Home / Hukrim

Kamis, 6 Januari 2022 - 13:17 WIB

Laporkan Ferdinand Hutahaean ke Bareskrim Polri, KNPI Sebut Sangat Tidak Pancasilais

Ketua umum KNPI, Haris Pertama / Sindonews.com

Ketua umum KNPI, Haris Pertama / Sindonews.com

Kaltimmimutes.co – Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) melaporkan Ferdinand Hutahaean ke Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (5/1).

Ferdinand Hutahaean dilaporkan terkait cuitannya di mendia sosial

Ketua Dewan Pimpinan Pusat KNPI, Haris Pertama juga turut memberikan respon terkait hal tersebut.

Haris menilai apa yang dilakukan Ferdinand sangat tidak Pancasilais. Sebab cuitan Ferdinand tersebut bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Dari cuitannya Ferdinand tersebut menunjukkan yang bersangkutan tidak Pancasilais, anti Pancasila,” ucap Haris di gedung Bareskrim Polri, Rabu (6/1/2022).

Baca Juga :  Kasus Pencurian Kosmetik Oleh Ibu Tiga Anak, Polisi Buru Pelaku Lain

Lebih lanjut Haris mengatakan bahwa DPP KNPI telah telah membuat laporan terkait cuitan Ferdinand yang mengandung ujaran kebencian.

Haris mengatakan tujuan laporan tersebut adalah untuk mencegah konflik sosial ditengah masyarakat karena cuitan tersebut.

“Kami anggap menistakan agama kepercayaan masyarakat Indonesia” ujar Haris.

Sebelum Ferdinand Hutahaean telah memberikan klarifikasi terkait cuitannya itu. Ia mengatakan hal itu tidak ada maksud untuk menyinggung kelompok atau agama tertentu. Melainkan hanya untuk dirinya pribadi.

Namun harus mengatakan apa yang dilakukan Ferdinand tersebut bukan untuk dirinya melainkan kepada masyarakat Indonesia yang telah dilukai perasaannya.

Baca Juga :  200 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Berhasil Disalurkan, Pemerintah Ucapkan Terimakasih Kepada Seluruh Rakyat Indonesia

Olehnya meminta jajaran kepolisian agar segera melakukan penindakan tegas perkara tersebut.

Lebih lanjut Haris mengatakan peristiwa tersebut agar menjadi pembelajaran untuk kita semua dalam bermedia sosial dengan baik dan tidak menyebar kebencian serta kegaduhan yang dapat menimbulkan perpecahan.

Ferdinand dilaporkan terkait dengan melanggar pasal 45a ayat (2) juncto pasal 28 ayat (2) undang-undang nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) Jo. Pasal 14 ayat (1) dan ayat 2 KUHP.

(*)

 

Share :

Berita Terkait

Hukrim

KPK Usut Kasus Dana PEN Daerah, Rumah Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Digeledah

Hukrim

Berawal dari Kekesalan Istri, Pasutri Asal Sukabumi Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Injak Alquran

Hukrim

Aksi Unjuk Rasa Penolakan Tambang Emas di Sulteng Berujung Maut, 1 Orang Warga Tewas Tertembak

Hukrim

Sebabkan Kerugian Negara Rp 4,5 Miliar, Tersangka Pemalsuan Data Royalti Batu Bara Dieksekusi Tim Kejaksaan 

Hukrim

Selidiki Tambang Ilegal di Samarinda Utara, Polisi Kantongi Nomor Telepon Terduga Pemilik Tambang

Hukrim

Barang Bukti 2 Tersangka 11,31 Gram Narkotika Dimusnahkan Polda Kaltim 

Hukrim

Hadirkan 6 Oarang Saksi di Sidang Rasuah Penyimpangan Royalti Batu Bara Senilai Rp4,5 Miliar, Majelis Hakim Ungkap Sejumlah Fakta

Hukrim

Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru, Polresta Samarinda Gagalkan Peredaran 896 Poket Sabu