Home / Hukrim

Jumat, 26 Maret 2021 - 20:03 WIB

Pemberkasan Tahap 1 Tambang Ilegal Selesai Pekan Ini, Polisi Selidiki Kasus Tambang Lain

FOTO : Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Yuliansyah saat menggelar ungkapan para pelaku tambang ilegal di area pemakaman pasien Covid-19

FOTO : Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Yuliansyah saat menggelar ungkapan para pelaku tambang ilegal di area pemakaman pasien Covid-19

Kaltimminutes.co, Samarinda – Masih hangat rasanya aktivitas galian tambang ilegal yang menyasar area pemakaman pasien Covid-19 Samarinda dua pekan silam. Yang mana ditindaklanjuti kepolisian dengan mengamankan dua tersangka yakni Ali Abbas (44) dan Hadi Suprapto (39).

Saat ini kedua pria yang mejabat sebagai pemodal dan mandor lapangan ini telah resmi mendekam di balik jeruji besi Mapolresta Samarinda. Selanjutnya kedua tersangka tinggal menunggu jadwal meja hijau di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda.

Ditargetkan, berkas perkara kedua tersangka akan selesai memasuki tahap satu pada pekan ini.

“Sekarang masih pelengkapan. Minggu ini targetnya sudah tahap satu,” kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Yuliansyah, Kamis (25/3/2021).

Sementara itu, di luar perkara hukum yang menjerat kedua penjahat lingkungan ini, berbagai pertanyaan masih kerap muncul dibenak. Sebab mengingat dari pengerukan emas hitam yang telah dilakukan, sebagian telah berpindah tempat.

Baca Juga :  Pastikan Penyebab Kematian, Keluarga Korban Tenggelam di Sungai Mahakam Minta Jasad Diautopsi

Yakni tumpukan emas hitam yang telah berpindah ke jetty di kawasan Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan. Dikonfirmasi soal penyelidikan alur perdagangan emas hitam ilegal tersebut, Yuliansyah mengatakan jika pemilik jetty telah diminta kehadirannya.

Mencari tahu apakah pemilik jetty turut terlibat dan mengetahui asal muasal batu bara tersebut.

“Nah ini yang masih kami dalami apakah pemilik jetty mengetahui batu ini ilegal atau tidak. Kemarin sudah dipanggil sama anggota tapi saya belum terima hasil laporannya,” ucapnya.

Baca Juga :  Kejadian Hanggar Bandara APT Pranoto Disebut Rugikan Negara, Mahasiswa Unjuk Rasa di Kejati Kaltim

Disinggung soal titik pertambangan ilegal lain yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari lokasi pertambangan ilegal Abbas dan Hadi, Yuliansyah mengaku jika saat disambangi, kupasan lahan tak lagi ada aktivitas pertambangan.

“Kami saat ke sana (tambang ilegal) itu  sudah kosong. Tumpukan juga nggak ada, kalau ada ya kami sikat (tangkap) sekalian,” ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Kutim ini.

Jikapun nantinya ada temuan titik lokasi pertambangan ilegal lainnya, Yuliansyah menekankan aparat kepolisian akan bertindak tegas tanpa pandang bulu. Saat ini pihaknya tengah menyelidiki adanya indikasi pertambangan ilegal lainnya yang masih marak terjadi di Kota Tepian.

“Semua yang namanya ilegal pasti kami tindak,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Bawa Pil Ekstasi Saat Pesta di THM, Dua Pria Diringkus Polisi

Hukrim

Tolak Kenaikan Iuran BPJS, PMII Gelar Demo di DPRD Samarinda

Hukrim

Kerap Curi Motor, Tukang Parkir di Samarinda Dihadiahi Polisi Timah Panas

Hukrim

Gelapkan 6 Motor, Spesialis Penipu Pengemudi Ojol Dibekuk Polisi

Hukrim

IJTI Kaltim Mengecam Keras Kejadian Wartawan Televisi SCTV-INDOSIAR Dipukul dan Kamera Dirampas Saat Bertugas

Hukrim

Polisi Hentikan Kasus Hukum Ibu Muda di Samarinda yang Aniaya Bayi Sendiri

Hukrim

PH Tersangka Pemalsuan Data Royalti Batu Bara Sebut Kliennya Hanya Korban dari Oknum Tak Bertanggung Jawab

Hukrim

Adi Darma Hadir Sebagai Saksi, Kajati : Kebetulan Walikota Saat Itu