Home / Hukrim

Selasa, 11 Februari 2020 - 21:05 WIB

Gunung Manggah Jalur Tengkorak, Pemprov Kaltim Berencana Bangun Flyover

Kaltimminutes.co, Samarinda – Gunung Manggah yang berada di Jalan Otto Iskandar Dinata, Kecamatan Samarinda Ilir, menjadi jalur tengkorak karena kerap terjadi kecelakaan hingga memakan korban jiwa.

Terakhir, kecelakaan terjadi pada Kamis (30/1/2020), diduga rem blong, sebuah truk menabrak pengendara roda dua, saat tengah menuruni tanjakan. Alhasil, 4 orang meninggal dunia akibat kejadian ini.

Kondisi jalur tersebut memang sedikit membahayakan, karena kendaraan yang menurun dari arah Sambutan dipaksa membelok di tikungan mengarah ke Samarinda kota. Kemacetan parah juga kerap terjadi di kawasan tersebut ketika jam-jam sibuk.

Hassanudin Masud, Ketua Komisi III DPRD Kaltim, mengusulkan agar dilakukan pembangunan flyover di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Jelang Pilbup Mahulu, Juan Jenau Masuk Radar PKB

“Kami akan mendorong pemerintah untuk membangun flyover agar dapat mengantisipasi kemacetan dan meminimalisir angka kecelakaan. Mudah-mudahan pemerintah bisa melaksanakan,” kata Hasan, beberapa waktu lalu.

Menanggapi usulan tersebut, Muhammad Sabani, Plt Sekprov Kaltim menerangkan, Pemprov Kaltim berencana melakukan pembangunan flyover di Jalan Otto Iskandar Dinata. Namun, saat ini pihaknya masih dalam proses pengkajian.

“Kami masih buat kajian pra Feasibility Studi (FS), atau studi kelayakan dulu terkait flyover di kawasan itu,” kata Sabani, dihubungi belum lama ini.

Baca Juga :  Rencana DOB Samarinda Seberang, Jahiddin Tegaskan Masih Kekurangan Syarat Jumlah Kecamatan

Studi kelayakan yang dimaksud meliputi aspek teknis pembangunan, ekonomi, keuangan, serta lingkungan.

Kajian pembangunan flyover Gunung Manggah dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim.

“Untuk kajiannya silahkan nanti konfirmasi Dinas PUPR Kaltim,” ungkapnya.

Terkait kapan pembangunan dan pendanaan proyek jalan layang ini, Pemprov Kaltim masih menunggu hasil kajian yang dilakukan PUPR Kaltim. Bila nantinya, anggaran Kaltim cukup mendanai proyek tersebut, maka akan menggunakan APBD. Namun, bila anggaran yang dibutuhan besar, akan diusulkan masuk APBN.

“Nanti kita lihat dulu, bisa APBD bisa APBN,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Kronologi Gadis 19 Tahun di Samarinda Diamankan Polisi, Nekat Lakukan Ini untuk Biaya Pernikahan

Hukrim

Parah!! Demi Beli Sabu, Seorang Pemuda Nekat Curi Sepeda Motor

Hukrim

4 Orang Ditangkap Polisi karena Diduga Jalankan Bisnis Prostitusi di Samarinda dan Balikpapan

Hukrim

Libatkan Mabes Polri, Polresta Samarinda Usut Dugaan Ujaran Kebencian ke Pemkot Samarinda

Hukrim

Persetubuhan Anak di Bawah Umur, Remaja Pelaku Persetubuhan Tak Ditahan, Hanya Dikenakan Wajib Lapor

Hukrim

Dugaan Kasus Hibah KONI Samarinda Masih Diselidiki, Sekkot Bantah Pernah Dipanggil Pihak Kejari

Hukrim

Prostitusi Online di Kutim Diduga Langganan Pejabat, Polisi Akui Sulit Kembangkan Kasus Meski Kendaraan Pelanggan Berpelat Merah

Hukrim

Kejati Kaltim Sidak Tambang Ilegal di Tahura Kukar, Segera Dilaporkan Kejagung