Home / Hukrim

Rabu, 10 Februari 2021 - 19:40 WIB

Honorer Salah Satu RS di Samarinda Jadi Tersangka, Diduga Buat Jasa Hasil Rapid Test Palsu

FOTO : Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda, Kompol Aldi Alfa Faroqi (tengah) menunjukan hasil rapid test bodong yang diungkap dengan kerjasama pihak KKP Samarinda

FOTO : Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda, Kompol Aldi Alfa Faroqi (tengah) menunjukan hasil rapid test bodong yang diungkap dengan kerjasama pihak KKP Samarinda

Kaltimminutes.co, Samarinda – Wabah pandemi Covid-19 yang belum mereda jelas berdampak signifikan pada kehidupan masyarakat. Terutama mereka yang hendak bepergian keluar daerah, karena harus mengantongi hasil rapid test negatif sebagai syaratnya.

Meski pemerintah terus menekan angka pembiayaan rapid test, namun sepertinya hal tersebut tak mampu dijangkau sejumlah masyarakat. Jalur pintas pun menjadi pilihan, yakni dengan memalsukan secarik kertas hasil kesehatan itu dengan harga yang jauh lebih murah.

Melihat peluang rupiah, seorang pria berinisial AR (41) nekad berperan sebagai penjual hasil rapid test bodong, yang dipatoknya senilai Rp150 ribu per lembar.

AR yang diketahui bekerja sebagai tenaga keamanan di sebuah rumah sakit berplat merah di Samarinda berhasil diamankan pihak kepolisian pada Minggu (7/2/2021) kemarin, setelah lebih dulu diamankan dua pria berinisial LO (20) dan JE (20).

Penangkapan pihak berwajib kepada LO dan JE pada saat keduanya hendak bepergian menuju Parepare, Sulawesi Selatan melalui jalur air di Pelabuhan Samarinda.

Baca Juga :  Jual Satwa Dilindungi Secara Online, Pria di Samarinda, Dibekuk Polisi

“Setelah dicek validasi (hasil rapid test) oleh petugas KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Samarinda, diduga kalau itu adalah palsu,” tutur Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda, Kompol Aldi Alfa Faroqi, Rabu (10/2/2021) siang tadi.

Atas dugaan hasil rapid test palsu itulah, petugas KKP Samarinda langsung melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. Walhasil, LO dan JE diamankan. Penyelidikan pun dimulai. Hasilnya, petugas mengetahui kalau si pembuat hasil rapid test bodong ini ialah AR.

“Pelaku ini saling kenal satu sama lain. Di mana sebelum penangkapan, pelaku LO itu bertemu dengan pelaku AR untuk membuat surat hasil rapid antigen palsu di kediaman AR,” tambah Aldi.

Bermodalkan satu unit perangkat komputer, tangan lincah AR langsung bekerja. Ia sebelumnya telah memiliki salinan rapid test asli yang telah disalinnya dalam bentuk file siap edit. Setelah harga disepakati, barulah AR bekerja menyetak pesanan para pelanggannya, yakni LO dan JE.

AR pun diamankan dikediamannya yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir dengan barang bukti satu perangkat komputer dan uang penjualan hasil rapid test bodong senilai Rp450 ribu dan beberapa unit ponsel.

Baca Juga :  [BREAKING NEWS] Tembus 100 Kasus, Konfirmasi Positif Covid-19 di Kaltim Tambah 8 Kasus, Seluruhnya dari Klaster Ijtima Gowa

“Kami masih mendata berapa banyak yang sudah dijual pelaku. Kemungkinannya sudah sembilan kali pelaku menjual, karena pengakuannya sudah beroperasi sehak Januari kemarin

Meski AR dipastikan sebagai dalang dari penjualan hasil rapid test bodong, namun JO dan LE juga turut diamankan polisi. Keduanya juga harus merasakan dinginnya kurungan besi, sebab dengan sadar dan atas keinginan pribadi mendapatkan hasil rapid test bodong yang dijual AR.

“Sejauh ini penyelidikan kami belum ada keteribatan pihak klinik (yang dipalsukan hasil rapidnya),” tambahnya.

Akibat ulah ketiganya, kini mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan pasal 263 ayat 1 dan atau pasal 268 ayat 1 KUHP juncto pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Prostitusi Online di Kutim Diduga Langganan Pejabat, Polisi Akui Sulit Kembangkan Kasus Meski Kendaraan Pelanggan Berpelat Merah

Hukrim

Januari hingga Oktober 2020, Polresta Samarinda Gagalkan 16 Kilogram Sabu di Kota Tepian

Hukrim

Dugaan Korupsi Proyek Peningkatan Irigasi di Kukar, Mahasiswa Datangi Kantor PN Samarinda Pertanyakan Kelanjutan Perkara 

Hukrim

Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi PT AKU, Terungkap Kerja Sama Tanpa Persetujuan Dewan Pengawas

Hukrim

Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi Dana PI Blok Mahakam, Kejati Kaltim Sita 4 Mobil, 8 Laptop, dan 2 Ponsel

Hukrim

Bujuk Wanita Foto Tanpa Busana, Karyawan Mal di Balikpapan Jadi Agen Model Bodong

Hukrim

Lelaki di Samarinda Diciduk Polisi Lantaran Menyamar Jadi Polisi, Diduga Lakukan Pemerasan

Hukrim

Tindak Lanjut Laporan Kuasa Hukum Andi Harun, Polisi Libatkan Tim Cyber Terkait Pengusutan Berita Hoaks di Youtube