Home / Hukrim

Senin, 9 Maret 2020 - 19:36 WIB

Dua Sekawan Tukang Las Kapal Nekat Bobol Rumah Sarang Walet, Dalih Terdesak Ekonomi Karena Sepi Job

 

Kaltimminutes.co, Samarinda – Dua sekawan berinsial AA (33) dan AF (29), warga kawasan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan pada Minggu (8/3/2020) pukul 03.30 Wita, melakukan aksi pencurian di sarang burung walet di kawasan Pelita V, Kecamatan Sambutan.

Dua sekawan AA dan AF ini nekat melakukan pencurian, lantaran sepi kerjaan. Padahal keduanya diketahui bekerja sebagai tukang las di sebuah galangan kapal dengan sistem kerja borongan alias per proyek.

Pencurian sarang burung walet ini pun rupanya bukan kali pertama dilakukan keduanya. Pertama mereka sempat melakukan tindak pencurian serupa pada Desember 2019 lalu, dengan lokasi yang beredekatan dengan tempat pencurian terakhirnya. Namun pada kesempatan awal tersebut, dua sekawan ini harus gigit jari lantaran rumah burung walet yang di satroninya belum masuk waktu panen.

Dari pengakuan keduanya dihadapan awak media, AA dan AF mengaku kalu ide pencurian sarang burung walet itu atas inisiatif bersama.

“Ya idenya sama-sama karena pekerjaan sepi. Sudah lama memang incar,” jelas AA.

Baca Juga :  Dwi Sasono Ditanggap Polisi Diduga Simpan 16 Gram Ganja, Ini Kronologinya

Meski berhasil mendapatkan barang incarannya, AA mengaku belum tahu bagaimana nantinya sarang burung walet tersebut akan diuangkan.

“Nanti buka-buka dari Youtube aja jualnya, karena baru ini juga dapat,” imbuh bapak tiga anak tersebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Damus Asa menuturkan kalau dua sekawan ini berhasil diamankan berkat adanya laporan dari wakar si penjaga rumah sarang walet tersebut. Diketahui, kedua pelaku ini berhasil masuk ke dalam rumah sarang walet dengan cara menghancurkan kunci gemboknya dengan menggunakan sejumlah peralatan yang mereka bawa, mulai dari parang, linggis, kapak dan obeng. Saat keduanya berada di dalam dan menjarah setiap keping sarang walet, barulah si wakar melihat adanya kerusakan pada pintu bangunan yang dijaganya tersebut.

“Si wakar langsung mengunci keduanya dari luar bangunan dan segera melaporkan hal tersebut kepada kami,” jelas Damus.

Ketika petugas dari jajaran Satreskrim Polresta Samarinda tiba, kedua pelaku ini diminta untuk keluar dan menyerahkan diri sebelum petugas mengambil tindakan tegas.

Baca Juga :  Kasus Pil Ekstasi Gagal Edar di Samarinda, Polisi Buru Dua Terduga Pelaku

Upaya meminta pelaku untuk keluar menyerahkan diri ini, kata Damus, karena belajar dari kasus terdahulu yang mana para penjarah rumah sarang burung walet pasti membekali diri mereka dengan sejumlah senjata tajam.

“Kami meminta mereka keluar dengan kedua tangannya mengarah ke depan. Setalah itu langsung kami amankan pakai borgol,” imbuhnya.

Ditanya lebih jauh, apakah dua sekawan ini terlibat dalam kasus penjarah serupa di wilayah hukum Polres Kukar beberapa waktu silam, Damus belum bisa memastikan hal tersebut karena saat ini masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut.

“Kami masih tahap pengembangan, begitu juga dengan penjualan barang bukti ini,” tegasnya.

Dari tangan AA dan AF, petugas sedikitnya berhasil mengamankan setengah kilo sarang burung walet, dengan taksiran harga mencapai Rp7,5 rupiah.

“Keduanya kami kenakan Pasal 363 KUHP dengan kurungan maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Imbas Aksi Demo Berujung Ricuh, Polisi Buru Peserta Aksi Anarkis

Hukrim

Kejati Kaltim Sidak Tambang Ilegal di Tahura Kukar, Segera Dilaporkan Kejagung

Hukrim

Putusan Hukuman Pemberi Suap Bupati Kutim, Ini Vonisnya

Hukrim

Selidiki Tambang Ilegal di Samarinda Utara, Polisi Kantongi Nomor Telepon Terduga Pemilik Tambang

Hukrim

Dor ! Terdengar Suara tembakan, Salah Satu Pengunjung THM di Samarinda Nyaris Kena Peluru

Hukrim

Kasus Korupsi Bansos Kubar 2013 Seret Nama Anggota DPRD Kaltim, Mahasiswa Minta Kejati Selidiki

Hukrim

Polisi Musnakan Sabu Hasil Sitaan Seberat 25 Kg di Balikpapan 

Hukrim

Dugaan Aktor Intelektual di Tambang Ilegal Bukit Soeharto, Punya Siapa?