Home / Hukrim

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 20:14 WIB

Emosi Membela Anaknya yang Diduga Dicabuli, Seorang Ayah Malah Dilaporkan Atas Kasus Penganiayaan

Ilustrasi pencabulan yang dilakukan terduga pelaku kepada anak di bawah umur/HO

Ilustrasi pencabulan yang dilakukan terduga pelaku kepada anak di bawah umur/HO

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kota Tepian.

Kali ini dialami MS 9 tahun, warga di Kecamatan Sungai Kunjang.

Tindak asusila yang diduga dilakukan pelaku berinisial AS (41) ini terjadi pada 15 Juli 2021 lalu.

Kasus tersebut kini tengah ditangani oleh jajaran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda.

Informasi dihimpun, AS yang kala itu diberi tugas menjaga rumah milik keluarganya.

Korban yang penasaran ingin melihat kolam berenang yang terletak di dalam rumah itu kemudian mendatangi Pria 41 tahun tersebut.

Singkatnya, AS kemudian mengajak korban untuk menunjukkan yang dipintakannya.

Namun saat sedang melihat-lihat kolam renang, AS tiba-tiba menyergap tubuh MS dari arah belakang.

Tindakan tak senonoh dilakukan dengan cara mencium bibir dan meremas bagian dada.

Setelah melakukan perbuatan bejatnya itu, korban pulang dalam keadaan menangis melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya.

“Pemilik rumah pada saat itu sedang keluar kota. Jadi, pelaku (AS) diminta untuk mengecek dan menjaga rumah yang di tinggal karena pelaku masih ada hubungan keluarga,” ucap Kuasa Hukum Korban Bambang Edy Dharma saat di kunjungi awak media, Sabtu (21/8/2021).

Mengetahui sang anak telah dicabuli, ayah korban kemudian mendatangi AS sesuai petunjuk anaknya.

Baca Juga :  Lakukan Penggeledahan, KPK Jemput Paksa Mardani Maming Hari Ini

Lantaran tak mengakui perbuatannya ketika ditanya berulang kali.

Ayah korban naik pitam lantas memberikan bogem mentah tepat diwajah AS.

AS sebenarnya sempat melakukan serangan balasan, namun kalah kekuatan dengan ayah korban.

Tak terima dihajar, AS lantas membuat laporan penganiayaan ke Polsek Sungai Kunjang.

“Ayah korban malamnya dimintai keterangannya polisi. Kemudian menyampaikan alasan dibalik aksi pemukulan tersebut,” terangnya.

Kepada polisi, ayah korban menyampaikan kalau anaknya telah dicabuli AS.

Namun ketika polisi mengkonfirmasi pernyataan itu ke AS, kembali tak mau mengakuinya.

“Pelaku tidak mengakui perbuatannya. Dia (AS) hanya mengaku kalau sempat bilang ke korban bahwa aroma mulut korban itu beraroma tidak sedap.

Menurut saya, kalau pelaku bisa sampai bilang seperti itu berarti fisik korban dan pelaku pada saat itu sangat dekat,” paparnya.

Lanjut Edy Dharma mengatakan, dirinya yang merupakan tetangga korban bersama warga lainnya kemudian membuat laporan secara resmi ke Unit PPA Satreskrim Polresta Samarinda pada 16 Juli, sehari pasca kejadian.

Keesokan harinya, 17 Juli 2021, pihaknya mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), bahwa telah didapati penyidik dan akan diupayakan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga :  Asik!! Nanti Malam Ada Dua Fenomena Astronomi, Bulan Purnama Strawberry dan Gerhana Bulan Penumbra, Ini Waktunya

“Tanggal 23 Juli 2021, ada saksi yang diperiksa. Saksi tersebut juga dari warga. Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ada kelanjutan hingga saat ini. Saya juga sempat komunikasi bersama penyidik. Diketahui bahwa tidak ada sinkroniasasi antara keterangan saksi dan korban,” lanjut Edy.

Sementara itu, mengenai kasus pelaporan penganiayaan yang ditujukan ke ayah korban, serta dugaan pencabulan yang dilakukan AS sama-sama sedang berproses di kepolisian.

Ia berharap agar kasus pencabulan ini segera mendapatkan titik terang dari hasil penyelidikan.

“Kami masih menunggu hasilnya (penyidikan) kami berharap kasus pencabulan ini bisa mendapatkan hasil. Dan ayah korban bisa lepas atas laporan penganiayaan itu, karena apa yang dilakukannya respon atas anaknya yang telah dicabuli oleh pelaku,” tandasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena melalui Kanit PPA, Iptu Teguh Wibowo menjelaskan, bahwa kasus dugaan pencabulan ini masih dalam proses penyelidikan pihaknya.

Sudah ada beberapa saksi yang telah dimintai keterangan atas dugaan pencabulan tersebut.

“Untuk saat ini kasusnya masih dalam proses. Penyidik juga masih berusaha mencari saksi yang lain untuk menguatkan laporan tersebut,” singkat Iptu Teguh Wibowo Kanit PPA Satreskrim Polresta Samarinda. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Dishub Janji Tempatkan Petugas di Gunung Manggah, Tapi Sudah Dua Hari Petugas Tak Terlihat di Lapangan

Hukrim

Dalami Kasus Pengeroyokan Ketum KNPI, Polisi Bakal Periksa Politikus Golkar

Hukrim

Ungkap Sosok Bharada E, LPSK Sebut Bukan Kategori Penembak yang Mahir

Hukrim

Perekrut Indra Kenz di Binary Option Ditahan, Polisi Khawatir Tersangka Menghilangkan Barang Bukti

Hukrim

Dalami Kasus Dugaan Korupsi Bupati AGM, KPK Kembali Panggil Politikus Demokrat Andi Arief

Hukrim

Perdana Usai Ditahan, Mardani Maming Jalani Pemeriksaan sebagai Tersangka

Hukrim

Kasus Cabul Anak Kiai Jombang Jadi Isu Nasional, PBNU Sebut Malu dan Prihatin

Hukrim

Chattingan dengan Pria Lain, Seorang Istri Dipukul dan Diseret Suaminya Sejauh 50 Meter