Home / Hukrim

Rabu, 3 November 2021 - 20:11 WIB

Selidiki Kasus di Lapas Narkotika, Komnas HAM : Harus Ada Tindak Tegas Jika Terbukti 

ilustrasi lapas / berkatnewstv.com

ilustrasi lapas / berkatnewstv.com

Kaltimminutes.co – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM akan menyelidiki dugaan penyiksaan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Yogyakarta.

Jika nantinya terbukti ada pelanggaran HAM yang dilakukan petugas pemasyarakatan terhadap para narapidana, Komnas HAM menyatakan perlu ada tindakan tegas dalam kasus tersebut.

Hal ini dilakukan Komnas HAM usai mendapatkan laporan dari korban dan juga menanggapi pemberitaan dari media massa.

Guna membongkar kasus tersebut Komnas HAM selidiki lebih dalam kasus yang terjadi di LP Narkotika Yogyakarta

“Komnas HAM saat ini sedang melakukan pemantauan dan penyelidikan atas peristiwa yang terjadi di LP Narkotika Yogyakarta,” ujar Komisioner Bidang Pemantauan/Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam, Rabu (3/11).

Berdasarkan informasi yang cukup detail dari korban dan pendampingnya, Anam menduga penyiksaan dan pelecehan memang terjadi. Namun, dugaan itu harus dikuatkan dengan kerja-kerja penyelidikan seperti pengumpulan keterangan dari sejumlah pihak terkait.

“Yang pertama agak susah kita bayangkan apakah peristiwa itu ada atau tidak dengan cerita yang cukup detail yang digambarkan itu. Bagaimana terjadi, tanggal berapa, siapa saja yang melakukannya, dan sebagainya, sehingga dugaan kami peristiwa ini memang terjadi,” kata dia.

Baca Juga :  Tolak Kenaikan Iuran BPJS, PMII Gelar Demo di DPRD Samarinda

Menurut Anam, harus ada sanksi tegas kepada oknum sipir jika peristiwa itu terbukti. Sebab, tindakan penganiayaan dan pelecehan bertentangan dengan HAM dan tidak sejalan dengan upaya-upaya baik yang selama ini telah dilakukan oleh pihak pemasyarakatan.

“Jika memang nantinya terbukti terjadi, harus ada tindakan tegas karena ini mencoreng upaya-upaya baik yang selama ini diupayakan oleh pihak Lapas,” imbuhnya.

Anam meminta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) terbuka memberikan akses kepada Komnas HAM untuk menyelidiki aduan tersebut.

“Kami meminta kepada Dirjen PAS, Kalapas, termasuk Kemenkumham untuk terbuka kepada akses yang bisa mengungkap peristiwa ini,” ucap dia.

Menurut Anam, setidaknya ada dua hal penting mengungkap peristiwa dugaan penganiayaan dan pelecehan tersebut. Pertama, untuk memastikan upaya reformasi internal pemasyarakatan berjalan dengan baik. Kedua, sebagai upaya mencegah keberulangan.

“Karakter kasus penyiksaan, merendahkan martabat yang terjadi di Lapas atau di tempat-tempat di mana ada penguasaan negara itu memang susah sebenarnya. Ketika ada kesaksian ini harus kita lindungi bersama, jangan diancam, intimidasi, dan sebagainya,” kata dia.

Baca Juga :  Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Beragam Pengalaman Anggota DPRD Kaltim Saat Divaksinasi

Sebelumnya, seorang eks narapidana, Vincentius Titih Gita Arupadatu (35), mengaku mengalami penyiksaan sejak hari pertama dipindah ke Lapas Pakem dari rutan tempat dulunya ia ditahan sambil menanti vonis persidangan. Dia mendekam di Lapas Pakem 26 April 2021 sampai 19 Oktober lalu.

Siksaan para oknum sipir itu mulai dari memaksa para warga binaan untuk jalan jongkok, berguling, serta koprol hingga dipukul memakai benda-benda layaknya kabel, kayu, torpedo sapi kering, potongan selang berisi cor-coran semen.

Pendamping hukum para warga binaan, Anggara Adiyaksa, menyebut saat ini ada 46 orang eks narapidana serta warga binaan berstatus cuti bersyarat (CB) yang mengaku menjadi korban penyiksaan oknum sipir Lapas.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DIY, Budi Argap Situngkir, mengungkapkan ada tindakan berlebihan oleh sejumlah sipir terhadap warga binaan. Kesimpulan itu berdasarkan temuan yang diperoleh pihaknya melalui pemeriksaan sebagian jajaran Lapas Pakem. (*)

Artikel ini Telah Tayang di CNN Indonesia dengan judul “Komnas HAM Investigasi Dugaan Kekerasan di Lapas Pakem”. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211103174000-12-716205/komnas-ham-investigasi-dugaan-kekerasan-di-lapas-pakem.

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Ditangkap Polisi Kasus Dugaan Penistaan Agama, Ini Profil Yahya Waloni

Hukrim

Dorrr… Residivis Jambret dan Curanmor Dibekuk Polisi, Salah Satunya Dihadiahi Timas Panas

Hukrim

Diduga Lakukan Penipuan Bermodus Arisan Online, Istri Polisi di PPU Dijadikan Tersangka

Hukrim

Diduga Rem Blong, Truk Hajar Pengendara Motor, 4 Meninggal

Hukrim

Perangi Peredaran Narkotika Dari Dalam dan Luar Lapas, BNNP Kaltim Musnahkan Barang Bukti Lima Tersangka

Hukrim

Kerap Curi Motor, Tukang Parkir di Samarinda Dihadiahi Polisi Timah Panas

Hukrim

Kalah dari Persita Tangerang, Kantor Manajemen PSS Sleman Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab, Begini Kronologinya

Hukrim

Pengangguran di Samarinda Diciduk Polisi, Diduga Mencuri Motor