Home / Hukrim

Kamis, 18 Februari 2021 - 18:29 WIB

Kejati Kaltim Tetapkan Direktur PT MGRM Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Bodong Rp 50 Miliar

FOTO : Tim penyidik Kejati Kaltim saat mengeksekusi direktur PT MRGM sebagai tersangka rasuah pembangunan proyek bodong senilai Rp50 miliar

FOTO : Tim penyidik Kejati Kaltim saat mengeksekusi direktur PT MRGM sebagai tersangka rasuah pembangunan proyek bodong senilai Rp50 miliar

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kamis (18/2/2021) sore tadi sekira pukul 16.00 Wita, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim benar-benar menepati janjinya mengusut dugaan korupsi dalam tubuh perusahaan daerah (Perusda) PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) dengan menetapkan pria berinisial IR sebagai tersangka, yang menjabat sebagai direktur.

Kepada awak media, Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kaltim, Prihatin menyampaikan penanganan kasus dugaan rasuah senilai Rp50 miliar ini pada Jumat, 8 Januari kemarin.

Setelah dua pekan menghimpun saksi dan alat bukti, tepatnya pada Selasa, 22 Januari tim penyidik Kejati Kaltim telah membuat kesimpulan kalau dalam PT MGRM telah terjadi sebuah tindak pidana.

“Pada tanggal 8 (Februari) kami melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan. Karena berhalangan datang jadi kami jadwalkan ulang pada hari ini (Kamis 18 Februari),” jelas Prihatin dalam konferensi persnya.

Baca Juga :  Sebarkan Uang Palsu, Pasutri Diancam Kurungan 10 Tahun

Setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi, IR rupanya memenuhi unsur dan alat bukti hingga statusnya pun ditingkatkan sebagai tersangka.

“Kasusnya dugaan korupsi dana deviden partisipasi interes sebanyak 10 persen proyek pembangunan tangki timbun dan terminal BBM pengerjaan 2018-2020,” kata Prihatin.

Lanjut Prihatin, aliran dana yang diselewengkan IR berasal dari aliran Pertamina Hulu Mahakam senilai Rp70 miliar. Dari angka tersebut, Rp50 miliar masuk dalam rancangan pembangunan tangki timbun dan terminal BBM di tiga lokasi berbeda. Yakni Balikpapan, Samboja (Kukar) dan Cirebon (Jabar).

“Sampai saat ini tangki pembangunan tangki timbun itu tidak pernah ada (bodong). Pengerjaan proyek itu dimenangkan PT Peteo Internasional yang 80 persen sahamnya dimiliki tersangka IR. Dan 20 persen saham sisanya dipegang anaknya,” bebernya.

Dari total aliran dana, masih tersisa Rp20 miliar sisanya yang saat ini masih dalam tahap penyidikan lebih lanjut oleh Korps Adhyaksa.

Baca Juga :  Pintu Masuk Darat ke Balikpapan Diperketat, Rapid Test Dilakukan ke Pengendara

“Rp20 miliar sisanya nanti pengembangan lanjutan. Karena yang baru kami dapati Rp50 miliar sekarang untuk pembangunan tangki timbun yang tidak pernah ada,” kata Prihatin lagi.

Lanjut Prihatin, kalau menyeruaknya kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang bersumber pada laporan audit BPK. Sejak menerima aduan tersebut, tim penyidik Kejati Kaltim sedikitnya telah melakukan pemeriksaan kepada 15 saksi.

Hingga ditetapkannya IR sebagai tersangka dengan jeratan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU nomor 31/1999 tentang tindak pidana korupsi yang telah diubah dan ditambah ke UU nomor 20/2001 juncto pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara.

“Untuk sementara tim (penyidik) menyimpulkan kalau masih ada kemungkinan tersangka lainnya,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Mantap!! Pemodal dan Mandor Tambang Ilegal di Dekat Pemakaman Covid-19 Ditangkap Polisi

Hukrim

Pria di Samarinda Dikejar Warga, Diduga Curi Handphone di Warung

Hukrim

Dugaan Korupsi Proyek Peningkatan Irigasi di Kukar, Mahasiswa Datangi Kantor PN Samarinda Pertanyakan Kelanjutan Perkara 

Hukrim

Dalam Persidangan, Dua Terdakwa Akui Perbuatan Memberi Suap di Kasus Korupsi Kutim

Hukrim

Seperti Film, Polisi dan Dua Remaja Kejar-kejaran di Jalan

Hukrim

Diduga Bobol Rumah, Batman dan Kawanannya Ditangkap Polisi

Hukrim

PH Tersangka Pemalsuan Data Royalti Batu Bara Sebut Kliennya Hanya Korban dari Oknum Tak Bertanggung Jawab

Hukrim

Polisi Tetapkan 2 Orang Tersangka, Kasus Ananda Yusuf Temui Titik Terang