bagus dan memanfaatkan oknum yang ada di ESDM untuk menghilangkan surat relas itu, jadi seakan-akan surat relas itu diterima (Dinas ESDM Kaltim),” jelasnya.

Baca Juga :  Rusak Rumah Aman Perempuan dan Anak, Sejumlah Remaja Belasan Tahun Ditangkap

Sementara itu, Kuasa Hukum Kepala Dinas ESDM Kaltim, Agus Talis Joni menjelaskan akibat relas tidak diterima oleh kliennya maka perkara gugatan perusahaan tambang ke Kepala Dinas ESDM Kaltim dianggap verstek atau diputuskan sepihak dan sudah inkrah.

“Mereka menghilangkan surat itu, sehingga setiap sidang itu kepala dinas tidak hadir, karena tidak menerima surat pemanggilannya dan tidak mengetahui adanya gugatan 10 perusahaan tersebut,” papar Agus.

Dengan demikian Pengadilan Negri Samarinda telah memutuskan perkara tersebut dengan putusan verstek atau merupakan putusan yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim tanpa hadirnya tergugat dan tanpa alasan yang sah meskipun telah dipanggil secara resmi, artinya tanpa dihadiri oleh tergugat.

Dijelaskan Agus, pada hari Selasa 12 Oktober 2021 lalu kliennya menerima informasi dari meja resepsionis Kantor ESDM Provinsi Kaltim, bahwa pada hari Jum’at 10 September 2021 telah menerima relaas panggilan sidang sebagai tergugat, dan Bumi Jaya Prima Etam sebagai penggugat untuk menghadap persidangan Pengadilan Negeri Samarinda pada tanggal 16 September 2021.

Baca Juga :  Karena Penuh, RSUD AWS Sering Tolak Pasien Covid-19

“Akhirnya klien kami langsung mencari surat itu ke bagian pengurusan surat, Dan dari database mulai tanggal 8 September 2021 hingga 13 September 2021, surat panggilan tidak pernah ada di dalam database,” ujarnya.

Dengan tidak adanya surat relaas tersebut, akhirnya Kepala Dinas ESDM Kaltim langsung melakukan investigasi secara internal dari hilangnya panggilan tersebut.

Dalam investigasi tersebut, akhirnya pelapor pun berhasil mendapatkan bukti bahwa ada oknum dari pegawai ESDM provinsi Kaltim yang dengan sengaja menghilangkan, membakar, dan menghancurkan surat relaas panggilan persidangan tersebut.

“Jadi pada tanggal 13 Oktober 2021 hingga 18 Oktober 2021, client kami melakukan investigasi secara diam-diam dan menemukan bahwa surat panggilan tersebut telah dihilangkan dan dibakar oleh oknum pegawai tersebut,” ujarnya.

Dari hasil investigasi secara internal di Dinas ESDM Kaltim, Cheistianus Benny berhasil mendapatkan bahwa ketiga oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai honor yang telah menghilangkan surat relas dari Pengadilan tersebut.

“Iya ketiga oknum itu berasal dari pegawai kantor ESDM provinsi Kaltim sendiri, Yaitu RO yang merupakan Honorer, ES yang merupakan PNS, dan MHA yang juga honorer. Mereka ini mendapatkan uang imbalan sebesar Rp. 423 juta,” katanya. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Ayah Tiri Bejat!! Gegara Tak Tahan Birahi Anak Tiri Jadi Korban hingga Hamil

Hukrim

Diduga Lakukan Pelanggaran Disiplin, Kadis Pertanahan Samarinda Diberhentikan Sementara

Hukrim

Dalam Persidangan, Dua Terdakwa Akui Perbuatan Memberi Suap di Kasus Korupsi Kutim

Hukrim

Dibahas Dalam Persidangan, Ismunandar Disebut Minta Sejumlah Rupiah Untuk Maju di Pilbup Kutim

Hukrim

Gelapkan 6 Motor, Spesialis Penipu Pengemudi Ojol Dibekuk Polisi

Hukrim

Chatting WA Jadi Bukti Pelapor Polisikan Pendiri Kaskus Terkait Pemalsuan Dokumen

Hukrim

Adi Darma Hadir Sebagai Saksi, Kajati : Kebetulan Walikota Saat Itu

Hukrim

Dua Terdakwa Penambang Ilegal di Samarinda Dituntut 2 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar