Home / Hukrim

Senin, 15 November 2021 - 22:50 WIB

Korupsi Pembangunan Kampus, Mantan Rektor UIN Dituntut 3 Tahun Penjara

Eks Rektor UINSU Prof Saidurahman, bersama dua tersangka lainnya / kumparan.com

Eks Rektor UINSU Prof Saidurahman, bersama dua tersangka lainnya / kumparan.com

Kaltimminutes.co – Didakwa terlibat korupsi pembangunan Kampus Terpadu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, Saidurrahman dituntut 3 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (15/11/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendri Edison Sipahutar menilai, terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam perkara Korupsi pembangunan Kampus Terpadu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan Tahun 2008 yang merugikan negara Rp 10,3 miliar.

“Meminta supaya majelis hakim menjatuhkan terdakwa Saidurahman dengan pidana 3 tahun penjara, denda Rp 500 juta, subsider 3 bulan kurungan,” kata Jaksa.

Tuntutan disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendri Edison Sipahutar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (15/11). “Meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa Saidurrahman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” kata Hendri di hadapan majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata

Baca Juga :  Terungkap di Persidangan, Iwan Ratman Akui Alirkan Uang Miliaran Rupiah ke Perusahaan Pribadinya

JPU menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana termuat dalam Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Menurut Hendri, adapun hal yang memberatkan Saidurrahman yakni perbuatannya telah bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. “Hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan dan mengakui perbuatannya. Terdakwa juga telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp10,3 miliar,” ujarnya.

Dalam kasus ini Saidurrahman tak sendirian. Dua orang lainnya yang duduk di kursi terdakwa yakni mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada pekerjaan itu Syahruddin Siregar dan Direktur PT Multikarya Bisnis Perkasa Joni Siswoyo selaku rekanan. Dua orang itu sebelumnya telah dituntut dengan hukuman 4 tahun penjara.

Dalam dakwaan, kasus ini berawal saat UIN Sumut mendapat anggaran di tahun 2018 berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : SP-DIPA-025.04.2.424007/2018 untuk pembangunan gedung perkuliahan terpadu di kampus tersebut yang dananya bersumber dari dana APBN Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan nominal pagu anggaran sebesar Rp50.000.000.000.

Baca Juga :  Dukung Hukuman Mati Bagi Korupsi, Begini Kata Ketua KPK

Saidurrahman meminta agar panitia pelelangan proyek pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Kampus II UIN Sumut memenangkan PT Multikarya Bisnis Perkasa untuk melaksanakan proyek itu. Untuk merealisasikan hal itu, saksi Marudut SE menemui Ketua Pokja saksi Rizki Anggraini meminta bantuannya agar mau bekerja sama agar dalam proses lelang.

Panitia pokja pun memenangkan perusahaan PT Multikarya Bisnis Perkara yang akan melaksanakan pembangunan gedung kuliah terpadu dengan nilai kontrak Rp44.973.352.461. Namun, pembangunan gedung itu kemudian mangkrak dan berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp10,3 miliar. (*)

Artikel ini telah tayang di merdeka.com dengan judul “Kasus Korupsi Pembangunan Kampus, Eks Rektor UIN Sumut Dituntut 3 Tahun Penjara”. https://www.merdeka.com/peristiwa/kasus-korupsi-pembangunan-kampus-eks-rektor-uin-sumut-dituntut-3-tahun-penjara.html

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Pasca Unjuk Rasa Omnibus Law di Samarinda, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Hukrim

Polresta Samarinda Amankan Seorang Pemuda yang Diupah Rp250 Menjadi Kurir Sabu

Hukrim

Pegawai BPBD Kaltim Tewas Tenggelam di Derawan Usai Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

Hukrim

Dalami Kasus Persetujuan Pengurusan Dana Insentif Daerah, KPK Periksa Eks Bupati Tabanan

Hukrim

Polisi Gagalkan Pengedaran 1.028 Pil Ekstasi di Samarinda, Dua Orang Diburu

Hukrim

Video Emak-emak Bertelanjang Dada Viral di Media Sosial, Ternyata Mereka Tuntut Ini

Hukrim

Gunakan Obat Tidur, Ayah Bejat Cabuli Anak Tiri

Hukrim

100 Hari Pemerintahan Jokowi-Amin, Mahasiswa Gelar Aksi