Home / Hukrim

Jumat, 19 Maret 2021 - 15:45 WIB

Kasus Prostitusi Anak Dibawah Umur di Samarinda, Muncikari Terancam Kurungan 15 Tahun Penjara

FOTO : EP saat diamankan jajaran kepolisian sebab telah melanggar TPPO dan diancam kurungan 15 tahun penjara

FOTO : EP saat diamankan jajaran kepolisian sebab telah melanggar TPPO dan diancam kurungan 15 tahun penjara

Kaltimminutes.co, Samarinda – Pengungkapan kasus prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur di wilayah hukum Polsek Samarinda Kota saat ini masih terus didalami.

Meski polisi berhasil mengamankan sang mucikari, yakni seorang pria berinisial EP, namun tak lantas perkara selesai begitu saja.

Diungkapkan Kapolsek Samarinda Kota, AKP Aldi Harjasatya saat ini jajarannya masih mendalami apakah pria 28 tahun yang telah diamankan merupakan pemain tunggal atau berkedok jaringan.

“Sejauh ini hasil pengakuan pelaku, dirinya bermain tunggal. Tapi kami masih terus melakukan terus dalami pelan-pelan. Karena tidak bisa begitu saja percaya dengan pengakuan awal pelaku,” beber Aldy melalui telpon selulernya, Kamis (18/3/2021) sore tadi.

Dari hasil interogasi, lanjut Aldy, EP hanya mengaku telah menjual dua perempuan penghibur. Yakni berusia 15 dan 25 tahun yang mana keduanya dipatok tarif berbeda. Untuk remaja 15 tahun EP mematok hingga angka Rp1 juta per sekali kencan.

“Pengakuan pelaku cuman dua, tapi kami juga tetap dalami. Karena tidak menutup kemungkinan adanya korban lainnya,” tegas polisi berpangkat balok tiga emas ini.

Baca Juga :  Viral! Pasutri Muda Asal Rusia Ngamen di Pasar Sambil Bawa Anak

Selain itu, adanya korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) masih di bawah umur ini, nantinya tidak akan melibatkan pihak Balai Permasyarakatan (Bapas) untuk proses pemeriksaan korban sebagai saksi.

“Kami tidak melibatkan Bapas karena dalam pidananya korban tidak ada paksaan dari pelaku,” imbuhnya.

Dalam setiap transaksi, EP diketahui selalu berpindah lokasi hotel. Yakni sesuai kesepakatan dengan para pria hidung belang. Dari setiap tranksasi EP pu  mematok iuran senilai Rp50-100 ribu per sekali kencan.

Akibat perbuatannya ini, EP pun diancam kurungan cukup lama sebab telah melanggar undang-undang perlindungan anak dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara.

“Statusnya kami tingkatkan jadi tersangka dan dijerat dengan pasal 2 Ayat (2) UU RI Nomor 21 Tahun 2007,tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), yang diancam maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian berpakaian sipil bermodal gawai berhasil mengungkap TPPO pada Jumat (12/3/2021) lalu. Mulanya, polisi pun menghimpun informasi jika diwilayah hukum mereka terdapat sebuah hotel yang dengan layanan perempuan hiburan.

Baca Juga :  Kasus Korupsi PT AKU, Dua Mantan Petinggi Perusda Dituntut Penjara 15 Tahun

Usut punya usut, rupanya EP adalah dalang dibalik bisnis esek-esek dari hotel yang dikabarkan. Penyelidikan pun dimulai. Hasilnya bari aplikasi chatting bernama Michat, EP biasa memasang tarif beragam. Yakni mulai dari Rp200 hingga Rp1 juta per sekali kencan. Untuk tarik perempuan dewasa, yakni yang usia sekira 25 tahun, EP mematok tarik dari Rp200 hingga Rp500 ribu.

Sedangkan untuk para gadis belia, EP mematok tarif tertinggi. Yakni hingga mencapai Rp1 juta per sekali kencan.

Sejak dua bulan melakoni bisnis lendir ini, EP yang tak memiliki pekerjaan alias pengangguran ini sedikitnya telah melakukan 10 kali transaksi pada pria hidung belang di 10 lokasi hotel berbeda sesuai kesepakatan.

Setelah diamankan, dan dari hasil interogasi, EP mengaku jika bisnis lendir yang dilakoninya itu sejak dua bulan silam. Dari setiap transaksi, EP mendapatkan jatah mulai Rp50 hingga Rp100 ribu. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Lelaki di Samarinda Diciduk Polisi Lantaran Menyamar Jadi Polisi, Diduga Lakukan Pemerasan

Hukrim

Dapat Orderan Curi Mobil dan Alasan untuk Kebutuhan Lebaran, Kakak Beradik Ini Nekat Gasak Mobil di Pinggir Jalan

Hukrim

Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi Dana PI Blok Mahakam, Kejati Kaltim Sita 4 Mobil, 8 Laptop, dan 2 Ponsel

Hukrim

Tindak Lanjut Laporan Kuasa Hukum Andi Harun, Polisi Libatkan Tim Cyber Terkait Pengusutan Berita Hoaks di Youtube

Hukrim

PH Tersangka Pemalsuan Data Royalti Batu Bara Sebut Kliennya Hanya Korban dari Oknum Tak Bertanggung Jawab

Hukrim

Waduh!! Ada Tambang Ilegal di Bukit Soeharto, Polisi Amankan 1 Tersangka

Hukrim

Tim Ahli Forensik Mabes Polri Akan Diterjunkan Guna Ungkap Kematian Yusuf

Hukrim

Mulai Beroperasi Desember 2019, Sudah 8 Kecelakaan Terjadi di Tol Balsam