Home / Hukrim

Selasa, 10 Agustus 2021 - 16:51 WIB

Ditetapkan Jadi Tersangka, Perawat yang Suntik Vaksin Kosong di Pluit Minta Maaf dan Menangis

Perawat yang suntik vaksin 'kosong' ke warga di Pluit, Jakut jadi tersangka/detik.com

Perawat yang suntik vaksin 'kosong' ke warga di Pluit, Jakut jadi tersangka/detik.com

Kaltimminutes.co – Berita Nasional yang dikutip Kaltimminutes.co tentang perawat yang menjadi vaksinator suntik kosong ditetapkan tersangka.

Sempat viral di media sosial akibat ulahnya menyuntik warga di Pluit, Jakarta Utara, dengan jarum suntik kosong alias tidak diisi vaksin, kini perawat berinisial EO ditetapkan sebagai tersangka.

EO pun meminta maaf sambil berurai air mata.

“Saya mohon maaf, saya tidak ada niat apapun,” kata EO sambil menangis saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Utara, Jl Yos Yusdarso, Jakarta Utara, Selasa (10/8/2021).

EO meminta maaf karena telah menimbulkan keresahan.

“Saya juga minta maaf kepada seluruh warga Indonesia yang diresahkan oleh kejadian ini,” kata EO.

Sambil menunduk, EO juga terus menangis terisak. EO berjanji akan mengikuti proses hukum.

Baca Juga :  Lakukan Perampokan di Sejumlah Provinsi, 4 Pelaku Ditangkap di Sumatera

“Saya berjanji akan ikuti segala proses yang akan saya jalani ke depan,” sambungnya.

Ditetapkan Tersangka

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, EO adalah seorang perawat.

Dia menjadi relawan sebagai vaksinator dalam percepatan vaksinasi COVID-19, yang ditempatkan di Sekolah IPEKA, Pluit, Jakarta Utara.

“Saudari EO ini adalah seorang perawat yang memang diminta tolong, karena kami memang untuk vaksin massal butuh relawan untuk vaksinator yang tugasnya setiap hari sebagai vaksinator,” kata Yusri.

Dari hasil pemeriksaan terhadap EO, dia mengakui telah menyuntikkan vaksin kosong kepada warga berinisial BLP yang viral di medsos.

EO kemudian ditetapkan sebagai tersangka UU Wabah dan Penyakit Menular.

“Yang namanya ini negara hukum, apapun kesalahan diatur dalam UU Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah dan Penyakit Menular.

Baca Juga :  Selidiki Kasus di Lapas Narkotika, Komnas HAM : Harus Ada Tindak Tegas Jika Terbukti 

Setelah didalami kami persangkakan di Pasal UU No 14 Tahun 1984 tentang wabah menular,” ujarnya.

Saat ini polisi masih mendalami motif EO menyuntikkan vaksin kosong. Kasus ini sebelumnya viral di media sosial.

Dalam video viral terlihat seorang nakes ber-APD menyuntik vaksin kepada seorang pria.

Namun belakangan diketahui jarum suntik yang disuntikkan kepada BLP itu tidak berisi vaksin alias kosong.

Korban telah komplain di hari yang sama dia divaksin pada Jumat (6/8).

Perawat tersebut meminta maaf dan kemudian korban divaksin ulang. (*)

Artikel ini telah tayang di detik.com dengan judul ‘Menangis, Perawat yang Suntik Vaksin ‘Kosong’ di Pluit Minta Maaf’ https://news.detik.com/berita/d-5676795/menangis-perawat-yang-suntik-vaksin-kosong-di-pluit-minta-maaf

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Dishub Janji Tempatkan Petugas di Gunung Manggah, Tapi Sudah Dua Hari Petugas Tak Terlihat di Lapangan

Hukrim

Massa Aksi di Polresta Samarinda, Minta Polisi Bebaskan Dua Mahasiswa Dibebaskan Kasus Demo Omnibus Law

Hukrim

Lanjutan Kasus Korupsi Bupati Kutim, KPK Periksa 20 Orang di Mapolresta Samarinda

Hukrim

Pelaku Bermodus Ban Bocor, Wanita di Samarinda Jadi Korban Pencurian

Hukrim

Kronologi Kejadian Pengedar Ratusan Butir Pil Ekstasi Tewas Ditembak Polisi

Hukrim

Djoko Tjandra Tertangkap Saat Kabur ke Luar Negeri, Komisi III DPR RI Beri Apresiasi Kinerja Polri

Hukrim

Kasus Dugaan Korupsi Bakamla, KPK Sita Rp100 Miliar dari PT Merial Esa

Hukrim

Lelaki di Samarinda Diciduk Polisi Lantaran Menyamar Jadi Polisi, Diduga Lakukan Pemerasan