Home / Hukrim

Jumat, 6 Agustus 2021 - 10:41 WIB

Penyelidikan Terhadap Jaringan Sindikat Vaksin dan PCR Bodong Terus Berlanjut, Satu DPO Masih Diburu Polisi 

Barang Bukti yang diamankan Petugas

Barang Bukti yang diamankan Petugas

Kaltimminutes.co, Samarinda – Penyelidikan polisi terhadap jaringan sindikat kartu vaksin dan surat swab PCR bodong di Samarinda yang diungkap pada Kamis (4/8/2021) kemarin, terus berlanjut.

Diketahui, saat ini jajaran Satreskrim Polresta Samarinda masih memburu satu pelaku berinisial RZ yang telah dimasukan daftar pencarian orang (DPO).

RZ ini merupakan jaringan dari sindikat penjual surat PCR bodong.

Yang mana dari informasi dihimpun media ini, RZ merupakan tangan pertama yang menjual surat PCR bodong senilai Rp500 ribu perlembarnya.

“Ini masih kami kejar (pelaku lainnya),” tegas Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena, Kamis (5/8/2021) siang tadi.

Tak hanya memburu pelaku DPO, pasalnya pekerjaan rumah kepolisian Samarinda masih cukup banyak.

Satu di antaranya yakni mengundang pihak rumah sakit dan puskesmas terkait validasi berkas vaksin dan PCR.

“Kalau dari rumah sakit dan puskesmas juga sudah kami minta keterangan terkait surat yang mereka keluarkan itu seperti apa modelnya. Kartu vaksin itu juga seperti apa kegunaanya,”beber Andika.

Baca Juga :  Gabungan Mahasiswa Peduli Rakyat Gelar Aksi, Minta Kejati Kaltim Selidiki Dugaan Ada Nama Lain di Kasus Perusda AUJ Bontang

Lanjut mantan Kasat Reskrim Polres Kukar ini, jika kartu vaksin dan surat PCR palsu yang didapatkan dari sembilan tersangka tentunya sulit dipertanggungjawabkan.

“Kalau palsu itu pasti engga terdata. Kalau asli itu kan ada barcodenya dan pasti terdaftar,” imbuhnya.

Sementara itu, saat kembali disinggung mengenai dugaan adanya tersangka lain, selain DPO RZ, polisi berpangkat melati satu ini enggan berkomentar lebih jauh.

Sebab ia ingin lebih dulu memfokuskan jajaran menangkap sang DPO.

“Makanya kita cari dulu DPO ini baru ada pengemban lainnya. Nanti lah, saya belum bisa terlalu buka dulu karena masih penyelidikan,” tandasnya.

Diwartakan sebelumnya, ungkapan Satreskrim Polresta Samarinda bermula dari informasi petugas AVSEC Bandara APT Pranoto Samarinda mendapati seorang penumpang bernama Hoiriyeh yang hendak melakukan perjalanan ke Surabaya pada Kamis 29 Juli pukul 09.00 Wita pagi.

Baca Juga :  Bingung Cari Kerja, Pasutri Nekat Edarkan Uang Palsu di Samarinda

Setelah mendapati hal yang mencurigakan, petugas AVSEC lantas berkoordinasi dengan pihak berwajib.

Polisi lantas bergerak cepat, walhasil proses penyidikan digelar polisi menyimpulkan adanya temuan perbuatan melawan hukum.

Untuk diketahui, selain Hoiriyeh polisi juga meringkus M Holik, Husein dan Yudi Adu Riswan yang berperan sebagai makelar kartu vaksin dan surat PCR.

Selain itu ada juga Thoriq, Herry Saputra dan Hamran yang berperan sebagai makelar surat PCR. Sedangkan dua sisanya yakni Tulisan Wardana dan Sugeng merupakan otak alias pelaku utama dari pembuatan kartu vaksinasi bodong.

Kini ke sembilan orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 263 ayat 1-2 Sub Pasal 268 KUHP, dengan ancaman lima tahun penjara. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Diduga Curi HP, 2 Pemuda Diamuk Massa, Pelaku: Saya Tak Niat Curi, Cuma Amankan

Hukrim

Polisi Resmi Periksa Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Kuasa Hukum Terlapor Sebut Kliennya Tak Pernah Kasih Cek Langsung

Hukrim

Lakukan Penganiayaan, Dua Pria di Samarinda Ditangkap Polisi, Pelaku Lain Masih Dikejar

Hukrim

Polresta Samarinda Akui Kesulitan Lacak Penyebar Berita Hoaks Andi Harun, Sudah Dipancing Pemilik Akun Disebut Tak Muncul

Hukrim

Mulai Beroperasi Desember 2019, Sudah 8 Kecelakaan Terjadi di Tol Balsam

Hukrim

Babak Baru Kasus Keributan Kelompok Ormas di Samarinda, 6 Oknum Ormas Terancam Pasal Berlapis

Hukrim

Asik Jalan-jalan Pakai Motor Curian, Pemuda Diciduk Polisi di Samarinda

Hukrim

Lanjutan Kasus Korupsi Bupati Kutim, KPK Periksa 20 Orang di Mapolresta Samarinda