Home / Hukrim

Rabu, 24 November 2021 - 12:06 WIB

Kasus Penganiayaan Anak Panti Asuhan di Malang, 10 Pelaku Ditangkap, Berikut Kronologinya

Ilustrasi penganiayaan / sukabuminow.com

Ilustrasi penganiayaan / sukabuminow.com

Kaltimminutes.co – Polisi telah menangkap terduga pelaku penganiayaan anak panti asuhan yang terjadi di wilayah Kota Malang, Jawa Timur, yang beberapa waktu lalu viral di media sosial (medsos).

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto  mengatakan jumlah pelaku penganiayaan sebanyak 10 orang termasuk pelaku persetubuhan.

“Lebih kurang 10 orang yang diduga melakukan tindakan kekerasan ataupun persetubuhan,” kata Budi, Selasa (23/11)

Dari keterangan Budi diketahui semua terduga pelaku penganiayaan  termasuk satu merupakan pelaku persetubuhan masih berstatus anak-anak.

“Dalam hal ini, kami menyampaikan bahwa korban dan para pelaku statusnya masih anak-anak,” katanya.

Budi menjelaskan pihak kepolisian menerima laporan terkait kejadian penganiayaan korban yang berusia 13 tahun tersebut pada 19 November 2021, atau satu hari setelah kejadian. Polisi juga mendapatkan rekaman video penganiayaan yang kemudian viral di media sosial.

Sejumlah barang bukti yang diamankan adalah pakaian yang dikenakan para terduga pelaku yang dicocokkan dengan video, termasuk telepon genggam milik korban yang dirampas dan telepon genggam lain yang dipergunakan untuk merekam aksi penganiayaan.

“Dari penyesuaian alat-alat bukti, kami mengamankan tadi malam sepuluh orang yang diduga melakukan tindak pidana,” ujarnya.

Korban dan terduga pelaku, kata dia, masih berstatus anak-anak sehingga penanganannya akan bekerja sama dengan psikolog, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak dan Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Baca Juga :  Soal Pembatalan Tuntutan ODGJ Pelaku Penimpasan, Kuasa Hukum Pengemudi Ojol Beri Sanggahan

Sebelumnya, beredar rekaman video penganiayaan siswi berdurasi 2 menit dan 29 detik yang menunjukkan aksi kekerasan oleh sejumlah rekan korban. Korban penganiayaan dan persekusi yang berjenis kelamin perempuan tersebut masih berusia kurang lebih 13 tahun.

Dalam video yang tersebar, korban yang terlihat masih menggunakan baju seragam sekolah, dianiaya oleh sejumlah rekannya. Kejadian tersebut, dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Blimbing, Kota Malang pada 18 November 2021.

Kronologi
Budi mengatakan kejadian penganiayaan bermula saat korban dibawa seseorang ke suatu tempat dan dilakukan persetubuhan.

Kemudian, lanjutnya, istri siri dari terduga pelaku persetubuhan tersebut mengetahui kejadian itu. Saat itu, istri siri terduga pelaku persetubuhan membawa beberapa orang temannya untuk menginterogasi korban dan melakukan tindakan kekerasan.

Ia menjelaskan, kejadian tersebut menyebabkan korban mengalami tekanan psikologis dan terpukul. Pihak kepolisian masih berupaya untuk mendalami perkara tersebut dari sejumlah alat bukti yang telah diamankan.

“Setelah kami menerima laporan, melihat bahwa kondisi psikis korban masih sangat terpukul. Kami menjaga psikologis dari korban dan terduga pelaku, karena mereka statusnya adalah anak,” kata Budi.

Baca Juga :  Pokir Dewan Wajib Dilengkapi Dokumen Perencanaan, Komisi III DPRD Kaltim Merasa Dipersulit

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo menambahkan motif aksi kekerasan tersebut dilatarbelakangi adanya rasa kesal salah seorang pelaku karena melihat suami sirinya tidur dengan korban.

“Dari pelaku, memang ada kekesalan karena melihat suami siri tidur dengan seorang perempuan. Itu yang memicu kejadian tersebut,” kata Tinton.

Tinton menjelaskan pasangan suami istri yang menikah siri tersebut saat ini juga masih berstatus anak-anak. Para pelaku dan korban sejauh ini dilaporkan saling mengenal satu sama lain.

“Korban dan pelaku ini memang mereka saling mengenal, karena kalau dibilang teman, mereka teman, tapi tidak yang terlalu akrab,” katanya.

Pasal yang disangkakan pada kasus tersebut adalah pasal 80 Undang-Undang Nomor 35/2014 atas perubahan UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak, atau pasal 170 ayat 2 KUHP dan atau pasal 33 ayat 2 KUHP.

Kemudian, pasal 81 UU Nomor 35/2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman lima hingga sembilan tahun penjara terhadap kekerasan anak, dan persetubuhan dengan ancaman penjara selama 15 tahun (*)

Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia dengan judul “10 Pelaku Penyiksaan Anak Panti Asuhan Kota Malang Ditangkap”  https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211124071850-12-725252/10-pelaku-penyiksaan-anak-panti-asuhan-kota-malang-ditangkap.

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Tak Mampu Biayai Istri Melahirkan, Seorang Pemuda di Samarinda Nekat Lakukan Tindak Kriminal

Hukrim

Suami Aniaya Istri Karena Tak Diberi Uang 400 Ribu

Hukrim

Sebut Wapres Patung Istana, Presiden BEM-KM Unmul Diperiksa Satreskrim Polresta Samarinda

Hukrim

Kasus Pil Ekstasi Gagal Edar di Samarinda, Polisi Buru Dua Terduga Pelaku

Hukrim

Dua Remaja Diamankan Polsek Sebulu, Diduga Salahgunakan Sabu

Hukrim

Pengakuan Dwi Sasono, Gunakan Ganja Selama Pandemi Corona, Ini Video Lengkap Pengakuannya

Hukrim

Mantap!!! Sepekan, Polisi Ciduk 7 Pengedar Sabu, 19 Poket Dijadikan Barang Bukti

Hukrim

Baru 3 Hari Bebas, Habib Bahar bin Smith Kembali Masuk Penjara, Kenapa?