Home / Hukrim

Sabtu, 4 September 2021 - 20:29 WIB

Mencuri dengan Modus Jadi Pemulung, Tiga Residivis Kembali Masuk Bui

kata Kapolsek Samarinda Kota, AKP Creato Sonitehe Gulo saat membeberkan aksi pencurian tiga residivis bermodus pemulung barang bekas

kata Kapolsek Samarinda Kota, AKP Creato Sonitehe Gulo saat membeberkan aksi pencurian tiga residivis bermodus pemulung barang bekas

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kurungan besi dan dinginnya lantai bui tak serta merta mampu menyadarkan pikiran para pelaku tindak kriminal.

Sebab tak sedikit para kriminil ini kembali mendekam di kurungan besi.

Dengan modus menjadi seorang pemulung komplotan pencuri di Kota Tepian ini berhasil menggasak banyak barang berharga di belasan lokasi berbeda.

Mula-mula, motor vario beserta gerobak menjadi alat utama pelaku berinisial TI (28) bersama tiga rekannya untuk mencari nafkah.

Namun, bukan untuk mencari barang bekas. Melainkan hanya digunakan untuk menghindari kecurigaan masyarakat dalam aksi pencuriannya.

Rumah di kawasan Samarinda Kota yang ditinggal pemiliknya menjadi target komplotan yang terdiri dari TI, HR (33), RB (42) dan PR.

Sebelum membobol rumah yang ditarget, komplotan pencuri ini berpura-pura sedang mengambil barang bekas. Ketika rumah yang ditargetkan dalam keadaan kosong, barulah para begundal ini beraksi.

Baca Juga :  Polisi Musnakan Sabu Hasil Sitaan Seberat 25 Kg di Balikpapan 

“Jika rumah sasarannya sudah dipastikan sepi baru mereka beraksi,” kata Kapolsek Samarinda Kota, AKP Creato Sonitehe Gulo saat dikonfirmasi ulang, Sabtu (4/9/2021).

Obeng serta pisau lipat yang selalu dibawa menjadi alat untuk mencongkel jendela ataupun pintu. Tak ada target barang yang ditentukan dalam pencurian.

Semua beragam. Jika dinilai memiliki harga jual, maka akan dibawa. Seperti, televisi, air conditioner (AC), bangku besi hingga alat pemadam api ringan (Apar).

“Sajam yang dibawa para pelaku selain untuk mencongkel jendela, atap atau pintu ini juga digunakan untuk jaga-jaga,” tambah Gulo.

Aksi komplotan pencurian ini pun akhirnya berakhir pada Minggu (29/10/2021) lalu. TI, HR dan RB diringkus di dua tempat berbeda. Sedangkan PR hingga kini masih dalam buruan.

“Dua pelaku ditangkap saat mau mencuri, satu pelaku lainnyan (TI) diamankan di rumahnya. Mereka mencuri untuk kebutuhan sehari-hari dan main judi online,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sempat Dilarang Berenang di Waduk Paradiso Balikpapan, Bocah 12 Tahun Tewas Tenggelam

Diketahui, setidaknya ada 13 kasus pencurian yang dilakukan para begundal ini. Dimana 12 pencurian yang dilakukan sebelumnya telah dilaporkan masyarakat ke polisi.

“Sebenarnya ada 13 TKP tapi korbannya belum melapor. Semuanya di wilayah hukum Polsek Samarinda Kota. Tapi kita akan kembangkan apakah ada TKP lainnya dengan polsek lain maupun di polres,” ungkapnya.

Sementara itu, kepada awak media RB mengaku jika melakukan pencurian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebab, dirinya yang hanya menjadi tukang bangunan lepas jarang mendapatkan panggilan kerja.

“Saya ikut curi 12 kali. Paling banyak dapat 700 ribu sekali mencuri buat kebutuhan dapur,” kata bapak beranak empat ini.

Akibat kembali mencuri, komplotan ini mau tak mau harus kembali masuk bui. Mereka dijerat Pasal 363 Ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, terancam hukuman 7 tahun kurungan badan. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Babak Baru Kasus Keributan Kelompok Ormas di Samarinda, 6 Oknum Ormas Terancam Pasal Berlapis

Hukrim

Massa Aksi di Polresta Samarinda, Minta Polisi Bebaskan Dua Mahasiswa Dibebaskan Kasus Demo Omnibus Law

Hukrim

Rawan Kecelakaan, Dishub Samarinda Larang Kendaraan Besar Lewat Gunung Manggah

Hukrim

Diduga Lakukan Pelanggaran Disiplin, Kadis Pertanahan Samarinda Diberhentikan Sementara

Hukrim

Terekam CCTV Saat Curi Bawang 1 Karung, Bapak 2 Anak Diciduk Polisi

Hukrim

BRAKK!! Polisi Ciduk Jaringan Prostitusi Kutim, Saat Petugas Datang Penjaja dan Pria Hidung Belang Masih Asik Foreplay

Hukrim

Libatkan Mabes Polri, Polresta Samarinda Usut Dugaan Ujaran Kebencian ke Pemkot Samarinda

Hukrim

Kasus Pemalsuan Data Kartu Perdana, Polisi Amankan 66 Ribu SIM Card