Home / Hukrim

Rabu, 17 Maret 2021 - 19:39 WIB

Polisi Ungkap Prostitusi Online di Samarinda, Pelajar Sekolah jadi Muncikari Diamankan

ilustrasi/ beritanusa.id

ilustrasi/ beritanusa.id

Kaltimminutes.co, Samarinda – Meski usianya terbilang muda, yakni baru menginjak 19 tahun, namun kelakuan Meja (bukan nama sebenarnya) bikin geleng kepala.

Sebab remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) di Samarinda ini lihai melakoni profesi sebagai muncikari.

Perempuan yang ia jajakan kepada para pria hidung belang pun teman kongkow sendiri, yang kebetulan sedang membutuhkan uang tambahan untuk membayar keperluan sekolah.

Tak seperti bisnis lendir pada umumnya yang menggunakan aplikasi MiChat, Meja menjajakan teman sebayanya melalui pesan singkat WhatsApp.

Meski berhati-hati, namun bisnis haram itu akhirnya terpantau oleh pihak kepolisian pada Jumat (12/3/2021) lalu. Satpolair Polresta Samarinda yang mendapati informasi ini pun lantas melakukan penyelidikan kasus prostitusi ini.

Untuk memancing si mucikari belia ini, salah satu polisi berpakaian sipil melakukan penyamaran. Berpura-pura menjadi pelanggan.

Baca Juga :  Wow!! Udin Balok Temani Bahar Bin Smith yang Baru Bebas dari Lapas Cibinong, Menuju Ponpes Tajul Alawi

Meminta gadis penghibur usia belia menuju ke salah satu hotel di kawasan Sungai Kunjang pada hari penangkapan tepatnya pukul 20.30 Wita.

“Korbannya ini masih berusia 17 tahun. Pelaku menjemput ketika ada pelanggan. Saat berada di kamar, kami amankan korban dan langsung lakukan interogasi,” kata Kasat Polair Polresta Samarinda, AKP Iwan Pamudji saat dikonfirmasi Rabu (17/3/2021).

Usai mendapatkan informasi tambahan dari korban bisnis prostitusi, polisi pun bergegas menuju lobby hotel yang mana rupanya si mucikari berada di sana menunggu “permainan” selesai.

“Saat itu juga langsung kami amankan,” tambahnya.

Kepada petugas, Meja mengaku baru menjalankan bisnis prostitusi online ini selama tiga bulan terakhir. Untuk tarif yang dipatok bergantung usia gadis penghibur. Semakin muda, semakin mahal pula tarifnya.

“Tergantung umur. Ada yang sudah dewasa sama yang masih dibawah umur. Kisaranya sekali main Rp1,5 – 2 juta untuk yang di bawah umur. Belum termasuk kamar,” beber Iwan.

Baca Juga :  Mantap!!! Sepekan, Polisi Ciduk 7 Pengedar Sabu, 19 Poket Dijadikan Barang Bukti

Setiap pundi rupiah yang diraih dari kantong pria hidung belang, wanita penghibur hanya diberikan ongkos sebesar Rp500 ribu. Sedangkan sisanya masuk kantong Meja.

“Sistem pembayarannya ini cash ke korban. Ada juga yang transfer. Kalau korban ngakunya untuk bayar sekolah dan keperluan sehari-hari. Tapi kalau mucikari atau maminya ini ngakunya untuk biaya kosmetik sama buat jajan harian,” tukasnya.

Dalam proses hukum yang sedang berjalan, Koprs Bhayangkara nantinya akan berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Klas II A Samarinda. Mengingat, pelaku masih berstatus pelajar SMA.

“Saat kami lakukan pemeriksaan juga didampingi peksos (pekerja sosial). Untuk mucikari ini kami sangkakan Pasal 296 KUHP, sedangkan wanita penghibur kami jadikan saksi korban,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Diduga Lakukan Korupsi, Mahasiswa Laporkan Pemkab PPU ke Kejati Kaltim

Hukrim

Balita di Loa Bakung Tewas Setelah Tertimpa Beton Roboh

Hukrim

11 Saksi Diperiksa Polresta Samarinda, Disebut Terkait Kasus Korupsi Bupati Kutim

Hukrim

Sebarkan Uang Palsu, Pasutri Diancam Kurungan 10 Tahun

Hukrim

Polisi Ambil Langkah Jalan Damai Terhadap Kasus Remaja Putri Baku Hantam Gegera Rebutan Lelaki di Samarinda

Hukrim

Hilang 6 Hari, Jasad Korban Longsor di Areal Tambang KPC Ditemukan

Hukrim

Dugaan Aktor Intelektual di Tambang Ilegal Bukit Soeharto, Punya Siapa?

Hukrim

4 Orang Ditangkap Polisi karena Diduga Jalankan Bisnis Prostitusi di Samarinda dan Balikpapan