Home / Hukrim

Jumat, 12 November 2021 - 23:06 WIB

Dua Mucikari dan Satu WTS Diamankan Polisi di Samarinda Guna Antisipasi Kasus Pembunuhan Prostitusi Online

Kapolsek Samarinda Kota, AKP Creato Sonitehe Gulo saat merilis hasil ungkapan kasus prostitusi diwilayah hukumnya dengan mengamankan tiga pelaku

Kapolsek Samarinda Kota, AKP Creato Sonitehe Gulo saat merilis hasil ungkapan kasus prostitusi diwilayah hukumnya dengan mengamankan tiga pelaku

Kaltimminutes.co – Sejak pengungkapan kasus kematian Rabiatul Adawiyah (21) di kamar Hotel MJ bernomor 508, pihak kepolisian terus menggencarkan patroli agar kejadian serupa tak terulang kembali.

Sebab diakui Kapolsek Samarinda Kota, AKP Creato Sonitehe Gulo diwilayah hukumnya disinyalir marak terjadi prostitusi online melalui aplikasi MiChat.

Seperti kematian korban pembunuhan yang merupakan wanita tuna susila (WTS). Permasalahan prostitusi berujung pembunuhan tersebut menjadi atensi serius Korps Bhayangkara.

“Orang yang mencari prostitusi online ini mempunyai dorongan seksual. Yang biasanya disebabkan oleh dua hal. Seperti minuman keras dan narkoba. Sehingga pengguna layanan ini cenderung memiliki tingkat emosional yang lebih tinggi dari masyarakat pada umumnya,” jelas Gulo.

Sejak sepekan terakhir, Tim Satgas Patroli Cyber Polsek Kota Samarinda terus melakukan penyelidikan.

Dan hasilnya, didapati tiga orang yang diamankan petugas. Dua di antaranya merupakan wanita dan satu laki-laki. Mereka berinisial NA (17), RD (20) dan SF (22).

Baca Juga :  Pengobatan Bekam, Anjuran Rasul yang Dipercaya Bisa Tangkal Corona

“Oleh sebab itu kami dari Polsek kota merasa perlu untuk menindaklanjuti dan melakukan pencegahan terjadinya prostitusi online di wilayah kami. Dan hasilnya kami mendapatkan tiga tindak pidana prostitusi online dan sekaligus TPPO (tindak pidana perdagangan orang),” sambungnya.

Dijelaskan Gulo, ketiga pelaku tersebut diamankan ditempat berbeda. Dan hanya dua yang ditetapkan sebagai tersangka TPPO. Yakni RD dan SF yang diketahui sebagai mucikari.

Sedangkan NA, merupakan wanita tuna susila yang menjajakan dirinya secara mandiri hanya akan dikenakan sanksi pembinaan.

“Orang yang pertama kami amankan dari Patroli Cyber, berinisial RD yang berperan sebagai mucikari didalam satu kasus yang sedang kami tangani,” ucapnya.

Dari tangan RD petugas juga mengamankan barang bukti berupa dua unit ponsel, 10 bugkus kondom merek sutra, dua botol Durex dan uang tunai Rp800 ribu.

Setelah RD, polisi kemudian mengamankan SF yang juga berperan sebagai mucikari. Saat diamankan, petugas sedikitnya berhasil mengamankan barang bukti lima bungkus alat kontrasepsi dan 11 butir penggugur kehamilan. Serta satu unit handphone dan uang tunai Rp500 ribu.

Baca Juga :  Terkonfirmasi Positif Covid-19 Tanpa Gejala, Rektor Unmul Lakukan Isolasi Mandiri

Sedangkan NA yang merupakan Remaja dibawah umur ditangkap saat sedang melakukan transaksi prostitusi online secara mandiri.

“Pada saat diamankan, kami menemukan tiga bungkus kondom merek sutra dan uang tunai Rp600 ribu,” ucapnya.

Hasil dari pemeriksaan sementara, ketiga orang tersebut mengaku nekat melakukan bisnis prositusi dengan alasan himpitan ekonomi. Seluruhnya diketahui merupakan warga pendatang dari luar Kota Samarinda.

“Karena kerawanan dan norma, prostitusi ini sangat di haramkan. Dan kami mengimbau warga masyarakat terutama pendatang untuk tidak melakukan tindakan seperti ini,” harap Gulo.

Sebagai buah perbuatan para pelaku, RD dan SF disanksi UU 21 tahun 21 no 7 ayat 2 yaitu TPPO.

“Sedangkan untuk remaja berinisial NA, sedang kita koordinasikan dengan dinas sosial untuk dilakukan pembinaan,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Tragis, Dua Asrama Mahasiswa Diserang OTK Dini Hari, Satu Orang Luka

Hukrim

Demo Ormas PP Berujung Ricuh, Polisi Panggil Penanggung Jawab Aksi

Hukrim

Kaget Listrik Padam, Ternyata Kantin dan Koperasi Rutan Klas II A Hangus Dilalap Api

Hukrim

Viral Aksi Pemalakan Seorang Jukir Liar di Samarinda, Dishub Minta Warga Beri Laporan Jika Ada Kejadian

Hukrim

100 Hari Pemerintahan Jokowi-Amin, Mahasiswa Gelar Aksi

Hukrim

Pelaku Pembunuhan di Kalsel Diciduk Polisi Saat Bersembunyi di Samarinda

Hukrim

Teman Perempuan Dijajakan, Pria di Samarinda Dicokok Polisi, Tarif Rp 1,8 Juta

Hukrim

Balai Gakkum Ciduk Pelaku Penjualan Burung Enggang di Kaltim, Harga Menggiurkan 1 Burung Dihargai Rp 9 Juta di Luar Negeri