Home / Hukrim

Senin, 10 Februari 2020 - 19:58 WIB

Mantan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Terjerat Kasus Gratifikasi Dana Hibah, EW Akui Terima Uang

Kaltimminutes.co, Samarinda – Pihak kepolisian dari Polresta Samarinda menyita barang bukti dugaan suap sebesar Rp 100 juta, dari Mantan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim 2013 berinisial EW.

EW ditetapkan sebagai tersangka atas kasus asus dugaan gratifikasi dana hibah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Eksekutif Intensif yakni ES pada 7 Februari 2020 lalu.

Redaksi Diksi.co, mengkonfirmasi EW, terkait penetapan dirinya sebagai tersangka. EW tidak menyangkal telah menerima sejumlah uang, namun telah dikembalikan kepada pihak kepolisian.

“Ada terima sih, tapi sudah saya kembalikan, berarti sudah gak ada kerugian negara,” kata EW, dikonfirmasi melalui saluran telepon, Senin (10/2/2020).

EW juga mengakui telah menerima panggilan dari kepolisian pekan lalu. Dirinya mengatakan sejumlah rupiah yang ia terima bukan merupakan uang suap, namun thanksgiving, namun telah dikembalikan.

EW juga menjelaskan asal mula dirinya tersangkut kasus dana hibah LPK. Awalnya, EW diminta untuk meloloskan bantuan dana hibah ke LPK Eksekutif Intensif pada tahun 2014. Namun, laporan LPK tersebut diduga bermasalah sehingga bermasalah secara hukum.

“Itu kan bantuan buat LPK dulu, tahun 2014, tapi laporannya gak beres. Saya yang diseret-seret. Saya cuma mau bantu, kalau saya tau LPK gak beres maka saya gak bantu,” jelasnya.

Baca Juga :  Bingung Cari Kerja, Pasutri Nekat Edarkan Uang Palsu di Samarinda

“Itu pelatihan bahasa inggris, melalui saya dapat bantuan, laporann dia gak beres. Dia berikan saya terima, nah, itu yang jadi masalah,” lanjutnya.

Sementara itu, Herdiansyah Hamzah, pengamat hukum asal Universitas Mulawarman menerangkan, meski terduga pelaku gratifikasi mengembalikan uang kepada pihak kepolisian, kasus ini akan tetap berjalan. Pasalnya, Undang-Undang 20 Tahun 2021 tentang Tipikor, pasal 12c, berisi uang gratifikasi harus dikembalikan atau dilaporkan ke KPK maka uang tersebut tidak masuk kategori gratifikasi. Uang tersebut justru seharusnya tidak dikembalikan ke kepolisian. Selain itu juga, Castro, sapaan akrab Herdiansyah Hamzah menyebut, kasus LPK Eksekutif Intensif, sehingga bila uang dikembalikan sekarang, klausul penghapus gratifikasi tidak berlaku.

“Kasusnya ini kan terlalu lama, jadi kalau dia mengatakan sudah mengembalikan uang, dia salah alamat ke Kapolresta Samarinda. Kedua dia sudah terlampau lama, jadi klausul di pasar 12c, yang menghapus gratifikasi itu sudah tidak berlaku,” jelasnya.

Baca Juga :  Brak!! Ass Roda Patah, Truk Sembako Masuk Jurang di Poros Samarinda-Bontang

Menurut Castro, bila EW menyampaikan pembelaan pembelaan terkait kasus yang ia alami, bisa dilakukan di hadapan penyidik dan pengadilan. Pengadilan akan memverifikasi apakah memang pembelaan itu bisa diterima atau tidak.

“Kan itu dari pengembangan kasus loh ya. Kalau dia berasal dari pengembangan kasus, berarti penyidik punya alat bukti kuat untuk menjadikan status ke tersangka. Kalau sudah ada dua alat bukti berarti tinggal dilanjutkan saja ke pembuktiannya di pengadilan. Uang di kembalikan tidak bisa menghentikan kasus dugaan gratifikasi, karena sudah penetapan tersangka. Tidak ada alasan yang cukup untuk menghentikan jalannya kasus,” bebernya.

Kepada pihak kepolisian, Castro menyarankan terus melakukan pengembangan kasus. Pihak kepolisian juga punya tanggung jawab mempunyai alat bukti yang cukup, untuk membuktikan EW memang terlibat dalam kasus tersebut.

“Penyidik nanti bila berkasnya sudah P21, punya tanggung jawab untuk membuktikan di pengadilan bahwa yang bersangkutan memang punya cukup bukti untuk menetapkan si terduga ini sebagai pelakunya,” pungkasnya.

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Karena Mencurigakan, Seorang Pria Tertangkap Bawa Sabu di Bandara APT Pranoto Samarinda

Hukrim

Pelaku Bermodus Ban Bocor, Wanita di Samarinda Jadi Korban Pencurian

Hukrim

Kaget Listrik Padam, Ternyata Kantin dan Koperasi Rutan Klas II A Hangus Dilalap Api

Hukrim

PDP 72 Tahun Tewas Setelah Melompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Polisi Dalami Kasus, Ini Dugaan Sementara

Hukrim

Pemuda Tenggelam Diduga di Bekas Lubang Tambang, Lokasi Lubuk Sawah Mugirejo

Hukrim

11 Saksi Diperiksa Polresta Samarinda, Disebut Terkait Kasus Korupsi Bupati Kutim

Hukrim

Dwi Sasono Ditanggap Polisi Diduga Simpan 16 Gram Ganja, Ini Kronologinya

Hukrim

Gunakan Obat Tidur, Ayah Bejat Cabuli Anak Tiri