Home / Hukrim

Kamis, 17 Juni 2021 - 14:58 WIB

Dugaan Dana Hibah Tak Sesuai Aturan di Balikpapan, Mahasiswa Minta Kejati Kaltim Tindaklanjuti

Massa aksi siang tadi saat menggeruduk kantor Kejati Kaltim meminta Korps Adhyaksa melakukan penyelidikan aliran dana hibah/ IST

Massa aksi siang tadi saat menggeruduk kantor Kejati Kaltim meminta Korps Adhyaksa melakukan penyelidikan aliran dana hibah/ IST

Kaltimminutes.co, Samarinda – Sebagai fungsi kontrol kinerja aparatur negara, belasan mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Aksi Mahasiswa Dan Pemuda Pembaharu (JAMPER), Kamis (17/6/2021) siang tadi kembali menggeruduk kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang.

Di depan markas Korps Adhyaksa Benua Etam ini, para mahasiswa kembali menyuarakan terkait pencairan dana hibah Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan medio 2019 senilai Rp.17.558.800,00 yang diterima delapan Instansi vertikal tanpa disertai proposal permohonan maupun laporan pertanggungjawaban.

“Kondisi tersebut tentu tidak sesuai dengan peraturan menteri dalam negeri no 21 tahun 2011 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah pasal 43 ayat (5) yabng menyatakan bahwa belanja hibah kepada pemerintah sebagaiman dimaksud ayat (1) dilaporkan pemerintah daerah kepada menteri dalam negeri dan menteri keuangan setiap akhir tahun anggaran,” beber Ahmad korlap aksi siang tadi.

Lanjut Ahmad, selain peraturan di atas pencairan dana hibah ini juga melanggar peraturan lain. Semisal peraturan mentri dalam negri no 123 tahun 2018 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan soslal yang bersumber dari APBD.

Baca Juga :  Meski Gagal Maju di Pilwali Balikpapan, Ahmad Basir Mengaku Akan Tetap Mengabdi ke Masyarakat

“Penerima hibah bertanggungjawab secara formal dan materil atas penggunaan hibah yang diterimanya. Kondisi tersebut mengakibatkan akuntabillitas dan transparansi pertanggujawaban belanja hibah yang belum di pertanggung jawabkan tidak tercapai,” urainya.

Tak hanya itu, Ahmad bahkan menyebutkan adanya dugaan pelanggaran lainnya. Seperti aliran dana hibah yang diberikan Pemprov Kaltim kepada Polda Benua Etam pagu anggaran 2016 senilai Rp5 miliar.

Dari data yang diperoleh dari BPKP Kaltim, tercatat uang miliaran rupiah itu ditujukan untuk pembangunan gedung Direktorat Reserse Kriminal Polda Kaltim. Akan tetapi dana tersebut belum terlansir dalam laporan pertanggungjawabannya.

“Kami ingin meminta dengan tegas Kejati kaltim untuk menindak lanjuti dari aksi dan laporan kami, agar kedepan tidak ada lagi didepan mata kita terjadi praktek yang bisa merugikan daerah dan negara kita. yang jelas membuat kita semua merasakan dampaknya serta merugikan berbagai masyarakat di Kalimantan Timur,” tegasnya.

Baca Juga :  Ditemukan Alat Bantu Pernafasan, Petugas Evakuasi Jasad Pria di Hotel Aida Menggunakan APD Lengkap, Hindari Bila Penyakit Corona

Sementara itu, Kasi E Bidang Intelejen Kejati Kaltim Arifin Arsyad yang menemui massa aksi menyampaikan jika saat ini aspirasi para mahasiswa telah diterima dan segera ditindaklanjuti.

“Kami akan telaah lebih dulu. Kami meminta nomor hp perwakilan terkait komunikasi lanjutan. Karena ini bersifat penyampaian laporan atau aspirasi, jadi siapa tau nanti ada bukti dukung yang bisa dikomunikasikan,” ucap Arifin.

Menelaah laporan terlebih dahulu, lanjut Arifin, pasalnya patut dilakukan. Sebab langkah ini sesuai dengan acuan prosedur yang berlaku.

“Karena kalau mengikuti prosedur tidak bisa langsung memanggil orang. Karena putusannya, setelah ada bukti baru kami bisa panggil melakukan klarifikasi. Korupsi itu memang harus diberantas. Peran serta masyarakat memang sangat diperlukan. Yang jelas sudah kami terima dan segera kami laporkan ke pimpinan untuk ke depan bagiamana tindaklanjutnya,” pungkasnya. (*)

 

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Jadi Kurir Sabu, Pria 39 Tahun di Samarinda Diamankan Polisi dengan Barang Bukti 97,7 Gram

Hukrim

Bisnis Prostitusi Online Terus Menjamur, Polisi Kembali Amankan 15 Pelaku

Hukrim

Kejati Kaltim Dalami Laporan Dugaan Penyelewengan Dana Pasar Rawa Indah Bontang

Hukrim

Chattingan dengan Pria Lain, Seorang Istri Dipukul dan Diseret Suaminya Sejauh 50 Meter

Hukrim

Dosen di Balikpapan 2 Kali Setubuhi Siswi SMP, Berikut Kronologinya

Hukrim

Handphone Miliknya Tertinggal di Rumah Korban, Pencuri ini Ditangkap Polisi

Hukrim

Pemberkasan Tahap 1 Tambang Ilegal Selesai Pekan Ini, Polisi Selidiki Kasus Tambang Lain

Hukrim

Polisi Kembali Amankan Tiga Pengedar Ekstasi di Samarinda, Barang Bukti Dikemas dalam Bungkusan Obat Sakit Kepala