Home / Hukrim

Rabu, 2 Maret 2022 - 17:28 WIB

Dilaporkan GP Ansor Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik, Polisi Bakal Periksa Roy Suryo

Roy Suryo / HO

Roy Suryo / HO

Kaltimminutes.co – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo bakal dipanggil Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan atas laporan dugaan pencemaran nama baik.

Namun sebelum melakukan pemeriksaan ke Roy Suryo, Polisi bakal terlebih dahulu memeriksa GP Ansor selaku pihak pelapor untuk dimintai keterangan atas laporan yang dibuatnya.

“Kalau ada laporan kan seperti itu, tahapan seperti itu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan kepada wartawan, Rabu (2/3).

Kendati demikian, pihak kepolisian belum membeberkan kapan pemanggilan terhadap Roy dan GP Ansor akan dilayangkan.

Hal itu dikarenakan saat ini penyidik masih mendalami laporan tersebut.

“Kita lihat nantilah sementara pelaporan ada, penyidik nanti akan mendalami. Saya belum tahu juga, karena setahu saya belum ada pemeriksaan-pemeriksaan,” tuturnya.

Baca Juga :  Lakukan Aksi Bobol Rumah di Samarinda, Tiga Pelaku Diringkus Polsek Sungai Kunjang

Untuk diketahui sebelumnya, GP Ansor melaporkan Roy ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik pada Jumat (25/2) lalu.

Laporan ini dibuat setelah Roy melaporkan Menag Yaqut Cholil Qoumas terkait pernyataan azan dan gonggongan anjing. Namun, laporan itu ditolak.

Kepala Divisi Advokasi Litigasi dan Non Litigasi Lembaga Bantuan Hukum Pimpinan Pusat GP Ansor Dendy Zuhairil Finsa menjelaskan Roy dilaporkan berkaitan dengan konten video yang diunggah akun Twitternya. Ia mengklaim video yang diungggah Roy itu telah dipotong.

“Kami duga Roy Suryo melanggar beberapa UU ITE, KUHP, fitnah, perbuatan yang tidak menyenangkan UU keonaran,” kata Dendy di Polda Metro, Jumat (25/2).

Baca Juga :  Dua Terduga Teroris Kelompok Jamaah Islamiyah di Luwu Timur Ditangkap Densus 88

Laporan itu diterima dengan nomor LP/B/1012/II/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 25 Februari 2022. Dalam laporan itu, pihak terlapor adalah Roy Suryo dan pihak korban disebutkan masyarakat Indonesia serta GP Ansor.

Adapun pasal yang dilaporkan yakni Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP dan atau Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 dan atau Pasal 32 ayat 1 Jo Pasal 48 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 ayat 1 dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

(*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Kasus Pencurian 25 Motor di Samarinda, Polisi Dalami Dugaan Pelaku Lain

Hukrim

Ban Mobil Seorang Pria di Samarinda Hilang, Dikira Ditindak Petugas Dishub, Ternyata?

Hukrim

Kasus Eskpor Minyak Sawit Mentah, Dirjen Kementerian Perdagangan Jadi Tersangka

Hukrim

Dua Tersangka Pemalsuan Data SIM Card, Terancam 12 Tahun Penjara

Hukrim

Diduga Hendak Mencuri di Rumah Warga Korban Kebakaran, Pria Ini Beralibi Hendak Minta Minum

Hukrim

Sidang Praperadilan Dua Mahasiswa Ditunda Akibat Polisi Tak Hadir dalam Persidangan

Hukrim

Perangi Peredaran Narkotika Dari Dalam dan Luar Lapas, BNNP Kaltim Musnahkan Barang Bukti Lima Tersangka

Hukrim

Seperti Film, Polisi dan Dua Remaja Kejar-kejaran di Jalan