Home / Hukrim

Jumat, 27 Agustus 2021 - 14:56 WIB

Ditangkap Polisi Kasus Dugaan Penistaan Agama, Ini Profil Yahya Waloni

Yahya Waloni/yahoo.com

Yahya Waloni/yahoo.com

Kaltimminutes.co – Berita Nasional yang dikutip Kaltimminutes.co tentang profil Muhammad Yahya Waloni.

Polisi akhirnya menangkap Yahya Waloni pada Kamis (26/8/2021).

Yahya Waloni ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Siber) Bareskrim Polri.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menjelaskan Yanya Waloni dijerat UU ITE, dan dikenai pasal tentang penodaan agama dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara.

Yahya ditangkap atas laporan Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme, terkait dugaan penodaan agama bersama pemilik Akun Youtube Tri Datu.

“Melalui ceramah yang diunggah pada video di akun YouTube Tridatu dari perbuatan yang telah dilakukan, yang bersangkutan disangkakan dengan beberapa pasal,” ujar Rusdi dalam jumpa pers, Jumat (27/8/2021).

Baca Juga :  Aduan PT IBP ke BK DPRD Kaltim Berbuntut Panjang, Ketua Komisi I Meradang

Yahya Waloni dikenal sebagai pendakwah yang awalnya menentang keberadaan Covid-19.

Hal ini diketahui dari salah satu video di akun You Tube Hadits TV di mana Yahya mengatakan tidak mau menggunakan masker.

Pria kelahiran Manado, 30 November 1970, ini sebelum menganut agama Islam, merupakan penganut agama Kristen.

Keluarganya dikenal sebagai keluarga Kristen yang taat.

Dikutip dari Tribunnews, Yahya pernah menjabat sebagai anggota DPRD di salah satu kabupaten di Sulawesi Utara dan tercatat pernah menjadi dosen di Universitas Balikpapan pada 2006.

Yahya juga pernah menjadi Ketua Sekolah Tinggi Theologia Calvinis di Sorong pada 2000-2004.

Baca Juga :  Kejati Kaltim Sidak Tambang Ilegal di Tahura Kukar, Segera Dilaporkan Kejagung

Ia juga mengklaim bahwa dirinya pernah menjadi seorang pendeta yang terdaftar di Badan Pengelola Am Sinode GKI di Papua untuk wilayah VI Sorong-Kaimana.

Yahya dan istrinya memutuskan pindah agama ke Islam pada 11 Oktober 2006 silam melalui tuntunan Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli yang bernama Komarudin Sofa.

Ia pun mengganti namanya dari Yahya Waloni menjadi Muhammad Yahya.

Istrinya juga mengganti namanya dari Lusiana menjadi Mutmainnah. (*)

Artikel ini telah tayang di kompas.tv dengan judul ‘Profil Yahya Waloni, Penceramah yang Ditangkap Polisi karena Dugaan Penistaan Agama’ kompas.tv/article/205640/profil-yahya-waloni-penceramah-yang-ditangkap-polisi-karena-dugaan-penistaan-agama?page=2

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Dibahas Dalam Persidangan, Ismunandar Disebut Minta Sejumlah Rupiah Untuk Maju di Pilbup Kutim

Hukrim

Tertangkap Basah Hendak Membobol Rumah Warga, Beruntungnya Tak Sampai Babak Belur dan Mendekam di Penjara

Hukrim

Bejat!! Pria Cabuli Ini Bocah 5 Tahun Ketika Sang Ibu Menitipkan Anaknya ke Rumah Pelaku

Hukrim

Bantuan Keuangan Kaltim 2020 di Paser dan Kukar Disorot, Kejati Pastikan Masih Tahap Penyelidikan

Hukrim

Suami Aniaya Istri Karena Tak Diberi Uang 400 Ribu

Hukrim

Kurir Sabu di Samarinda Ditangkap BNN, Barang Bukti Seberat 49,80 Gram Berhasil Diamankan

Hukrim

Terbukti Lakukan Pencurian di Samarinda Seberang, Dua Pemuda Berhasil Diamankan Polisi 

Hukrim

Usai Gagal Lakukan Aksi Konyolnya, Pelaku Percobaan Perampokan Bank di Samarinda Resmi Jadi Tersangka