Home / Hukrim

Senin, 22 Maret 2021 - 15:47 WIB

Jual Satwa Dilindungi Secara Online, Pria di Samarinda, Dibekuk Polisi

FOTO : Puluhan satwa jenis burung dilindungi yang berhasil diamankan petugas Balai Gakkum KLHK dari tangan seorang pria berinisial EP

FOTO : Puluhan satwa jenis burung dilindungi yang berhasil diamankan petugas Balai Gakkum KLHK dari tangan seorang pria berinisial EP

Kaltimminutes.co, Samarinda – Unggas memang selalu memiliki pesona tersendiri. Terlebih mereka yang memiliki bulu menarik dan suara yang merdu, seperti burung kicau yang selalu diburu para penghobi.

Kendati diperbolehkan, namun sebagian jenis burung pasalnya tak boleh diperjualbelikan sebagai peliharaan.

Selain dari kelangkaan jenisnya, ekosistem rantai makanan juga bergantung pada jenis burung tertentu. Sebagaimana yang diatur dalam satwa dilindungi tertuang pada Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

Meski ada aturan dan jeratan hukum, namun hal tersebut tak membuat jual beli satwa liar dilindungi dapat menghilang dari tanah air. Tak jarang satwa endemik yang terancam punah ikut diburu untuk diperdagangkan karena harga yang selangit.

Satu dari pelaku perdagangan satwa dilindungi ini ialah seorang pria berinisial EP (44) yang diringkus Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (Sporc) Balai Gakkum LHK Kalimantan, Kamis (18/3/2021).

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Samarinda Stabil, Dinkes Berharap Tak Ada Penularan di Proses Pilkada, Warga Diimbau Tetap Jaga Jarak

Modus satwa yang jelas-jelas merugikan alam dan negara ini pun kini semakin berkembang. Tidak melulu menjual secara langsung, melainkan dijual secara online untuk agar tak mudah diketahui petugas.

“Pelaku ini jual secara langsung di kiosnya sekaligus rumahnya. Kalau jual secara online itu melalui Facebook. Puluhan burung ini dalam sangkar sudah siap jual,” kata Kepala Seksi Gakkum Wilayah II Samarinda, Annur Rahim.

Setidaknya ada 66 ekor burung dilindungi yang ditemukan petugas di dalam rumah EP, di Perumahan Elektrik, Jalan M. Said, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang.

Seluruh burung yang siap jual ini merupakan satwa dilindungi yang terdiri dari 14 ekor cucak hijau, 3 ekor beo tiong emas dan 1 ekor kakatua jambul kuning.

Baca Juga :  Dua Jam Jasad Yusuf Diautopsi, Polisi Amankan Tulang untuk Uji Laboratorium

Di mana merupakan satwa lokal Kalimantan. 48 ekor sisanya merupakan burung cililin yang bukan satwa lokal. Berasal dari Surabaya, Jawa Timur.

“Pelaku ini ngakunya dapat cililin atau ongklet dari Surabaya. Kalau jenis burung lainnya didapat dari pengumpul lokal di Kutai Timur,” terangnya.

Aktivitas jual beli jual beli satwa dilindungi ini telah berjalan sejak lima tahun terakhir. Namun untuk ada tidaknya keterlibatan orang lain, masih didalami kembali oleh Balai Gakkum.

“Untuk adanya sindikat kami belum tahu. Kami masih selidiki,” kuncinya.

Akibat perbuatannya, EP dijerat Pasal 21 ayat (2) huruf a jo Pasal 40 ayat (4) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, dengan ancaman  5 tahun kurungan penjara dan denda maksimum Rp 100 juta. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Polresta Samarinda Lakukan Gelar Perkara Dugaan Penggelapan Uang Oleh Oknum Anggota DPRD Kaltim

Hukrim

Wakil Bupati Aceh Tengah Ancam Akan Bunuh Bupatinya, Ternyata Karena Tak Dilibatkan Bahas Proyek 17 Miliar

Hukrim

Taruh Kunci di Resepsionis, Motor Tamu Hotel Digasak Maling

Hukrim

Jadi Kurir Sabu, Pemuda di Samarinda Diciduk Polisi, 7 Poket Sabu Diamankan

Hukrim

Kejati Kaltim Tetapkan Direktur PT MGRM Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Bodong Rp 50 Miliar

Hukrim

Viral Aksi Pemalakan Seorang Jukir Liar di Samarinda, Dishub Minta Warga Beri Laporan Jika Ada Kejadian

Hukrim

Tolak Kenaikan Iuran BPJS, PMII Gelar Demo di DPRD Samarinda

Hukrim

Balai Gakkum Ciduk Pelaku Penjualan Burung Enggang di Kaltim, Harga Menggiurkan 1 Burung Dihargai Rp 9 Juta di Luar Negeri