Home / Hukrim

Kamis, 6 Februari 2020 - 17:12 WIB

Kejati Kaltim Dalami Laporan Dugaan Penyelewengan Dana Pasar Rawa Indah Bontang

Kaltimminutes.co, Samarinda – Usai menggelar aksi unjuk rasa di Kejati Kaltim, pada Senin (3/2/2020). Gabungan Mahasiswa Peduli Pembangunan Kaltim (GMPPKT), kembali mendatangi kejati guna menanykan kelanjutan kasus dugaan penyelewengan dana pada proyek Pasar Rawa Indah Bontang.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kasi Penkum Kejati) Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Farid mengatakan, pihaknya telah menyampaikan aksi yang dilakukan GMPPKT beberapa waktu lalu kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Sedangkan untuk laporan terkait dugaan tersebut sudah dilaporkan ke bagian Asisten Intelejen (Asintel) dan Kepala Kejati Kaltim.

“Sudah ditindaklanjuti, laporannya sudah di Asintel dan Kajati, kemudian aksi kemarin sudah sampai Kejagung,” kata Farid dikantornya, Kamis (6/2/2020).

Baca Juga :  Polisi Tetapkan 2 Orang Tersangka, Kasus Ananda Yusuf Temui Titik Terang

Mengenai laporan yang dilayangkan GMPPKT, Farid sebut masih dalam proses pendalaman.

“Belum ada petunjuk dari atas, kami masih dipelajari dulu kasusnya,” sebutnya.

Sementara itu, Abidin selaku Koordinator Lapangan (Korlap) GMPPKT yang kembali mendatangi Kejati, menuturkan akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga selesai.

“Hari ini coba minta klarifikasi hasil aksi kemarin, dari kejaksaan bilang sudah di laporkan. Senin depan rencananya akan kami berikan data penunjang lain, pastinya kami akan terus mengawal sampai selesai,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan massa aksi yang tergabung dalam organisasi Gabungan Mahasiswa Peduli Pembangunan Kaltim (GMPPKT) mendatangi kantor Kejati untuk menyampaikan perihal dugaan penyelewengan dana pada proyek pasar rawa indah Bontang, Senin (3/2) lalu.

Baca Juga :  Corona Berbahaya, Tapi DBD Lebih Mematikan, Hingga April 2020 Ada 10 Kematian Akibat DBD

Mereka meminta Kejati untuk memeriksa tiga pihak terkait proses pembangunan pasar rawa indah Bontang yaitu pihak perencana, pelaksana, dan pengawas proyek.

Dugaan itu ditandai dengan kondisi fisik bangunan, seperti cat dinding yang memudar dan keretakan di beberapa bagian bangunan.

Proyek ini diindikasi GMPPKT, ada persekongkolan dalam penentu pemenang lelang. Menelan anggaran Rp 107 miliar, proyek pasar rawa indah dikerjakan sejak tahun 2017 dan direncanakan selesai tahun 2019, akan tetapi hingga kini proyek yang diketahui melibatkan satu perusahaan swasta yaitu PT. Sasmito itu tidak kunjung selesai. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

11 Saksi Diperiksa Polresta Samarinda, Disebut Terkait Kasus Korupsi Bupati Kutim

Hukrim

Penyelidikan Terhadap Jaringan Sindikat Vaksin dan PCR Bodong Terus Berlanjut, Satu DPO Masih Diburu Polisi 

Hukrim

PH Tersangka Pemalsuan Data Royalti Batu Bara Sebut Kliennya Hanya Korban dari Oknum Tak Bertanggung Jawab

Hukrim

Karena Mencurigakan, Seorang Pria Tertangkap Bawa Sabu di Bandara APT Pranoto Samarinda

Hukrim

Pemuda Ditemukan Tak Bernyawa di Samarinda, Kondisi Tangan dan Kaki Terikat

Hukrim

Dishub Janji Tempatkan Petugas di Gunung Manggah, Tapi Sudah Dua Hari Petugas Tak Terlihat di Lapangan

Hukrim

Gunakan Obat Tidur, Ayah Bejat Cabuli Anak Tiri

Hukrim

Terekam CCTV Saat Curi Bawang 1 Karung, Bapak 2 Anak Diciduk Polisi