Home / Hukrim

Selasa, 9 November 2021 - 18:58 WIB

Sebut Wapres Patung Istana, Presiden BEM-KM Unmul Diperiksa Satreskrim Polresta Samarinda

Postingan akun instagram @bemkmunmul kini disorot pihak kepolisian Satreskrim Polresta Samarinda dengan mengeluarkan surat pemanggilan kepada Presiden BEM-KM Unmul, Abdul Muhammad Rachim/IST

Postingan akun instagram @bemkmunmul kini disorot pihak kepolisian Satreskrim Polresta Samarinda dengan mengeluarkan surat pemanggilan kepada Presiden BEM-KM Unmul, Abdul Muhammad Rachim/IST

Sebut Wapres Patung Istana, Presiden BEM-KM Unmul Diperiksa Satreskrim Polresta Samarinda

Kaltimminutes.co – Lawatan Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin ke Samarinda pada Selasa 2 November kemarin yang mendapat kritikan keras Badan Eksekutif Mahasiswa – Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Universitas Mulawarman, kini direspon pihak kepolisian.

Melalui unggahan poster akun Instagram, @bemkmunmul menuliskan “Kaltim Berduka – Patung Istana Merdeka Datang ke Samarinda” tersebut membuat Satreskrim Polresta Samarinda mengeluarkan surat pemanggilan kepada Presiden BEM-KM Unmul, Abdul Muhammad Rachim tertanggal Rabu (10/11/2021) besok.

Surat panggilan polisi kepada mahasiswa atas kritikan tersebut pun tersebar luas melalui grup WhatsApp. Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena pun membenarkan surat pemanggilan itu.

Baca Juga :  Tanpa Dukungan APBD Kaltim, Tol Samarinda-Bontang Running Fisik Ditarget Berjalan 2023 

“Kita panggil untuk klarifikasi terkait postingan (unggahan poster patung istana) itu aja,” ungkap Andika, Selasa (9/11/2021) sore tadi.

Saat ditanya lebih jauh, terkait pelapor hingga dipanggilnya Presiden BEM-KM Unmul tersebut, Andika menerangkan jika penyurutan dilakukan berdasarkan pantauan lapangan pihak kepolisian.

Pantauan lapangan yang dimaksud Andika, terkait maksud tujuan dari penyebutan patung istana kepada Ma’ruf Amin yang telah tersebar luas di jejaring sosial media.

“Inikan sudah tersebar kemana-mana makanya kami panggil klarifikasi maksudnya apa,” tutur dia.

Sementara itu, Rachim yang juga dikonfirmasi turut membenarkan jika dirinya telah menerima surat panggilan polisi tersebut.

“Iya ada pemanggilan (polisi),” singkat Rachim.

Untuk diketahui, unggahan poster BEM-KM Unmul tersebut sempat viral saat jelang lawatan Ma’ruf Amin ke Kota Tepian. Positingan itu pun dibanjiri ribuan komentar nitezen. Beragam komentar miring nitezen mewarnai unggahan itu dari kritik hingga cacian.

Baca Juga :  Jalan Pramuka Rusak Parah, Lurah Akui Kerap Terima Laporan dan Keluhan Warga

Tak pelak Rachim juga mendapat ancaman dan doxing orang tak dikenal. Unmul secara kelembagaan pun memberi tanggapan atas unggahan tersebut. Dan meminta meminta BEM-KM Unmul menghapus dan meminta maaf ke Maruf atas unggahan tersebut. Namun pihak BEM-KM menolak.

“Postingan itu tersebut akan tetap kami posting. Tidak dihapus, juga tidak mengikuti instruksi Unmul untuk meminta maaf, karena postingan kami tersebut murni berisi krtitik atas dasar keresahan terhadap permasalahan yang terus hadir sampai saat ini,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Bejat!! Ayah Tiri Cabuli Sang Anak Remaja 17 Tahun, Berawal Tidur Satu Ruangan Bersama Ibu dan Anak

Hukrim

Kasus Ibu Muda Siksa Bayinya di Samarinda, PPA Samarinda Periksa Psikologis Pelaku

Hukrim

Handphone Miliknya Tertinggal di Rumah Korban, Pencuri ini Ditangkap Polisi

Hukrim

Ban Mobil Seorang Pria di Samarinda Hilang, Dikira Ditindak Petugas Dishub, Ternyata?

Hukrim

Emosi Membela Anaknya yang Diduga Dicabuli, Seorang Ayah Malah Dilaporkan Atas Kasus Penganiayaan

Hukrim

Satgas Nemangkawi Tangkap Temianus Magaya, Pentolan KKB yang Sempat Lakukan Kekerasan di Yahukimo

Hukrim

Minta Aparat Usut Dugaan Korupsi PT Mahakam Gerbang Raja Migas, Mahasiswa Aksi di Depan Kantor Kejati Kaltim

Hukrim

Dishub Janji Tempatkan Petugas di Gunung Manggah, Tapi Sudah Dua Hari Petugas Tak Terlihat di Lapangan