Home / Hukrim

Rabu, 3 November 2021 - 19:10 WIB

Perangi Peredaran Narkotika Dari Dalam dan Luar Lapas, BNNP Kaltim Musnahkan Barang Bukti Lima Tersangka

Tersangka peredaran

Tersangka peredaran

Kaltimminutes.co, Samarinda – Perang melawan peredaran narkotika tak hentinya dikumandangkan. Tak hanya dari unsur kepolisian. Demikian juga dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim.

Pada Rabu (3/11/2021) siang tadi, jajaran BNNP Kaltim melakukan pemusnahan barang bukti narkotika dari hasil ungkapan kasus selama Oktober kemarin.

Dijelaskan Kepala BNNP Kaltim Brigjen Pol Wisnu Andayana, selama Oktober jajarannya berhasil mengungkap dua kasus peredaran dengan diamankannya lima tersangka.

Sebelum melakukan pemusnahan, Wisnu lebih dulu menjelaskan awal mula diamankannya para tersangka. Pertama bermula pada Selasa (5/10/2021) lalu, sekitar pukul 15.00 Wita, di Desa Senoni Kecamatan Sebulu Kabupatem, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Di sana petugas berhasil mengamankan seorang laki-laki bernama Rodiansyah, yang berperan sebagai pengedar di Senoni.

“Dari pelaku (Rodiansyan) kami mengamankan 44 paket sabu-sabu, dengan berat keseluruhan 11,31 gram bruto, serta barang bukti lainnya dan uang tunai Rp600 ribu,” ungkap Wisnu.

Baca Juga :  Tanggapi Surat DPRD Soal Pergantian Ketua Dewan, Pemprov Kaltim Tak Akan Tindak Lanjuti Sebelum Inkrah di PN Samarinda

Dari Rodiansyah yang telah diamankan, petugas lantas melakukan pengembangan. Dan kembali diamankan seorang perempuan bernama Hadijah, yang tak lain adalah kakak kandung Rodiansyah.

Tanpa perlawanan, Hadijah diamankan petugas di kediamannya, Jalan Pesut, Gang Pemenang, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kukar.

“Kemudian dari pelaku kedua (Hadijah) ini, dia mengaku kalau barang ini dia dipesan oleh warga binaan lapas di Kukar berinisial RH. Kemudian, kami pun langsung koordinasi dengan pihak Kemenkumham, untuk membantu pengungkapan terhadap RH tersebut,” terangnya.

Kemudian, pada pengungkapan kedua. Yakni pada Selasa (12/10/2021) kemarin petugas kembali mendapatkan informasi peredaran narkotika di Kota Bontang. Yang mana di kota tersebut, petugas berhasil mengamankan Muhammad Asrap dengan barang bukti empat poket sabu-sabu seberat 361,4 gram bruto, bersama dengan uang tunai Rp209 ribu.

Masih dikatakan Wisnu, pelaku kasus kedua ini tepatnya diamankan jajarannya di Jalan Kapal Layar V, Kelurahan Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang.

Baca Juga :  Syarat Gelar Resepsi, Mempelai Wajib Kantongi Surat Pernyatan Rapid Test Non Reaktif

Saat diusut lebih jauh, petugas mendapatkan informasi jika pelaku Asrap mendapatkan barang haram tersebut dari sang kakak berinisial RY, yang berstatus warga binaan di Lapas Samarinda.

“Pengakuan pelaku, barang ini dia peroleh dari kakaknya berinisial RY, yang merupakan warga binaan lapas di Samarinda. Kami pun kembali berkoordinasi dengan Kemenkumham untuk pengungkapan di lapas tersebut,” bebernya.

Saat ditanya soal asal barang yang diungkap dari para tersangka, Wisnu menyebutkan jika barang haram tersebut bersal dari perbatasan Kalimantan Utara.

Kembali disinggung soal maraknya para pengendali barang haram di balik jeruji besi, Wisnu mengaku selalu melakukan fungsi koordinasi lintas lembaga sebagi upaya pencegahan.

“Yang jelas mereka komitmen dan tidak melegalkan adanya praktek-praktek di dalam. Lapas ini rata-rata over, pegawainya juga minim. Sehingga mereka tidak bisa mengawasi satu persatu, dan itu harus dimaklumi,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Tak Berhenti Begitu Saja, Penyelidikan Sabu 25 Kg dan 37 Ribu Pil Ekstasi di Kota Tepian Terus Berlanjut 

Hukrim

Sempat Disebut Keluarkan Surat PCR Bodong, Pihak RS Siaga Al-Munawwarah Samarinda Langsung Berikan Bantahan

Hukrim

Tersangka Kasus Pengeboman Gereja Katedral Makassar Berhasil Diamankan Densus 88 di Balikpapan

Hukrim

Diduga Lakukan Pelanggaran Disiplin, Kadis Pertanahan Samarinda Diberhentikan Sementara

Hukrim

Sidang Putusan Banding Rizieq Shihab, Seribuan Aparat TNI-Polri Diterjunkan untuk Pengamanan

Hukrim

Kekasih Anak Kuras Uang Hasil Jual Tanah Rp800 Juta

Hukrim

Usai Tabrak Polisi, Bandar Narkoba Ditangkap di Semarang

Hukrim

KPK Limpahkan Berkas Dua Tersangka Kasus OTT Bupati Kutim, Jadwal Sidang Segera Diagendakan