Home / Hukrim

Selasa, 2 November 2021 - 18:39 WIB

Polisi Minta KKB Tak Lanjutkan Perang, Ikut Jaga Kedamaian di Bumi Cendrawasih

ilistrasi TNI Polri lawan KKB

ilistrasi TNI Polri lawan KKB

Kaltimminutes.co- Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua, belakangan ini terkesan membuat banyak pihak perlu bekerja ekstra keras.

Pasalnya kelompok bersenjata ini sering melakukan tindakan-tindakan yang tidak berprikemanusiaan yang berujung keresahan bagi warga Papua.

Kali ini Polisi meminta agar kelompok kriminal bersenjata ini tidak melanjutkan niatnya menempuh jalur perang di Papua, serta mengajak untuk sama-sama menjaga kedamaian di Bumi Cenderawasih.

Kapolres Intan Jaya, AKBP Sandi Sultan mengatakan bahwa pihaknya akan membantu proses-proses perundingan apabila hal tersebut yang diinginkan oleh kelompok separatis tersebut.

“Harapan saya, tindakan saudara-saudara saya yang tergabung dalam KKB Intan Jaya, tetap kalian sadar bahwa tindakan kalian tidak menyelesaikan persoalan yang kalian inginkan. Perang berakibat dendam dan sakit hati jadinya,” kata Sandi dalam rekaman video.

Sandi mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh kelompok tersebut sejauh ini sudah merupakan tindakan pidana sehingga memiliki konsekuensi hukum. Belum lagi, tindakan tersebut banyak mengakibatkan korban meninggal.

Baca Juga :  AGM Tolak Terima Gaji, Pilih Salurkan untuk Lawan Penyebaran Virus Corona

Ia pun meminta agar KKB dapat turut menjaga situasi keamanan di Papua yang selama ini sudah damai.

“Berharap bisa mengevaluasi kembali situasi yang sudah damai di Kabupaten Intan Jaya ini dari bulan Februari sampai Oktober. Kita jaga sama-sama,” tambahnya.

Polisi, kata dia, akan melakukan penindakan secara tegas apabila kelompok tersebut enggan menempuh jalur diplomasi dan terus mengganggu keamanan di wilayah Papua.

“Dengan terpaksa saya lakukan tindakan tegas,” tandasnya.

Tentara Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) sebelumnya tetap menyatakan bahwa perang terjadi di wilayah Papua. Mereka mengatakan bahwa situasi itu kembali intens terjadi di wilayah Intan Jaya, Papua sejak 24 Oktober 2021 lalu.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengatakan bahwa situasi perang tersebut kerap terjadi dan membuat masyarakat sipil mengungsi keluar dari kampung halamannya.

“Dalam hal ini komandan yang pimpin perang yaitu Undius Kogeya melaporkan bahwa perang Pembebasan Nasional bangsa Papua untuk lawan pasukan teroris yaitu TNI Polri telah kembali dibuka di Intan Jaya,” tambahnya.

Baca Juga :  Dinkes Kaltim Larang Penggunaan Bilik Disinfektan di Fasilitas Publik dan Permukiman

Sementara, polisi mencatat ada 5.859 orang yang mengungsi pasca kontak senjata pecah di kawasan Bandara Bilorai, Jumat (29/10) lalu.

Pada 29 Oktober, kontak senjata yang diikuti aksi pembakaran bangunan itu berlangsung alot sekitar dua jam lamanya. Pada pukul 17.50 WIT, kondisi baru kondusif dan personel gabungan TNI-Polri kembali ke Polsek Sugapa.

Berdasarkan catatan kepolisian, kerugian materiil dalam serangkaian aksi tersebut meliputi satu bangunan rumah, gudang, mobil tangki air dan ambulans yang terbakar.

Sebelum itu pun, kontak tembak juga pecah di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada Selasa (26/10). Seorang bayi bawah lima tahun (balita) meninggal dunia karena terkena peluru. (*)

Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia denga judul “Polisi Minta KKB Setop Perang, Saling Jaga Kedamaian Papua”.  https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211102134459-20-715515/polisi-minta-kkb-setop-perang-saling-jaga-kedamaian-papua.

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Dishub Janji Tempatkan Petugas di Gunung Manggah, Tapi Sudah Dua Hari Petugas Tak Terlihat di Lapangan

Hukrim

Balita di Loa Bakung Tewas Setelah Tertimpa Beton Roboh

Hukrim

Sebelum Ditangkap Polisi, Pria di Samarinda Coba Hilangkan Barang Bukti 2.000 Pil Ekstasi

Hukrim

Chatting WA Jadi Bukti Pelapor Polisikan Pendiri Kaskus Terkait Pemalsuan Dokumen

Hukrim

Lanjutan Sidang Kasus PT AKU, Mantan Dirut Dihadirkan di Persidangan

Hukrim

Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi PT AKU, Terungkap Kerja Sama Tanpa Persetujuan Dewan Pengawas

Hukrim

Dibahas Dalam Persidangan, Ismunandar Disebut Minta Sejumlah Rupiah Untuk Maju di Pilbup Kutim

Hukrim

Terungkap Kasus Tewasnya Bos Rumah Makan di Karawang , Istri Korban Otak dari Pembunuhan Ini