Home / Hukrim

Senin, 16 Agustus 2021 - 09:38 WIB

Dugaan Kasus Cek Kosong Menjerat Hasanuddin Mas’ud, Pengamat Hukum Unmul Sebut Sudah Berada dalam Ranah Penipuan

Hasanuddin Mas'ud, Ketua Komisi III DPRD Kaltim/ tribunnews.com

Hasanuddin Mas'ud, Ketua Komisi III DPRD Kaltim/ tribunnews.com

Kaltimminutes.co, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Hasanuddin Masud diduga tersandung kasus cek kosong.

Hal ini bermula dari laporan salah satu pengusaha bernama Irma Suryani beberapa waktu lalu.

Dalam hal ini, Irma Suryani melaporkan ke polisi atas bisnis solar dengan kakak dari Rahmad Mas’ud tersebut. Kedua belah pihak terlibat bisnis solar laut.

Diklaim, pada awalnya Irma Suryani menyetorkan uang sebesar Rp 2,7 miliar kepada Nurfadiah (istri Hasanuddin Mas’ud).

Sebagai gantinya bisnis tersebut dibagi keuntungan 40-60 persen.

Dimana 40 persen merupakan keuntungan Irma Suryani. Sedangkan 60 persen keuntungan yang diraup oleh Nurfadiah terhadap bisnis tersebut.

Ternyata ketika proses pembayaran Irma Suryani menagih janji yang dijanjikan Nurfadiah.

Istri politisi Golkar itu pun memberikan cek agar dapat dicairkan di Bank.

Saat dicairkan ternyata rekening yang bersangkutan kosong.

Atas dasar itu Irma Suryani melaporkan hal tersebut ke polisi. Hingga saat ini kasus tersebut berada dalam penyidikan.

Melihat hal tersebut Pengamat Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Orin Gusta Andini angkat bicara.

Baca Juga :  Pelaku Bermodus Ban Bocor, Wanita di Samarinda Jadi Korban Pencurian

Menurutnya kasus cek kosong tersebut sudah berada dalam ranah penipuan.

Dimana yang bersangkutan memberikan iming-iming kepada pelapor hasil keuntungan yang ditawarkan.

Namun hasilnya tidak ada alias fiktif.

Maka dari itu dari kasus tersebut ia melihat yang bersangkutan kemungkinan bisa dikenakan pidana pasal 378 terkait penipuan.

“Paling lama pidana empat tahun,” ucapnya, Minggu (15/8/2021).

Dijabarkan bahwa seharusnya pihak Hasanuddin Masud membuat sebuah surat perjanjian hitam di atas putih.

Sehingga dengan adanya surat tersebut maka dengan jelas perjanjian kerjasama bisnis akan kuat di mata hukum. Sekaligus sebagai kejelasan dan kesepakatan antar kedua belah pihak dalam menjalankan bisnis dengan sehat dan tidak merugikan satu dengan lainnya.

“Harus ada perjanjian terlebih dahulu,” ucapnya.

Dikutip dari beberapa sumber menyebutkan pasal 378 berbunyi sebagai berikut;

Barang siapa dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lai dengan melawan hak, baik dengan memakai nama palsu atau keadaan palsu, baik dengan akal dan tipu muslihat, maupun dengan karangan perkataan-perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan sesuatu barang, membuat utang atau menghapuskan piutang, dihukum karena penipuan dengan hukuman penjara selama-lamanya 4 (empat) tahun.

Baca Juga :  Bejat!! Ayah Tiri Cabuli Sang Anak Remaja 17 Tahun, Berawal Tidur Satu Ruangan Bersama Ibu dan Anak

Sementara itu kuasa hukum  Hasanuddin Mas’ud, Saud Purba menjelaskan jika kliennya tidak bersalah.

Hal tersebut dikarenakan dari laporan kliennya mengatakan tidak pernah memberikan sama sekali cek kosong kepada pelapor.

Bahkan selama ini sang klien selalu mematuhi aturan kontrak persetujuan transaksi jual beli soal dengan jelas. “Karena bisnis solar kan bukan bisnis kecil. itu pasti ada kontrak segala macam. sepanjang dia bisa buktikan ada kontrak, ya ada bisnis itu,” ucapnya.

Bahkan pihaknya mempertanyakan alasan pelapor untuk membuktikan cek kosong tersebut.

Sebab kliennya saat ini tidak pernah menyerahkan selembar cek kosong sekalipun.

“Kalau nggak ya isapan jempol aja. cuman kemarin juga, ada beliau mengatakan ada cek kosong. kilen saya merasa tidak pernah menyerahkan cek,” ucap Saud Purba ketika dihubungi melalui telepon Kamis (12/8/2021) sore.

Terkait cek kosong, pihaknya meminta agar penyidik kepolisian benar-benar mencermati laporan tersebut. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Alasan Mau Bayar Indekos, Pasutri Ini Bawa Lari Motor Tetangga

Hukrim

Kasus Pemalsuan Surat Tanah, Seorang Ayah di Samarinda Laporkan Anak dan Menantunya ke Polisi

Hukrim

Rebutan Cowok, Dua Remaja Perempuan di Samarinda Saling Ejek hingga Terlibat Perkelahian

Hukrim

Kasus Ibu Muda Siksa Bayinya di Samarinda, PPA Samarinda Periksa Psikologis Pelaku

Hukrim

Diduga Lakukan Korupsi, Mahasiswa Laporkan Pemkab PPU ke Kejati Kaltim

Hukrim

Mahasiswa Seruduk Kejati Kaltim, Minta Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Gedung Klinik RSUD Taman Husada Bontang

Hukrim

Tertangkap Basah Hendak Membobol Rumah Warga, Beruntungnya Tak Sampai Babak Belur dan Mendekam di Penjara

Hukrim

Lakukan Perampokan di Sejumlah Provinsi, 4 Pelaku Ditangkap di Sumatera