Home / Hukrim

Rabu, 7 Juli 2021 - 18:42 WIB

Dituntut 2 Tahun Penjara, 4 Terdakwa Peracik Ekstasi Palsu Minta Keringanan Hukum

Ilustrasi Peracik Ekstasi Palsu/youtube.com

Ilustrasi Peracik Ekstasi Palsu/youtube.com

Kaltimminutes.co, Samarinda – Meski bukan tergolong dalam kategori narkotika asli, namun pasalnya ekstasi racikan pun yang tak memiliki legal edar tetap tak lepas dari jeratan hukum.

Seperti empat terdakwa bernama Wahyu Subiyantoro, Agus Winarno, Akbar Ramadhan dan Jauhari alias Jak yang mendapatkan tuntutan pengadilan dua tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda pada Selasa (6/7/2021) sore kemarin.

Untuk diketahui, ke empat terdakwa memiliki nomor perkara berbeda.

Yang mana Wahyu dan Agus memiliki berkas perkara 371/Pid.Sus/2021/PN Smr yang mendapatkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suhardi dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim dengan 2 tahun penjara dan denda Rp15 juta serta subsidair 3 bulan kurungan.

Kedua terdakwa itu pun mengaku menyesali perbuatannya dihadapan majelis hakim yang dipimpin Nyoto Hindaryanto melalui persidangan virtual alias dalam jaringan (daring).

Kendati menyesal, namun JPU menegaskan jika kedua terdakwa telah melanggar Pasal 196 Undang-Undang (UU) Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, Junto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Baca Juga :  Pengedar Narkotika Dapat Vonis Tinggi di PN Samarinda, Dua Pelaku Beri Respon Berbeda

Sementara itu, terdakwa Akbar dan Jauhari juga dituntut masing-masing 2 tahun penjara, denda Rp15 juta dan subsidair 3 bulan kurungan.

Keduanya pun tercatat dalam berkas perkara 370/Pid.Sus/2021/PN Smr. Keduanya pula turut diyakini telah melanggar Pasal 197 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, Junto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP yang berbunyi setiap orang dengan sengaja atau turut serta memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi, atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar bisa dijatuhi pidana.

Sama seperti dua terdakwa sebelumnya, Akbar dan Jauhari pun mengaku menyesali perbuatan mereka dan meminta keringan putusan hukum pada majelis hakim di dalam persidangan.

“Saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya. Mohon yang mulia berikan keringanan,” kata Akbar dan Jauhari.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Hakim, Nyoto Hindaryanto meminta agar keempat terdakwa berdoa terlebih dulu, sebab bacaan putusan akan ditentukan pada Kamis (8/7/2021) besok.

Baca Juga :  BRAKK!! Polisi Ciduk Jaringan Prostitusi Kutim, Saat Petugas Datang Penjaja dan Pria Hidung Belang Masih Asik Foreplay

“Kalian berdoa saja. Sidang ini akan dilanjutkan bacaan putusannya pada Kamis, 8 Juli nanti,” singkat Nyoto.

Untuk diketahui, keempat terdakwa merupakan hasil ungkapan Polda Kaltim beberapa waktu lalu.

Singkat cerita, setelah Korps Bhayangkara menyelesaikan berkas penyidikan alias P21, keempat terdakwa pun dilimpahkan dan diadili di PN Samarinda.

Dalam persidangan, terungkap fakta jika para terdakwa ini terlibat peracikan dan pengedaran ekstasi palsu.

Dari tangan para terdakwa petugas berwajib mengamankan puluhan ekstasi palsu.

Dan diketahui pula, jika para terdakwa melakukan peracikan ekstasi palsu menggunakan obat generik sakit kepala yang mudah didapatkan.

Obat tersebut nantinya akan dicampur pewarna busa spidol dan kemudian diblender, dan dicetak untuk dijadikan pil ekstasi palsu yang siap edar. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Tertangkap Basah Hendak Membobol Rumah Warga, Beruntungnya Tak Sampai Babak Belur dan Mendekam di Penjara

Hukrim

Gerebek Kampung Narkoba di Samarinda, Polairud Polda Kaltim Ringkus 8 Pelaku 

Hukrim

Kejati Kaltim Tetapkan Direktur PT MGRM Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Bodong Rp 50 Miliar

Hukrim

Terungkap Fakta Kasus 7 Kilogram Sabu, Kurir Diiming-imingi Upah 14 Juta Sekali Antar

Hukrim

Dapat Orderan Curi Mobil dan Alasan untuk Kebutuhan Lebaran, Kakak Beradik Ini Nekat Gasak Mobil di Pinggir Jalan

Hukrim

Polisi Bongkar Prostitusi Online di Kukar, 2 Orang Diamankan

Hukrim

Pemberkasan Tahap 1 Tambang Ilegal Selesai Pekan Ini, Polisi Selidiki Kasus Tambang Lain

Hukrim

Curi Uang untuk Dibagikan ke Masyarakat Kurang Mampu, ‘Robin Hood’ di Samarinda Ditangkap Polisi