Home / Hukrim

Sabtu, 7 Agustus 2021 - 13:33 WIB

Sempat Disebut Keluarkan Surat PCR Bodong, Pihak RS Siaga Al-Munawwarah Samarinda Langsung Berikan Bantahan

Surat PCR bodong yang disebut-sebut milik RS Siaga Al-Munawwarah Samarinda dan langsung mendapat bantahan

Surat PCR bodong yang disebut-sebut milik RS Siaga Al-Munawwarah Samarinda dan langsung mendapat bantahan

Kaltimminutes.co, Samarinda – Dalam kasus Kartu vaksin dan surat PCR palsu yang berhasil diungkap Jajaran Polresta Samarinda, Rumah Sakit (RS) Siaga Al-Munawwarah Samarinda sempat disebut-sebut oleh sejumlah tersangka telah mengeluarkan surat hasil PCR itu.

Namun hal itu dengan tegas langsung dibantah pihak RS Siaga Al-Munawwarah. Rumah sakit yang terletak di Jalan Ramania, Kelurahan Sidodadi Kecamatan Samarinda Ulu itu, membantah telah mengeluarkan hasil PCR.

Pasalnya RS Siaga Al-Munawwarah tidak memiliki rekomendasi untuk memeriksa maupun mengeluarkan surat hasil PCR.

Lantaran tak memiliki alat. Hal itu ditegaskan oleh Humas Rumah Sakit Siaga, Nadila Elok Awaliyah saat dikonfirmasi.

“Iya, kami memang mendapatkan kabar dari petugas Bandara APT Pranoto, kalau ada PCR palsu, mereka mau pastikan apakah benar dari sini (RS Siaga Al-Munawwarah). Dan kami sampaikan, kami tidak bisa PCR karena gak ada alat,” ungkapnya, Jumat (6/8/2021) sore tadi.

Baca Juga :  Hilang 6 Hari, Jasad Korban Longsor di Areal Tambang KPC Ditemukan

“Tetapi, kami bisa ambilkan sampel, artinya kami ambil sampel dan kami kirim ke Prodiah Unmul dan Sekata, mereka rekanan kami untuk PCR,” imbuhnya.

Sehingga, kata Nadila, memang dapat dipastikan bahwa surat hasil PCR yang digunakan para tersangka itu ialah palsu. Lantaran sangat jelas terlihat pada bagian kop surat.

“Yang begitu amat jelas beda dan nama dokter juga sudah tidak ada sejak Januari 2020 lalu. Selain itu nomor sip dokter juga salah,” terangnya.

Nadila mengaku, bahwa pihaknya juga telah dipanggil oleh pihak kepolisian Polresta Samarinda untuk dimintai keterangan.

“Kami dimintai keterangan, ada satu surat PCR palsu dan 7 kartu vaksin palsu. Disitu tertera nama dokter Aulia, memang betul ada nama itu di RS Siaga, hanya saja tanggal 26 Juli itu, dokter Aulia dinas malam dan tidak bisa keluarkan rujukan PCR,” jelasnya.

Baca Juga :  Selidiki Tambang Ilegal di Samarinda Utara, Polisi Kantongi Nomor Telepon Terduga Pemilik Tambang

“Nah, hasilnya PCR itu keluar 1×24 jam, sedangkan yang kasus ini hanya 3 jam saja bisa didapat, jadi jelas itu palsu. Ya teknisnya kami keluarkan surat PCR, harus masuk dulu di program All Record Kemenkes, dan kami tidak kenal sama mereka,” tegasnya.

Selain itu, agar dapat lebih memastikan pihaknya telah melakukan pemeriksaan internal di RS Siaga Al-Munawwarah, hasilnya dapat dipastikan pula bahwa tidak ada keterlibatan.

“Dan para pelaku itu juga, tidak bisa menegaskan saat kami dipertemukam malah saling lempar, satu sama lain,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Mahasiswa Seruduk Kejati Kaltim, Minta Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Gedung Klinik RSUD Taman Husada Bontang

Hukrim

Niat Hendak Temui Teman Wanita di Hotel, Tapi Naas! Motor Lelaki Ini Justru Dicuri Rekan Sendiri

Hukrim

Dua Orang Diciduk, Polisi Temukan Enam Poket Sabu dari Tersangka

Hukrim

Terancam 15 Tahun Penjara, Penasihat Hukum Pelaku Pembunuhan Gunung Lingai Akan Lakukan Ini

Hukrim

Tak Mampu Biayai Istri Melahirkan, Seorang Pemuda di Samarinda Nekat Lakukan Tindak Kriminal

Hukrim

Dosen di Balikpapan 2 Kali Setubuhi Siswi SMP, Berikut Kronologinya

Hukrim

Mencuri dengan Modus Jadi Pemulung, Tiga Residivis Kembali Masuk Bui

Hukrim

Diduga Lakukan Korupsi, Mahasiswa Laporkan Pemkab PPU ke Kejati Kaltim